Spesifikasi Xiaomi Pocophone F1 Makin Terungkap

Spesifikasi Xiaomi Pocophone F1 Makin Terungkap

Spesifikasi Xiaomi Pocophone F1 Makin Terungkap

Bocoran mengenai smartphone Xiaomi yang desas-desusnya akan menggunakan chipset Snapdragon 845, yakni Pocophone F1 terus bergulir. Belum lama ini tercatat, smartphone tersebut telah muncul di situs benchmarking AnTuTu dan memiliki skor pengujian mencapai 285 ribu poin lebih.

Bocoran terbaru, kini spesifikasi yang disematkan oleh Xiaomi ke dalam

smartphone ini ikut-ikutan muncul. Dipajang di salah satu toko online di Belarusia, Pocophone F1 akan datang dengan layar panel IPS berukuran 6,18 inci dan memiliki resolusi FullHD+ dengan aspek rasio 18,7:9.

Tak hanya itu, dukungan kamera yang disematkan juga turut diumbar. Disebutkan, Pocophone F1 akan dibekali dual-camera belakang yang memiliki konfigurasi 12 MP + 5 MP. Modul lensa utama menjanjikan piksel 1,4μm, aperture f /1,75, dan Dual Pixel autofocus.

Sedangkan untuk kamera depannya, disebut-sebut Xiaomi akan

membenamkan resolusi 20 MP yang ditopang aperture f/2.0 dengan teknologi Super Pixel (4x piksel binning). Ada juga dukungan baterai 4.000 mAh plus Quick Charge 3.0 18W.

Tidak ada informasi yang menyebutkan jika smartphone ini masih dibekali dengan jack audio 3.5 mm, tetapi ada port USB-C. Pocophone F1 sendiri diperkirakan akan memiliki ukuran 157,2 x 75,4 x 8,8 mm dan slot dual SIM Card hybrid.

Smartphone ini juga disebutkan akan datang dengan RAM sebesar 6 GB serta

penyimpanan internal berkapasitas 64 GB. Namun, rumor sebelumnya juga menyebutkan bahwa Pocophone F1 akan memiliki versi premium yang disokong RAM sebesar 8 GB serta internal storage berkapasitas 128 GB.

 

Baca Juga :

Kingston Perkenalkan microSD untuk Maniak Medsos

Kingston Perkenalkan microSD untuk Maniak Medsos

Kingston Perkenalkan microSD untuk Maniak Medsos

Menurut laporan dari Jakarta Globe, Indonesia memiliki komunitas Instagram

terbesar di Asia Pasifik. Tercatat, pada tahun 2017 lalu pengguna aktif bulanannya mencapai lebih dari dari 45 juta. Bisa dipastikan, pada tahun ini jumlahnya terus meningkat.

Untuk berbagi cerita kehidupan sehari-hari di Instagram, pengguna tentunya

juga membutuhkan storage ekstra pada smartphone yang digunakan. Tak hanya untuk menyimpan foto, tetapi storage tersebut juga harus mampu menyimpan video yang ukuran file-nya tentu lebih besar.

Terkait dengan hal itu, Kingston, produsen memori dan solusi teknologi terkini telah meluncurkan  Kingston Mobile Card secara eksklusif di Indonesia. Kartu microSD ini dibuat bagi kalangan pengguna Instagram dan konsumen dengan anggaran terbatas.

Kingston Mobile Card dirancang untuk menyediakan kapasitas penyimpanan

data ekstra bagi para pengguna smartphone dan tablet. Kapasitas yang ditawarkan adalah 16 GB dan 32 GB. Untuk kapasitas 32 GB, Kingston mengklaim microSD ini dapat menyimpan lebih dari 120 ribu foto dan 176 menit video.

Selain itu, kartu microSD ini juga sangat ideal untuk video recording dengan kualitas Full HD dan memiliki kecepatan transfer data minimum 10 MB/s. Bisa dikatakan, microSD ini memiliki kemampuan transfer lebih dari 300 foto dalam waktu satu menit.

