Besuk Korban MOS, ini Harapan Feby Deru

Besuk Korban MOS, ini Harapan Feby Deru

Besuk Korban MOS, ini Harapan Feby Deru

Kasus kekerasan yang terjadi saat MOS (masa orientasi siswa) di SMA Taruna

Palembang dan telah menelan korban meninggal dunia beberapa waktu lalu, menarik perhatian Ketua TP PKK Sumsel, Febrita Lustia Herman Deru dan rombongan.
Demi melihat langsung salah seorang siswa yang diduga turut menjadi korban kekerasan, Wiko Jeryanda (14) yang masih kritis di RS Charitas, Feby didampingi Wakil Ketua TP PKK Sumsel, Fauziah Mawardi Yahya pun langsung membesuk korban usai menghadiri peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Griya Agung, Rabu (17/6).

Masih mengenakan blouse jumputan berwarna coklat muda, Feby dan

rombongan tiba sekitar pukul 12.14 WIB di RS Charitas dan langsung menuju ruang ICU di lantai III tempat siswa Wiko dirawat. Saat tiba di ruangan ICU, Hj Feby Deru dan Hj Fauziah Mawardi tampak terdiam sesaat menyaksikan ibu korban, yang tengah menangis sambil memeluk dan menciumi putranya Wiko (14) yang terbaring tak berdaya.

Sesekali, dia tampak berbicara dengan ayah dan ibu korban yang masih tampak begitu shock dengan kondisi sang buah hati. Usai berbincang sesaat dengan kedua orang tua korban, dari luar ruangan ICU yang berdinding kaca, dia juga tampak berbicara serius dengan salah seorang dokter yang menangani korban.

Sekitar 15 menit di dalam ruangan ICU, Feby Deru dan Fauziah Mawardi terlihat

berpamitan. Sambil menyerahkan bantuan, ia terlihat memeluk ibu korban cukup lama. Sesekali dia berbisik sambil berupaya memberikan semangat pada ibu korban untuk tetap tabah menghadapi musibah tersebut.

“Sedih sekali ya melihatnya. Sampai gak bisa ngomong lagi saya. Sebagai seorang ibu saya mengerti betul apa yang dirasakan ibu korban dan keluarganya saat ini. Mohon doanya agar ada keajaiban untuk Wiko lekas sembuh,” ungkap Feby pelan.

Karena akibatnya yang sedemikian dahsyat itulah, ia berharap kejadian serupa tidak terulang lagi. Ia pun meminta Dinas terkait segera mengusut tuntas kasus ini, karena anak-anak yang menjadi korban ini adalah aset dan generasi bangsa.

Baca Juga :

 

Nobar, Bupati ini Bagikan Perlengkapan Sekolah

Nobar, Bupati ini Bagikan Perlengkapan Sekolah

Nobar, Bupati ini Bagikan Perlengkapan Sekolah

Tim Penggerak PKK Kabupaten Muara Enim, telah berhasil menggarap pembuatan film anak kopi. Syuting film yang berlangsung di sejumlah desa di kawasan Muara Enim digagas TP PKK sebagai ajang promosi wisata guna memperkenalkan berbagai destinasi wisata yang ada di Bumi Serasan Sekundang tersebut.

Penayangan perdana Film Anak Kopi tersebut dilakukan di Balai Agung

Serasan Muara Enim dikemas dalam bentuk nonton bareng (nobar), Rabu (10/7) malam. Nonton bareng itu diikuti juga Bupati Muara Enim Ir H Ahmad Yani, MM bersama Wakil Bupati H Juarsah SH, dan kepala OPD di lingkungan Pemkab Muara Enim serta masyarakat umum.
Tak hanya Bupati dan Wakil Bupati tapi hadir juga Ketua TP PKK Kabupaten Muara Enim Ir Hj Sumarni Ahmad Yani MSi, Ketua GOW Kabupaten Muara Enim Hj Nurhilyah Juarsah, FKPD Kabupaten Muara Enim, jajaran Perangkat Daerah Kabupaten Muara Enim, ketua-ketua Organisasi Wanita serta ratusan masyarakat Muara Enim dan tak ketinggalan seluruh Pemain Film Anak Kopi.

Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM, pada acara nonton bareng itu

mengatakan, Film Anak Kopi ini merupakan Action dalam prestasi TP PKK Kabupaten Muara Enim sebagai mitra kerja Pemerintah Kabupaten Muara Enim melalui Anak-anak muda untuk mempromosikan potensi wisata di Kabupaten Muara Enim.

“Dengan adanya film ini diharapkan bisa menjadi media Promosi Pariwisata dan Budaya Kabupaten Muara Enim kepada masyarakat luar baik nasional dan internasional,” ujarnya.

Semoga TP PKK Kabupaten Muara Enim untuk Tahun selanjutnya bisa

mengangkat “Film” lainnya yang berhubungan dengan adat istiadat, budaya yang ada di Bumi Serasan Sekundang ini. Pada acara nonon bareng itu, memberikan secara simbolis seragam sekolah dan sepatu kepada perwakilan peserta didik SD/MI, SMP/MTS dari Total 117.000 peserta didik se-Kabupaten Muara Enim. Pemberian seragam sekolah gratis itu, sebagai bentuk komitmennya dalam merealisasikan visi dan misinya kepada masyarakat Muara Enim.

 

Sumber :

https://obatsipilisampuh.id/

HD Hadiri Wisuda Cucu

HD Hadiri Wisuda Cucu

HD Hadiri Wisuda Cucu

Di tengah kesibukannya sebagai Gubernur Sumsel, Herman Deru bersama

dengan Ketua TP PKK Sumsel, Febrita Lustia masih menyempatkan diri menghadiri acara Wisuda Super Briliance Kids ke-8 dan My School ke-6 Palembang Tahun Ajaran 2018-2019, di Hotel Aston Palembang, Rabu (26/6).
Kehadiran Herman Deru dalam acara tersebut bukan tanpa alasan, yakni salah satu cucu tercintanya Muhammad Mandala Sultan Persya atau yang lebih akrab disapa dengan Danis, putra dari pasangan dr Syamsudin Isaac Suryamenggala SpOG dan Percha Leanpuri merupakan salah satu siswa yang ikut diwisuda setelah mengenyam pendidikan di sekolah tersebut.

Terlihat begitu bahagianya keluarga ini melihat Danis ikut diwisuda. Seperti

yang diungkapkan Percha Leanpuri yang mengaku sangat bangga sebagai orang tua melihat buah hatinya telah menamatkan pendidikan TK di Briliance Kids.

“Saya merasa bahagia sebagai orang tua dan mewakili para wali murid. Para

guru telah banyak memberikan ilmu yang bermanfaat untuk anak-anak kami selama sekolah ditempat ini. Mudah-mudahan ilmu yang diberikan akan dapat menjadi bekal dalam mencapai cita-cita keluarga dan bangsa,” ucap Percha dalam sambutan singkatnya mewakili para orang tua siswa.

Dalam acara Briliance Kids Ke 8 dan My School Ke 6 Palembang Tahun Ajaran 2018-2019 kali ini diisi dengan sejumlah atraksi berupa tarian dan olah vocal dari para alumni Briliance Kids dan My School. (ety)

 

Sumber :

https://lakonlokal.id/

THE IMPORTANCE OF CUSTOMER SATISFACTION

THE IMPORTANCE OF CUSTOMER SATISFACTION

THE IMPORTANCE OF CUSTOMER SATISFACTION

Abstract: Surabaya Plaza Hotel (SPH) is very well accepted by its present clientele, but nonetheless the guests have a few factors of complaint. The overall image of SPH is highly positive. SPH also provides superior quality and services. Providing the guests with satisfactory services and experiences is a key to success in the hotel industry. In order to reach a supreme level of customer satisfaction, the guests’ opinions and ideas should be employed on ongoing processes of total quality management.
Keywords: hospitality, services, customer satisfaction, improvement, competition, total quality management, Six Sigma.

