Pendidikan

Adat Bekadu ( buah tangan)

Adat Bekadu ( buah tangan)

Bekadu atau disebut buah tangan (oleh-oleh) untuk gadis pujaan hati.Biasanya berupa Ayam se becak,pisang sebecak,nenes sebecak,minuman sebecak. Rangkaian adat Bujang dan gadis yang satu ini termasuk sangat langka,biasanya termasuk kedalam golaongan bujang dari yang ekonominya lebih atau anak orang berada (anak pejabat /orang yang punya/kaya).Bekadu ini juga termasuk bagi bujang yang sudah sangat mencintai gadais pujaan hatinya.

G.Adat Moyot Mulah Bujang –gadis (kondangan khusus untuk muda-mudi )

Tradisi ini biasa diadakan pada saat pesta perkawinan.Pakaian khusus bagi Bujang saat moyot mulah harus berpakaian rapi,pakaian celana tipis atau celana tisu atau celana dari dasar kain,begitu juga pakai annya kemeja dari dasar kain,sementara untuk pakaian gadis memakai kebaya dan memakai sarung serta pakai alas kaki / Sendal yang pantas.

Sebelum moyot mulah,Bujang terlebih dahulu pergi ketempat sang gadis untuk mengajak moyot mulah ketempat pesta perkawinan.Itupun harus ada izin dari orang tua sang gadis ,moyot mulah tidak boleh larut malam (tidak boleh melebihi pukul 00.00 WIB) kalau sudah melebihi jam yang ditentukan atau sudah larut malam,biasanya keluarga gadis sudah mulai mencari kesana kemari,terutama ketempat pesta perkawinan tersebut.Tradisi lama moyot mulah kepesta biasanya bujang membelikan makanan ringan maupun minuman untuk diminum bersama baik untuk sang gadis atau untuk teman-temannya maupun untuk bujang itu sendiri sembari melihat pesta perkawinan tersebut,waktunya mulai pukul 22.00 WIB s.d pukul 00.00 WIB,begitu juga sehabis moyot bujang biasanya membelikan oleh-oleh untuk orang tua maupun keluarga gadis pujaan hatinya.

H.Adat Kemijahan dan Kedulangan

Kemijahan atau duduk dikursi sambil menghadap makanan yang telah disediakan di atas meja yang telah disediakan ,biasanya yang kemijahan Cap Dalom dengan Masayu,pengaping (wakil bujang gadis ditiap lingkungan atau RT) dan Bujang /gadis yang ada hubungannya dengan para mempelai, baik dari sebelah mempelai laki-laki maupun dari sebelah mempelai perempuan).Sementara Kedulangan hampir sama dengan kemijahan ,hanya saja untuk kedulangan mejanya khusus ditengah – tengah dari Bujang gadis yang kemijahan,itupun terkhusus bagi keluarga terdekat calon mempelai baik dari laki-laki maupun calon mempelai perempuan dalam adat perkawinan.Sama saja dengan moyot mulah muda – mudi ,hanya saja kemijahan bagi bujang memakai jas terusan dan memakai sepatu yang terbuat dari kulit, sedang bagi gadis memakai pakaian kebaya khusus lengkap dengan sarung maupun selendang .

I. Adat Midang ( Pawai budaya )

Midang atau pawai budaya khusus adat Kayuagung biasanya dilaksanakan setelah lebaran ketiga.atau juga midang dalam rangkaian Adat pernikahan.Midang ini diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat,mulai daari anak- anak bujang dan gadis,Masayu dan Cap dalom,Para Pengawe (kepala lingkungan) beserta istri ,Kepala RT beserta Istri dan Lurah beserta istri. Semuanya berpasang-pasangan dengan berpakaian adat – istiadat Kayuagung ,mulai dari pakaian Bujang dan gadis biasa,Bujang berpakaian kemeja dilapisi dengan jas lengkap dengan sepatu kulitnya sementara gadis berpakaian kebaya dengan memakai selendang dan memakai sensal yang pantas,pakaian maju nyak bengiyan mulai dari maju nyak bengiyan tesong-song (dijemput ),sampai dengan pakaian pengantin inti ,pakaian teluk belango khusus untuk kedua besan, dan lain sebagainya,dengan diiringi musik Tanjidor. Kebanyakan setelah midang para bujang dan gadis banyak yang setakatan (kawin lari).

sumber :

https://apartemenjogja.id/diamo-xl-10-apk/