Apakah hanya itu daya tarik Kingston Mobile Card? Tentu saja tidak! Kartu microSD ini juga memiliki fitur tahan air, tahan guncangan dan getaran. Dengan begitu, kartu microSD ini cocok untuk mereka yang sering membawa smartphone atau kamera kemanapun tanpa perlu khawatir.

 

sumber :

Pushbullet 18.2.30 Apk for android

Video Unboxing ini Ungkap Spesifikasi Detail Pocophone F1

Video Unboxing ini Ungkap Spesifikasi Detail Pocophone F1

Video Unboxing ini Ungkap Spesifikasi Detail Pocophone F1

Di pasar India Xiaomi telah secara resmi mengumumkan kehadiran sub-brand

terbarunya, yakni Poco. Selanjutnya, Poco dalam waktu dekat juga akan mengumumkan kehadiran smartphone terbarunya, yakni Pocophone F1.

Ya! Bukan rahasia lagi jika Xiaomi memang akan melahirkan Poco dan juga merilis Pocophone F1. Bahkan beberapa minggu belakangan ini bocoran mengenai Pocophone F1 terus ramai di internet. Bocoran terbaru adalah video unboxing yang diupload oleh GSMDom.com via kanal YouTube yang dimilikinya.

Bisa dikatakan, dari GSMDom.com kita bisa tahu lebih banyak mengenai

Pocophone F1 meskipun smartphone tersebut belum dirilis secara resmi. Tak hanya itu, kita pun bisa tahu isi dari kotak penjualan Pocophone F1 yang ditawarkan oleh Poco.

Disebutkan, Pocophone F1 memiliki bodi yang dibalut material plastik dengan layar LCD berukuran 5,99 inci. Daya tariknya, smartphone ini sudah mengadopsi teknologi pemindai wajah lewat kamera depan dan pada bagian punggungnya telah bercokol dual-camera belakang.

Ditopang dengan chipset Snapdragon 845, disebut-sebut smartphone ini

akan dijual dengan harga terjangkau. Dukungan lainnya adalah RAM 6 GB, dual-camera 12 MP + 5 MP, selfie-camera 20 MP, serta baterai berkapasitas 4.000 mAh.

 

sumber :

https://namabayi.co.id/yahoo-mail-apk/

Pe­mu­kim­an atau per­mu­ki­man

Pe­mu­kim­an atau per­mu­ki­man

Pe­mu­kim­an atau per­mu­ki­man

Da­lam ke­hi­dup­an se­ha­ri-ha­ri ki­ta se­ring men­jum­pai peng­gu­na­an ka­ta “pe­mu­kim­an” dan “per­mu­ki­man”. Na­mun, ka­ta yang cen­de­rung se­ring di­pa­kai ada­lah ka­ta ”pe­mu­kim­an”.
Mi­sal­nya, ”Pa­ra ge­lan­dang­an itu ting­gal di pe­mu­kim­an ku­muh se­ki­tar ban­tar­an su­ngai.” Con­toh ka­li­mat ter­se­but se­ki­las tam­pak ti­dak ada ma­sa­lah dan da­pat di­te­ri­ma ba­gi se­se­o­rang yang men­de­ngar­nya. Akan te­ta­pi, ji­ka di­ru­nut se­suai mak­na peng­im­buh­an (afik­sa­si), ter­nya­ta ka­ta ”pe­mu­kim­an” da­lam ka­li­mat ter­se­but peng­gu­na­an­nya ti­dak te­pat.