Customer service is an organization’s ability to supply their customers’ wants and needs (Ward, 2007, p. 1). Customer is defined as anyone who receives that which is produced by the individual or organization that has value. Customer expectations are conti-nuously increasing. Brand loyalty is a thing of the past. Customers seek out products and producers that are best able to satisfy their requirements. A product does not need to be rated highest by customers on all dimensions, only on those they think are important (Kotelnikov, 2007, p. 1).
Customer satisfaction is a critical component of profitability. Exceptional customer service results in greater customer retention, which in turn results in higher profitability. Customer loyalty is a major contributor to sustainable profit growth. To achieve success, you must make superior service second nature of your organization. A seamless integration of all components in the service-profit chain – employee satisfaction, value creation, customer satisfaction, customer loyalty, and profit and growth – links all the critical dynamics of top customer service. Sadly, mature companies often forget or forsake the thing that made them successful in the first place: a customer-centric business model. They lose focus on the customer and start focusing on the bottom line and quarterly results. They look for ways to cut costs or increase revenues, often at the expense of the customer. They forget that satisfying customer needs and continuous value innovation is the only path to sustainable growth. This creates opportunities for new,smaller companies to emulate and improve upon what made their bigger competitors successful in the first place and steal their customers (p. 1).
In general, the hospitality industry can be characterized as highly saturated, with travellers that are ever more experienced and informed. Thus, it is an extremely competitive environment. Implementing a service quality or customer satisfaction management program to provide the hotel guests with exceedingly satisfactory services and experiences, therefore, has become an industry norm in the past three decades. High service quality and customer satisfaction have been proven to result in increased return rates of customers.
Acknowledging this prerequisite for success, the key aims of this research are 1). to gain insight into the concepts regarding customer satisfaction in the hotel industry; and 2). to explore the very needs and wants of Surabaya Plaza Hotel’s guests in order to discover the opportunities a hotel Management has in improving the experiences of current guests and in becoming most competitive in winning new custom-mers.
Surabaya Plaza Hotel (SPH) can be placed foremost in the hospitality sector of the tourism industry, since it is providing accommodation and food and beverage. Moreover, SPH is also the top 4-star hotels in Surabaya, related to occupancy or Revenue Per Available Room (Rev.PAR) as des-cribed at table 1-3.

Baca Juga :

Cara Menumbuhkan Etos Kerja

Cara Menumbuhkan Etos Kerja

Cara Menumbuhkan Etos Kerja

1. Menumbuhkan sikap optimis :
– Mengembangkan semangat dalam diri
– Peliharalah sikap optimis yang telah dipunyai
– Motivasi diri untuk bekerja lebih maju
2. Jadilah diri anda sendiri :
– Lepaskan impian
– Raihlah cita-cita yang anda harapkan
3. Keberanian untuk memulai :
– Jangan buang waktu dengan bermimpi
– Jangan takut untuk gagal
– Merubah kegagalan menjadi sukses
4. Kerja dan waktu :
– Menghargai waktu (tidak akan pernah ada ulangan waktu)
– Jangan cepat merasa puas
5. Kosentrasikan diri pada pekerjaan :
– Latihan berkonsentrasi
– Perlunya beristirahat
6. Bekerja adalah sebuah panggilan Tuhan(Khasanah, 2004)

Aspek Kecerdasan yang Perlu Dibina dalam Diri, untuk Meningkatkan Etos Kerja :
1. Kesadaran : keadaan mengerti akan pekerjaanya.
2. Semangat : keinginan untuk bekerja.
3. Kemauan : apa yang diinginkan atau keinginan, kehendak dalam bekerja.
4. Komitmen : perjanjian untuk melaksanakan pekerjaan (janji dalam bekerja).
5. Inisiatif : usaha mula-mula, prakarsa dalam bekerja.
6. Produktif : banyak menghasilkan sesuatu bagi perusahaan.
7. Peningkatan : proses, cara atau perbuatan meningkatkan usaha, kegiatan dan sebagainya dalam bekerja.
8. Wawasan : konsepsi atau cara pandang tentang bekerja.(Siregar, 2000, p.24)