Ka­ta yang te­pat un­tuk ka­li­mat di atas se­ha­rus­nya ada­lah ”per­mu­ki­man” ka­re­na me­nya­ta­kan sua­tu tem­pat. Ka­ta ”per­mu­ki­man” ber­asal da­ri ka­ta da­sar ”mu­kim” yang men­da­pat im­buh­an ”per-an” dan me­nya­ta­kan mak­na tem­pat. Ka­sus ini da­pat di­pa­dan­kan de­ngan ka­ta ”ce­tak” yang ju­ga di­tam­bah de­ngan im­buh­an ”per-an”, se­hing­ga mak­na ka­ta­nya men­ja­di tem­pat un­tuk men­ce­tak. Con­toh lain­nya yang me­nya­ta­kan tem­pat ada­lah per­bu­kit­an, per­sa­wah­an, per­ke­bun­an dan lain-lain.

La­lu, ba­gai­ma­na de­ngan ka­ta ”pe­mu­kim­an”? Apa­kah peng­gu­na­an ka­ta ter­se­but ti­dak ba­ku? Ten­tu sa­ja ka­ta pe­mu­kim­an ju­ga ba­ku, te­ta­pi peng­gu­na­an­nya ti­dak me­nya­ta­kan se­buah tem­pat. Ka­ta ”pe­mu­kim­an” ju­ga ber­asal da­ri ka­ta ”mu­kim” yang men­da­pat im­buh­an ”pe(N)an” dan me­nya­ta­kan mak­na pro­ses. Con­toh da­lam ka­li­mat­nya se­per­ti: ”Pe­mu­kim­an pen­du­duk di ka­was­an ter­se­but me­ma­kan wak­tu ti­dak le­bih da­ri sa­tu pe­kan.” Ja­di, ka­ta ”pe­mu­kim­an” da­lam ka­li­mat ter­se­but mem­pu­nyai mak­na ”pro­ses me­mu­kim­kan.”

Di ma­sya­ra­kat ju­ga ma­sih se­ring di­te­mu­kan peng­gu­na­kan ka­ta ”pe­ma­ka­man,” ”pe­gu­nung­an,” ”pe­ga­dai­an”, ”pe­de­sa­an” dan lain-lain yang se­mua­nya me­nya­ta­kan tem­pat. Se­ca­ra ide­al, ji­ka me­nya­ta­kan tem­pat, se­ha­rus­nya ka­ta-ka­ta ter­se­but di­gan­ti men­ja­di ”per­ma­ka­man,” ”per­gu­nung­an,” ”per­ga­dai­an,” dan ”per­de­sa­an.” De­ngan me­nge­ta­hui se­tiap mak­na ka­ta yang di­be­ri im­buh­an, se­o­rang di­ha­rap­kan da­pat meng­gu­na­kan ka­ta ber­im­buh­an se­ca­ra be­nar dan te­pat.

Baca Juga :

Senandung Ilalang di Wajah Merbabu

Senandung Ilalang di Wajah Merbabu

Senandung Ilalang di Wajah Merbabu

Pada kerinduan yang tak sempat terjamah, pada kabut gunung dan segarnya bau edelweiss di pagi hari, pada semilirnya angin yang kadang menggigilkan tubuh, rasanya sangat ingin dekat kembali dengan semua itu. Mei. Yah, seperti tahun yang lalu, pada Mei ‘11 akhirnya kusempatkan untuk mendekap kerinduan itu. Kerinduan pada Gunung Merbabu. Memang benar kata salah seorang temanku bahwa mendaki gunung adalah candu.

Cerita bermula dari komentar status Fb temanku yang merencanakan bahwa dia akan mendaki Merbabu. Selidik punya selidik, ternyata pendakian akan dilaksanakan bersama rombongan dari LPM. Akhirnya, satu hari sebelum pendakian aku menyatakan untuk ikut. Yah, padahal statusku pada waktu itu adalah “sementara menganggur” dan seharusnya pada hari itu, aku mengikuti ujian microteaching di salah satu sekolah swasta. Namun, aku memilih mendaki gunung. Ha ha ha. Selain memang karena keinginan untuk foto-foto di sabana Merbabu (yang tahun lalu berkabut tebal dan badai), juga ada sokongan dana dari orderan menyusun buku (buku belum beres, uang sudah masuk rekening..he he).

Langsung saja. Rombongan terdiri dari 15 orang: Sigit, Djoko, Andi, Wisman, Huda, Hanif, Bambang, Imron, Qodri, Jatmiko, Tambak, Tut-tut, Aish, Desi, dan Tyas. Dari Solo (20/5) berangkat sekitar pukul 17.30 WIB. Herannya, setiap aku akan mendaki Merbabu, setiap berangkat mesti turun hujan. Perjalanan direncanakan melalui jalur Selo. Dengan beberapa hambatan (termasuk si Biru Manis saya yang ikut-ikutan mogok segala) akhirnya kami sampai basecamp sekitar pukul 22.00. Jalan ke basecamp pun sudah rusak, pokoke ancur. Setelah packing dan berdoa, pendakian pun dimulai sekitar pukul 22.30.

Keluar dari basecamp jalur yang kami lalui adalah jalan beraspal, tetapi tak sampai seratus meter kami masuk ke dalam hutan dan melalui jalan setapak. Jalan setapak agak mendaki, tetapi masih banyak “bonusnya” yakni jalan yang landai. Untuk menuju pos satu, kami memutari bukit. Semakin lama, jalanan semakin terjal dengan sebelah kanan jurang yang saya namakan jurang “buk..buk..buk..” karena waktu pendakian pertama dulu, tas saya pernah jatuh ke jurang tersebut dan bunyinya buk..buk..buk..karena jeda tertahan semak-semak. Obrolan, selentingan, dan teriakan gokil kadang kami andalkan untuk penyemangat. Tetes-tetes air sisa hujan kadang masih kami rasakan sepanjang perjalanan. Pohon-pohon yang besar masih menaungi perjalanan kami. Akhirnya, kami sampai Pos I pada pukul 00.00. Kami melepas lelah sembari memandang bulan yang kadang tertutup awan. Suasana mistis ala gunung pun terasa.

Puas istirahat, kami melanjutkan perjalanan. Bila terlalu lama istirahat, otot-otot yang sudah panas, akan cepat dingin, dan itu bisa menyebabkan kram. Bahkan kalau suhu tubuh turun karena lama tak bergerak, tubuh pun bisa drop. Perjalanan menuju Pos II hampir sama keadaannya dengan menuju Pos I. Masih kanan jurang dan dinaungi pohon-pohon. Dan sampailah kami di sebuah pertigaan, lurus atau belok kiri. Jalan lurus agak gelap dan langsung turun karena ada akar pohon yang melintang di jalan setapak. Leader langsung mengarahkan jalannya ke arah kiri. Jalan kemudian agak menanjak dengan kanan kiri rerumputan dan semak-semak.

Perjalanan terasa aneh, karena saya dulu sepertinya tidak melewati jalan setapak ini. Jalannya mendaki terus dan kanan-kiri rerumputan tinggi-tinggi. Pohon-pohonnya pun agak jarang dan kecil-kecil. Padahal, jika menuju Pos 2 harusnya masih banyak pohon-pohon besar. Setelah lama berjalan, saya pun sadar, kami tak melalui jembatan kalimati—sebuah sungai kecil dengan jembatan dari dahan-dahan pohon.

Saya bersimpulan, kami salah jalur. Senter-senter dari pendaki lain pun tampak on-off ke arah kami. Dan itu saya yakin untuk memberi sinyal bahwa kami salah jalur. Sepertinya ini adalah jalur yang biasa digunakan penduduk dan bukan jalur resmi yang biasanya dilewati pendaki. Dan memang benar, ternyata kami salah ambil jalur di pertigaan setelah Pos 1. Seharusnya kami ambil jalur lurus dan agak menurun. Tapi pendakian tetap diteruskan karena sudah kepalang tanggung. Bila harus kembali ke pertigaan tadi, sudah jauh sekali jaraknya. Kami yakin pasti ada jalur untuk ke puncak walau jalurnya bisa jadi lebih jauh dari jalur resmi. Angin berembus semakin kencang, suhu udara semakin terasa menggigilkan badan. Apalagi saya masih berkostum kaus pendek dan celana juga pendek. Langit semakin cerah, dan bulan semakin memberi banyak sinarnya.