Sumber : https://obatpenyakitherpes.id/

Definisi, Fungsi dan Cara Menumbuhkan Etos Kerja

Definisi, Fungsi dan Cara Menumbuhkan Etos Kerja

Definisi, Fungsi dan Cara Menumbuhkan Etos Kerja

Definisi Etos Kerja

Menurut Gregory (2003) sejarah membuktikan negara yang dewasa ini menjadi negara maju, dan terus berpacu dengan teknologi/informasi tinggi pada dasarnya dimulai dengan suatu etos kerja yang sangat kuat untuk berhasil. Maka tidak dapat diabaikan etos kerja merupakan bagian yang patut menjadi perhatian dalam keberhasilan suatu perusahaan, perusahaan besar dan terkenal telah membuktikan bahwa etos kerja yang militan menjadi salah satu dampak keberhasilan perusahaannya. Etos kerja seseorang erat kaitannya dengan kepribadian, perilaku, dan karakternya. Setiap orang memiliki internal being yang merumuskan siapa dia. Selanjutnya internal being menetapkan respon, atau reaksi terhadap tuntutan external. Respon internal being terhadap tuntutan external dunia kerja menetapkan etos kerja seseorang (Siregar, 2000 : 25)

 

Etos berasal dari bahasa yunani ethos yakni karakter, cara hidup, kebiasaan seseorang, motivasi atau tujuan moral seseorang serta pandangan dunia mereka, yakni gambaran, cara bertindak ataupun gagasan yang paling komprehensif mengenai tatanan. Dengan kata lain etos adalah aspek evaluatif sebagai sikap mendasar terhadap diri dan dunia mereka yang direfleksikan dalam kehidupannya (Khasanah, 2004:8).

 

Menurut Geertz (1982:3) Etos adalah sikap yang mendasar terhadap diri dan dunia yang dipancarkan hidup. Sikap disini digambarkan sebagai prinsip masing-masing individu yang sudah menjadi keyakinannya dalam mengambil keputusan .

Menurut kamus Webster, etos didefinisikan sebagai keyakinan yang berfungsi sebagai panduan tingkah laku bagi seseorang, sekelompok, atau sebuah institusi (guiding beliefs of a person, group or institution).

Menurut Usman Pelly (1992:12), etos kerja adalah sikap yang muncul atas kehendak dan kesadaran sendiri yang didasari oleh sistem orientasi nilai budayaterhadap kerja. Dapat dilihat dari pernyataan di muka bahwa etos kerja mempunyai dasar dari nilai budaya, yang mana dari nilai budaya itulah yang membentuk etos kerja masing-masing pribadi.

 

Etos kerja dapat diartikan sebagai konsep tentang kerja atau paradigma kerja yang diyakini oleh seseorang atau sekelompok orang sebagai baik dan benar yang diwujudnyatakan melalui perilaku kerja mereka secara khas (Sinamo, 2003,2).

 

Menurut Toto Tasmara, (2002) Etos kerja adalah totalitas kepribadian dirinya serta caranya mengekspresikan, memandang, meyakini dan memberikan makna ada sesuatu, yang mendorong dirinya untuk bertindak dan meraih amal yang optimal sehingga pola hubungan antara manusia dengan dirinya dan antara manusia dengan makhluk lainnya dapat terjalin dengan baik. Etos kerja berhubungan dengan beberapa hal penting seperti:
a. Orientasi ke masa depan, yaitu segala sesuatu direncanakan dengan baik, baik waktu, kondisi untuk ke depan agar lebih baik dari kemarin.
b. Menghargai waktu dengan adanya disiplin waktu merupakan hal yang sangat penting guna efesien dan efektivitas bekerja.
c. Tanggung jawab, yaitu memberikan asumsi bahwa pekerjaan yang dilakukan merupakan sesuatu yang harus dikerjakan dengan ketekunan dan kesungguhan.
d. Hemat dan sederhana, yaitu sesuatu yang berbeda dengan hidup boros, sehingga bagaimana pengeluaran itu bermanfaat untuk kedepan.
e. Persaingan sehat, yaitu dengan memacu diri agar pekerjaan yang dilakukan tidak mudah patah semangat dan menambah kreativitas diri.