Akhirnya, kami sampai pada sebuah tempat dengan percabangan jalan, leader mencoba lurus, tapi saya dan Tutut mengusulkan untuk mengecek jalur ke kanan karena saya rasa jalur ke puncak cenderung ke arah kanan. Setelah saya cek, ternyata jalurnya masih ada dan kelihatan. Akhirnya kami memutuskan ke kanan. Kami seperti di dalam lembah. Aroma mistis pun semakin kuat karena kami mencium aroma bebunga di sana. Entah aroma dari bunga apa, saya senidir tidak tahu. Namun, pemandangan di lembah itu sangat memesona.

Kami disajikan padang yang luas dengan hamparan ilalang yang kadang sampai setinggi perut. Ilalang seperti bersenandung dengan cahaya bulan dan diiringi irama embusan angin yang semakin dingin menusuk badan. Perjalanan agak sedikit menurun, tetapi di depan sudah disajikan siluet bukit yang terjal. Jarak antaranggota sudah mulai renggang. Ketika mendaki bukit, saya sudah mulai tidak tahan dengan dingin yang diembuskan angin ke badan. Maka saya memakai jaket yang saya taruh di tas. Lumayan, rasa dingin pun berkurang. Di antara sela istirahat, saya menikmati kentang rebus—bekal yang diberikan oleh orang tersayang.he he….

Sampai di atas bukit sekitar pukul 02.00 kurang sedikit, kami sampai di suatu tempat terbuka. Letaknya datar, tetapi tidak ada pepohonan, semua rumput dan semak. Kami pun menemukan ceruk yang lumayan meminimalisasi terpaan angin. Kami istirahat di sana. Tanpa dome dan hanya beralaskan matras dan terpal. Beberapa kawan ada yang langsung tidur. Tetapi saya enggan tertidur. Jaket parasut polar yang saya gunakan sudah tidak standar lagi. Dingin terasa sampai menusuk tulang. Akhirnya saya lebih memilih menghangatkan diri dengan duduk di depan api unggun—yang apinya sering kali mati.

Sekitar pukul 04.00 beberapa kawan sudah bangun. Suara gigil kadang kala terdengar untuk menghangatkan tubuh. Sesaat kemudian terdengar suara azan dari bawah sana. Subhanallah. Siluet gunung merapi pun sudah tampak di selatan. Hamparan langit mahasempurna pun masih tersajikan di atas kami. Hari mulai cerah, kami pun tak lupa mengabadikan pemandangan yang indah itu.

Masak-masak pun dimulai. Saya agak pasif karena kedinginan. Saya merasa badan saya tidak fit karena malam sebelum pendakian saya tidak tidur. Awal berangkat ke Selo saja, badan saya rasanya seperti turun dari mendaki. Tapi yang penting semangat dan dilandasi niat yang bersih nan kuat. Selanjutnya sarapan dimulai. Nasi+mi+sarden+telur asin..wow baru kali ini naik gunung makan nasi, pasti bisa menjadi asupan yang bagus untuk tubuh guna melawan rasa dingin.

Setelah beres-beres dan packing, kami melanjutkan perjalanan sekitar pukul 08.00. Dari sana terlihat jalur terjal khas jalur memoriam. Kami tak sadar bila kami istirahat di bawah bukit Sabana I alias kawasan Batu Tulis. Kalau kami sadar, mending istirahat di sekitar batu tulis. Tapi enggak apa-apa, walau istirahat di tempat terbuka, tetapi pemandangannya sungguh menawan. Perjalanan menuju Batu Tulis, cukup memanaskan kaki, bukitnya cukup terjal.