 

Secara umum, etos kerja berfungsi sebagai alat penggerak tetap perbuatan dan kegiatan individu sebagai seorang pengusaha atau manajer. Menurut A. Tabrani Rusyan, (1989) fungsi etos kerja adalah:

(a) pendorang timbulnya perbuatan
(b) penggairah dalam aktivitas
(c) penggerak, seperti; mesin bagi mobil, maka besar kecilnya motivasi yang akan menentukan cepat lambatnya suatu perbuatan.

Sumber :https://indianapoliscoltsjerseyspop.com/

ILMU SOSIAL DASAR

ILMU SOSIAL DASAR

ILMU SOSIAL DASAR

Hakikat Ilmu Sosial Dasar
Ilmu Sosial Dasar (ISD) membicarakan hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya. Hubungan ini dapat diwujudkan kenyataan sosial, kenyataan sosial inilah yang menjadi titik perhatiannya. Ilmu Sosial Dasar memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk melengkapi gejala-gejala sosial agar daya tanggap, persepsi, dan penalaran kita dalam menghadapi lingkungan sosial. Ilmu sosial bukanlah suatu bidang keahlian ilmu-ilmu sosial tertentu, seperti politik, antropologi dan sebagainya, tetapi menggunakan pengertian-pengertian berasal dari berbagai bidang ilmu sosial seperti ilmu politik, sosiologi, sejarah dan sebagainya.

Tujuan Ilmu Sosial Dasar
Ilmu Sosial Dasar Bertujuan membantu perkembangan kepribadian serta perluasan wawasan perhatian, pengetahuan dan pemikiran mengenai berbagai gejala yang ada dan timbul dalam lingkungannya, khususnya gejala yang berkenaan dengan masyarakat sehingga daya tanggap, persepsi dan penalaran berkenaan dengan lingkungan sosial dapat dipertajam.

Ruang Lingkup Ilmu Sosial Dasar
Adapun ruang lingkup pada Ilmu Sosial dasar adalah sebagai berikut:

1. Kenyataan-kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah sosial tertentu.

2. Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial.

Sebagai contoh dari konsep dasar semacam ini misalnya konsep keanekaragaman, dan konsep kesatuan sosial.

3. Masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan sosial yang antara satu dengan yang lainnya saling berkaitan.

Kajian-kajian pada Ilmu Sosial Dasar
Yang menjadi kajian pada ilmu sosial dasar yaitu:

1. Antropologi

suatu ilmu dari totalitas eksistensi manusia. Transaksi disiplin dengan integrasi berbagai aspek Ilmu Sosial, Humaniora, dan Biologi Manusia. Ilmu-ilmusosial umumnya berusaha untuk mengembangkan metode ilmiah untuk memahami fenomena sosial dengan cara digeneralisasikan, meskipun biasanya dengan metode yang berbeda dari orang-orang dari ilmu-ilmu alam. Ilmu-ilmu sosial antropologis sering mengembangkan deskripsi bernuansa dari pada hukum umum diturunkan dalam fisika atau kimia, atau mereka dapat menjelaskan kasus-kasus individu melalui prinsip-prinsip yang lebih umum, seperti dalam banyak bidang psikologi.

2. Komunikasi Studi
Komunikasi Studi mengintegrasikan aspek-aspek ilmu sosial dan humaniora. Sebagai ilmu sosial, disiplin sering tumpang tindih dengan sosiologi, psikologi, antropologi, biologi, ilmu politik, ekonomi, dan kebijakan publik.
3. Ekonomi
Ekonomi adalah ilmu sosial yang bertujuan untuk menganalisis dan menggambarkan produksi, distribusi, dan konsumsi kekayaan. Ekonomi memiliki dua cabang yang luas contohnya ekonomi mikro di mana unit analisis adalah agen individu, seperti rumah tangga atau perusahaan, dan makro ekonomi di mana unit analisis adalah ekonomi secara keseluruhan.
4. Pendidikan
Pendidikan meliputi mengajar dan belajar spesifik keterampilan, dan juga sesuatu yang kurang nyata tetapi lebih mendalam yaitu menanamkan pengetahuan, positif penghakiman dan berkembang dengan baik kebijaksanaan pendidikan manusia individu dimulai saat lahir dan berlanjut sepanjang hidup.
5. Geografi
Sebagai disiplin ilmu dapat dibagi secara luas menjadi dua sub bidang utama yaitu geografi manusia dan geografi fisik. Geografi fisik mengkaji fenomena yang berkaitan dengan iklim, lautan, tanah, dan pengukuran bumi. Geografi manusia berfokus pada bidang yang beragam seperti geografi Budaya, transportasi, kesehatan, militer operasi, dan kota-kota.
6. Sejarah
Sejarah adalah narasi, sistematis dan terus menerus penelitian peristiwa manusia masa lalu sebagaimana ditafsirkan melalui paradigma historiografi atau teori, seperti TesisTurner tentang perbatasan Amerika. Sejarah memiliki basis di kedua ilmu-ilmu sosial dan humaniora.
7. Hukum
Hukum dalam bahasa umum, berarti aturan yang (tidak seperti aturan etika ) mampu melalui lembaga-lembaga penegakan hukum. Namun, banyak hukum yang didasarkan pada norma-norma diterima oleh masyarakat dan dengan demikian memiliki landasan etika.
8. Linguistik
Linguistik menyelidiki aspek kognitif dan sosial dari bahasa manusia. Mayoritas dari penelitian modern dalam linguistik mengambil didominasi sinkronis perspektif (berfokus pada bahasa pada titik tertentu dalam waktu), dan banyak dari itu sebagian karena pengaruh Noam Chomsky bertujuan merumuskan teori pengolahan kognitif bahasa.

9. Ilmu politik
Ilmu politik adalah akademik dan penelitian disiplin yang berhubungan dengan teori, praktek politik, deskripsi dan analisis sistem politik serta perilaku politik. Bidang dan sub bidang ilmu politik termasuk ekonomi politik, teori politik dan filsafat, kewarganegaraan dan politik komparatif, teori demokrasi langsung, pemerintahan apolitis, demokrasi langsung partisipatif, sistem nasional, lintas nasional analisis politik, pembangunan politik, hubungan internasional, kebijakan luar negeri, hukum internasional, politik, administrasi publik, perilaku administrasi, hukum publik, perilaku hukum, dan kebijakan publik. Ilmu politik secara metodologis beragam, meskipun beberapa tahun terakhir telah menyaksikan kebangkitan dalam penggunaan metode ilmiah.

Baca Juga :

Tipe-tipe Keluarga

Tipe-tipe Keluarga

Tipe-tipe Keluarga

Keluarga Dalam Masyarakat Praliterasi

Terdapat 2 faktor penting yang berbeda dalam penentuan pola organisasi keluarga praliterasi. Pertama adalah cara menentukan garis keturunan, apakah berdasarkan garis keturunan dari laki-laki (pratrilineal) atau wanita (matrilineal). Kedua adalah menurut tempat tinggal pasangan setelah menikah.

– Keluarga Maternal

Dalam beberapa masyarakat praliterasi ini disusun dari ibu, anak laki-lakinya, anak perempuannya, dan anak-anak dari anak perempuannya. Setelah menikah anak laki-lakinya terus tinggal dengan ibu mereka dan hanya merupakan tamu dari keluarga istri mereka, yang juga bertempat tinggal dengan ibu perempuan sendiri.

– Keluarga Paternal

Atas kondisi tertentu keluarga pada masa praliterasi diatur sesuai dengan keturunana paternal,di mana wanita yang menikah akan tinggal bersama suaminya di rumah ibu-bapaknya, serta saudara laki-lakinya yang telah menikah beserta dengan istri-istri dan anak-anak mereka. Kehidupan anak, seperti pada keluarga maternal, banyak diurus atas pengaruh kaum keluarga.