Sumber : https://vhost.id/temple-run-apk/

Cerita Lucu Kecele

Cerita Lucu Kecele

Cerita Lucu Kecele

Jon Koplo dan Tom Gembus adalah dua orang lulusan SMA di Wonogiri yang mengikuti ujian SNMPTN di Solo. Kebetulan tempat tes mereka berada di universitas yang mereka inginkan, yakni universitas negeri yang menurut mereka top markotop.
Singkat cerita, setelah ujian selesai pukul 11.00 WIB, mereka tidak langsung pulang tetapi ingin jalan-jalan keliling Kota Solo. Maklum, mereka masih awam dengan Kota Bengawan ini. Seharian mereka wira-wiri seantero Solo, Manahan, Balekambang, dan terakhir menghabiskan waktu di Solo Grand Mall.

Berhubung waktu sudah menjelang Magrib, sebelum pulang mereka pun mencari masjid untuk salat. Di sepanjang Jl Slamet Riyadi mereka thingak-thinguk mencari masjid, namun belum ketemu juga.

Sampai di Gladag, Gembus membelokkan motornya ke arah utara. Tiba-tiba Koplo melihat ada kubah masjid di sebelah lampu bangjo. “Mbus, itu, di depan ada masjid. Kita langsung magriban di sana saja,” tunjuk Koplo.

Begitu lampu hijau menyala, dengan mantap Gembus langsung mengarahkan motornya ke bangunan berkubah itu. Tetapi mak jegagik, ternyata mereka salah kira. Bangunan berkubah mirip masjid itu ternyata Kantor Bank Indonesia. Sambil menahan malu, mereka pun memundurkan motornya dan langsung keluar dari halaman kantor tersebut sambil ngguyu ngakak.

Sumber : https://vhost.id/car-parking-multiplayer-apk/

Galaxy S10+ “Premium” Punya RAM 12 GB dan Storage 1 TB

Galaxy S10+ “Premium” Punya RAM 12 GB dan Storage 1 TB

Galaxy S10+ “Premium” Punya RAM 12 GB dan Storage 1 TB

Seseorang yang tidak mau disebutkan namanya telah berbagi informasi kepada GSMArena. Ya! Ia berbagi informasi mengenai prototipe Samsung Galaxy S10 Series yang dipakai oleh orang dalam Samsung. Disebutkan secara tegas, bahwa Galaxy S10 akan tersedia dalam tiga ukuran.

Selain itu, informan tersebut juga menegaskan bahwa Galaxy S10 yang datang

dengan layar berukuran 5,8 inci tidak akan disebut “lite”. Sebaliknya, perangkat tersebut akan menjadi Galaxy S10 terkecil dan akan memiliki chipset serta memori yang sama seperti yang lain.

Satu-satunya pengecualian adalah versi premium terbatas dari Galaxy S10+. Ya! Disebut-sebut perangkat ini akan punya RAM yang sangat membanggakan, yakni 12 GB serta penyimpanan internal dengan kapasitas “super jumbo”, yakni 1 TB.

Galaxy S10+ akan memiliki tiga kamera belakang dan dua kamera depan,

sedangkan dua model lainnya akan punya kamera depan tunggal. Galaxy S10 yang dibangun dengan layar berukuran 6,1 inci juga memiliki tiga kamera belakang, sedangkan model 5,8 inci hanya punya dua kamera belakang.

Berbicara soal warna, gosipnya Samsung akan menghadirkan lebih banyak

pilihan, mulai dari Black, White dan Sea Green. Bahkan beberapa model lainnya akan memiliki opsi warna tambahan, seperti Blue dan Yellow. Samsung juga masih melengkapi Galaxy S10 Series dengan port jack audio 3.5 mm.

 

Baca Juga :

Render Terkini Galaxy S10E atau Galaxy S10 Lite Ikutan Muncul

Render Terkini Galaxy S10E atau Galaxy S10 Lite Ikutan Muncul

Render Terkini Galaxy S10E atau Galaxy S10 Lite Ikutan Muncul

Beberapa waktu lalu kita sudah bisa melihat bersama-sama render terbaru Galaxy S10 dan Galaxy S10+ yang diperlihatkan oleh WinFuture. Ya! Kita bisa semakin yakin bahwa Samsung akan membuat Galaxy S10 dengan dukungan kamera depan tunggal dan Galaxy S10+ dengan kamera depan ganda.

Keduanya juga dikemas dengan desain layar Infinity-O. Dan pada bagian

belakangnya, kita juga akhirnya tahu bahwa kedua smartphone ini akan dibekali tiga kamera yang diposisikan secara horizontal. Selain itu, kita pun juga yakin bahwa kedua smartphone ini bakal punya fingerprint under display.

Seperti yang kita dengan Samsung tak hanya akan menggelontorkan Galaxy S10 dan Galaxy S10+ saja, tetapi juga akan ada model yang digadang-gadang lebih murah, yakni Galaxy S10 E atau Galaxy S10 Lite. Lantas bagaimana desain smartphone ini menurut WinFuture?

Ya! Tidak berbeda dengan Galaxy S10, Samsung akan membekali Galaxy S10E

atau Galaxy S10 Lite dengan dukungan kamera depan tunggal. Desain layar yang diadopsi pun sama, yakni Infinity-O, hanya saja smartphone ini akan memakai layar datar.

Perbedaan yang mencolok adalah panel belakangnya. WinFuture menggambarkan bahwa smartphone ini akan datang dengan dukungan kamera belakang ganda. Uniknya, tidak ada pemindai sidik jari di dalam layar. Namun, Samsung tidak akan membekali smartphone ini dengan fingerprint under display.

Ya! Fitur keamanan biometrik tersebut akan ditempatkan oleh Samsung di

bingkai samping dan jika kalian melihat lebih dekat, kalian dapat melihat lekukan kecil di bingkai kanan. Di situlah tombol Power berfungsi ganda sebagai pembaca sidik jari. Tombol kecil di bawah tombol Volume adalah tombol Bixby.

 

sumber :

https://mlwcards.com/idle-tycoon-apk/

Teledor! Poster Promosi Vivo V15 Pro Tersebar di Internet

Teledor! Poster Promosi Vivo V15 Pro Tersebar di Internet

Teledor! Poster Promosi Vivo V15 Pro Tersebar di Internet

Sebelumnya sudah ada pemberitaan yang menyebutkan bahwa Vivo telah

mendistribusikan undangan ke sejumlah media di India. Ya! Di dalam undangan tersebut hanya tertera bahwa Vivo akan menggelar sebuah acara yang akan digelar pada tanggal 20 Februari 2019.

Spekulasi pun langsung bermunculan bahwa Vivo akan merilis Vivo V15 Series. Hal menarik lainnya, dari undangan yang sudah disebarluaskan itu, kita pun bisa melihat bahwa smartphone yang akan diperkenalkan itu memiliki kamera depan model pop-up.

Ya! Gambar itu pun tidak berbeda dengan rumor yang juga muncul di internet.

Disebut-sebut, Vivo V15 dan Vivo V15 Pro akan datang dengan dukungan kamera depan seperti yang dimiliki Vivo NEX. Senada dengan itu, baru-baru ini juga muncul sebuah poster yang mengungkap lebih jelas Vivo V15.

Ya! Sebuah keteledoran itu menunjukkan kepada kita bagian depan dan

belakang dari Vivo V15 Series. Satu hal yang menarik, smartphone ini memang benar akan datang dengan kamera depan model pop-up, seperti yang ada pada Vivo NEX yang diluncurkan tahun lalu.

Pada bagian belakang, bisa dilihat bahwa smartphone ini akan dicekoki dukungan tiga kamera yang diposisikan secara vertikal dan LED flash tertanam di antara lensa pertama dengan yang kedua. Tidak ada sensor sidik jari di bagian belakang, ini berarti Vivo V15 akan memiliki fingerprint under display.

 

sumber :

Jurassic World Alive 1.12.15 Full Apk + Mod (Unlimited Energy) for android