– Keluarga Historis

Keluarga Patriarkat Luas (Extended Patriarchal Family)

Pada masyarakat kuno, keluarga patriarkal luas adalah ciri-ciri dari bentuk kekeluargaan. Hal ini biasa ditemui di China, India, dan jepang. Pada saat sekarang ini mungkin mayoritas dari ras manusia yang hidup pada negara-negara yang masih memperhatikan tipe organisasi keluarga yang seperti ini, sedikit banyak akan menggunakan kontrol yang absolut atas istri-istrinya, anak-anak perempuannya yang belum menikah, anak laki-lakinya.

– Keluarga Demokratis Modern

Revolusi industri telah menyebabkan hancurnya keluarga patriarkal kecil dan timbulnya keluarga demokratis. Pada saat pemuda-pemuda desa dapat memperoleh kebebasan tanah atau seorang pemuda di kota dapat memperoleh suatu pekerjaan di pabrik, kekuasaan orang tua telah banyak mengalami kelemahan. Orang-orang muda telah mengatur perkawinan mereka sendiri dan membentuk rumah tangga sendiri.

  • Pengertian Masyarakat

Masyarakat merupakan salah satu satuan sosial sistem sosial, atau kesatuan hidup manusia. Istilah inggrisnya adalah society, sedangkan masyarakat itu sendiri berasal dari bahasa Arab Syakara yang berarti ikut serta atau partisipasi, kata Arab masyarakat berarti saling bergaul yang istilah ilmiahnya berinteraksi.

Sumber : https://freemattandgrace.com/

Pokok Masalah Tentang Individu, Keluarga dan Masyarakat

Pokok Masalah Tentang Individu, Keluarga dan Masyarakat

Pokok Masalah Tentang Individu, Keluarga dan Masyarakat
  • Pengertian Individu

Individu berasal dari kata individum (Latin), Yaitu satuan kecil yang tidak dapat dibagi lagi. Individu menurut konsep Sosiologis berarti manusia yang hidup berdiri sendiri. Individu sebagai mahkluk ciptaan Tuhan di dalam dirinya selalu dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi raga, rasa, rasio, dan rukun.

  1. Raga, merupakan bentuk jasad manusia yang khas yang dapat membedakan antara individu yang satu dengan yang lain, sekalipun dengan hakikat yang sama
  2. Rasa, merupakan perasaan manusia yang dapat menangkap objek gerakan dari benda-benda isi alam semesta atau perasaan yang menyangkut dengan keindahan
  3. Rasio atau akal pikiran, merupakan kelengkapan manusia untuk mengembangkan diri, mengatasi segala sesuatu yang diperlukan dalam diri tiap manusia dan merupakan alat untuk mencerna apa yang diterima oleh panca indera.
  4. Rukun atau pergaulan hidup, merupakan bentuk sosialisasi dengan manusia dan hidup berdampingan satu sama lain secara harmonis, damai dan saling melengkapi. Rukun inilah yang dapat membantu manusia untuk membentuk suatu kelompok sosial yang sering disebut masyarakat

Dalam ilmu sosial individu merupakan bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil.

  • Pengertian Keluarga dan Fungsi Keluarga

Keluarga (bahasa Sanskerta: “kulawarga”; “ras” dan “warga” yang berarti “anggota”) adalah lingkungan yang terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah.

Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu, memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab di antara individu tersebut.

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.

Menurut Salvicion dan Celis (1998) di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.

– Fungsi Keluarga

Fungsi keluarga menurut Friedman 1998 (dalam Setiawati & Santun, 2008) adalah :
a)    Fungsi Afektif
Fungsi afektif adalah fungsi internal  keluarga sebagai dasar kekuatan keluarga. Didalamnya terkait dengan saling mengasihi, saling mendukung dan saling menghargai antar anggota kelurga.
b)    Fungsi Sosialisasi
Fungsi sosialisasi adalah fungsi yang mengembangkan proses interaksi dalam keluarga. Sosialisasi dimulai sejak lahir dan keluarga merupakan tempat individu untuk belajar bersosialisasi
c)    Fungsi Reproduksi
Fungsi reproduksi adalah fungsi keluarga untuk meneruskan kelangsungan keturunan dan menambah sumber daya manusia.
d)    Fungsi Ekonomi
Fungsi ekonomi adalah fungsi keluarga untuk memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarganya yaitu : sandang, pangan dan papan.
e)    Fungsi Perawatan Kesehatan
Fungsi perawatan kesehatan adalah fungsi keluarga untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan dan merawat anggota keluarga yang mengalami masalah kesehatan.

Sumber : https://merpati.co.id/

ITS Siapkan 13 Bus Mudik Bersama Gratis untuk Lebaran 2019

ITS Siapkan 13 Bus Mudik Bersama Gratis untuk Lebaran 2019

ITS Siapkan 13 Bus Mudik Bersama Gratis untuk Lebaran 2019

Pulang kampung atau mudik saat lebaran sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia dari tahun ke tahun. Untuk membantu masyarakat sekitar agar bisa mudik dengan nyaman saat Lebaran tahun ini, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menggelar kegiatan Mudik Bersama (Muber) secara gratis yang akan diberangkatkan serentak pada 2 Juni 2019 mendatang.

Kegiatan Muber ini merupakan agenda rutin ITS tiap lebaran yang juga bagian

dari program Ramadan di Kampus (RDK) yang tahun ini memasuki ke-40 dengan menggandeng Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur. Peserta Muber gratis ini tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa ITS. “Muber gratis ini juga terbuka bagi masyarakat umum dan mahasiswa perguruan tinggi lain lainnya di Surabaya,” tutur Muhammad Saad Salahudin, koordinator Muber 2019 ini.

BACA JUGA – Perluas Mitra, ITS Jalin Kerjasama dengan Universitas Taiwan

Terdapat delapan rute perjalanan yang akan dilalui 13 bus yang disediakan. Yakni rute Kertosono-Trenggalek, Situbondo-Banyuwangi Utara, Karangjati-Ngawi, Malang-Blitar, Jember-Banyuwangi Selatan, Madiun-Ponorogo, Madiun-Magetan, dan Bojonegoro. “Satu bus akan melalui satu rute, kecuali rute Kertosono-Trenggalek dilalui dua bus dan Jember-Banyuwangi Selatan serta Madiun-Ponorogo dilalui tiga bus,” jelas mahasiswa yang akrab disapa Saad ini.

Dikatakan Saad, pendaftaran Muber ini dibuka mulai tanggal 6-24 Mei 2019

dengan proses pendaftaran yang bisa dibilang cukup mudah. “Pendaftar hanya membawa fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK), bisa sendiri atau diwakilkan”, imbuh mahasiswa tahun kedua itu. Stan pendaftaran juga dibuka setiap hari dari pukul 09.00 hingga pukul 17.00 di area Serambi Selatan Masjid Manarul Ilmi ITS.

Berbeda dari tahun lalu, pendaftar Muber tahun ini bisa memilih nomor tempat duduk ketika proses pendaftaran. “Jadi, siapa yang lebih dulu mendaftar, bisa bebas memilih tempat duduk yang dianggapnya nyaman,” ujarnya. Namun, pendaftar yang usianya masih di bawah lima tahun tidak bisa mendapatkan tempat duduk, jadi harus digendong atau dipangku oleh orang tuanya sendiri.

Saat ditanyai terkait kuota pendaftar, Saad menjelaskan untuk Muber ini bisa

menampung 559 pendaftar, dengan tiap bus berisi 43 tempat duduk. “Hingga hari ini (21/5), pendaftar sudah cukup banyak, sudah mencapai lebih dari tiga ratusan orang,” klaim mahasiswa Departemen Teknik Industri itu. Ia optimistis jumlah tersebut akan terus meningkat dan bisa memenuhi kuota yang ada pada hari terakhir pendaftaran.

 

Baca Juga :