Arsitektur Pada MMS

Arsitektur Pada MMS

Arsitektur Pada MMS

Gambaran umum arsitektur MMS, MMSE (MMS Environment) meliputi seluruh elemen layanan yang dibutuhkan untuk mengirim, menyimpan dan pemberitahuan (notification). MMSE dapat diletakkan dalam satu jaringan atau terdistribusi dalam beberapa jaringan berbeda. MMS menggunakan teknologi WAP untuk komunikasi selular. Jaringan MMS dibangun pada arsitektur WAP, dalam hal ini WAP gateway menyediakan akses standar fasilitas WAP seperti HTTP, OTA dan kemampuan lainnya. Pesan multimedia dikirim oleh WSP (WAP Session Protocol) dan HTTP.

Koneksi antar tipe jaringan yang berbeda dilakukan oleh IP (Internet Protocol) dan juga dilengkapi messaging protocolMMS server bertanggung jawab menyimpan dan menangani pesan yang masuk dan keluar, mengatur aliran pesan multimedia dari dan ke telepon selular, dan telepon selular ke internet. Sebaliknya, MMS server juga menyediakan media penyimpanan dan operasional yang mendukung pesan multimedia. Tergabung dengan MMS server adalah MMS proxy relay, yang bertanggung jawab mengirimkan pesan antar messaging sistem yang berbeda, menentukan nilai data (Call Detail Record), dan mengidentifikasi kemampuan terminal telepon selular penerima. MMS proxy relay juga bertanggung jawab mengkonversi pesan MMS yang disesuaikan menurut kemampuan telepon selular penerima dan menjaga kompabilitasnya. Misalnya jika sebuah terminal MMS mengirim pesan beresolusi warna tinggi ke terminal MMS yang hanya mendukung warna hitam-putih, resolusi citra rendah, MMSC akan mengkonversi gambar tersebut kedalam bentuk hitam-putih. Fungsi ini juga diterapkan pada video klip, gambar dan file-file audio. MMS proxy relay berkaitan dengan aplikasi yang dijalankan pada MMS untuk mengembangkan berbagai aspek layanan seperti store and forward, menjamin pengiriman, data pelanggan, operator constraint dan informasi tagihan.

Basis data pemakai MMS terdiri dari satu atau lebih entitas yang berisi informasi pemakai, seperti langganan dan konfigurasi (contohnya profil pemakai dan lokasinya). MMS user agent berfungsi sebagai application layer yang terletak pada telepon selular atau alat komunikasi lain yang mampu menampilkan, menggabungkan dan menangani (mengirim, menerima, menghapus, dan lainnya) pesan MMS.

File yang akan dikirimkan (baik itu berupa teks, gambar, maupun audio dan video) akan dikonversikan terlebih dahulu pada telepon selular ke dalam format file .mpryang merupakan format file standar dari MMS.

Baca Juga :

Arsitektur SMS Pada Jaringan GSM

Arsitektur SMS Pada Jaringan GSM

Arsitektur SMS Pada Jaringan GSM

Elemen-elemen utama pada arsitektur SMS terdiri dari SME (Short Message Entity), SMSC (SMS Service Centre) dan Email Gateway yang terkoneksi dengan elemen-elemen pada GSM sebagai channelpenghantar.

SME adalah elemen yang dapat mengirim atau menerima SMS tetapi tidak berada dalam scopespesifikasi GSM. SME dapat berupa software aplikasi pada mobile handset, namun dapat juga berupa perangkatfacsimile, perangkat telex, remote internet server dan lain-lain. Sebuah SME dapat berupa server yang terkoneksi dengan SMSC secara langsung atau melalui gateway.

SMSC memegang peran kunci dalam arsitektur SMS. SMSC dapat terintegrasi sebagai bagian dari mobile network (contoh: terintegrasi dengan MSC) atau sebagai entitas network independent. Fungsi utama SMSC adalah menyampaikan SMS dengan prinsip Store and Forward serta menyampaikan pesan konfirmasi atas pengiriman SMS kepada MS pengirim. Apabila MS tujuan dalam keadaan aktif dan menerima SMS yang dikirimkan, maka MS penerima akan mengirimkan pesan konfirmasi kepada SMSC yang menyatakan bahwa SMS telah diterima.

Kemudian SMSC akan mengirimkan pesan konfirmasi tersebut kepada MS pengirim. Namun jika MS tujuan dalam keadaan mati atau di luar jangkauan, maka SMS akan disimpan pada SMSC sampai periode validitas terpenuhi. Jika periode validitas terlewati maka SMS akan dihapus dari SMSC dan SMSC akan menyampaikan pesan konfirmasi kepada MS pengirim yang menyatakan bahwa pesan yang dikirim gagal. Proses pengiriman SMS dapat diilustrasikan melalui gambar berikut.

Sumber : https://earlraytomblin.com/

Aplikasi Asupan Gizi

Aplikasi Asupan Gizi

Aplikasi Asupan Gizi

Kemajuan teknologi pada saat ini yang berkembang dengan sangat pesat, khususnya dalam bidang komputer yakni Teknologi Informasi. Teknologi Informasi membuat komputer bukan merupakan hal yang asing bagi manusia dan sudah dijadikan suatu fasilitas yang dapat membantu atau mempermudah segala bentuk kebutuhan manusia akan kebutuhan informasi dan teknologi. Kemampuan komputer untuk mengolah informasi saat ini sudah tidak diragukan lagi, hal ini terlihat dengan banyaknya aplikasi yang dibuat untuk membantu kinerja dan meningkatkan produktifitas suatu badan usaha.

Badan usaha yang penulis pilih adalah Rumah Sakit. Didalam struktur organisasi rumah sakit tentunya mempunyai beberapa bagian/divisi yang saling mendukung antara yang satu dengan yang lainnya. Pada bagian ahli gizi mempunyai tugas menghitung asupan gizi yang harus dikonsumsi pasien, baik rawat inap maupun rawat jalan. Tentunya perhitungan ini dilakukan dengan beberapa tahapan dan juga membutuhkan waktu ekstra. Dengan demikian, peran teknologi informasi sangat diperlukan untuk mendukung kinerja pada bagian ahli gizi tersebut.

Ada beberapa penyakit yang harus diperhatikan dalam perhitungan dan pemberian menu makanan untuk pasien. Salah satunya penyakit jantung.

Penyakit jantung adalah penyakit yang mengganggu sistem pembuluh darah dan urat-urat darah, sehingga terhentinya aliran darah, meskipun hanya sesaat dapat mengakibatkan sebagian sel jantung mati.

Bagi penderita penyakit ini harus menjaga pola makannya untuk menjaga daya tubuhnya. Adapun asupan gizi yang harus diperhatikan adalah makanan yang rendah akan garam, kadar kalori hanya boleh antara 100-700 kalori saja dan masih ada beberapa aturan dalam asupan gizi untuk penderita penyakit ini.

Berdasarkan hal tersebut, penulis tertarik untuk membuat suatu aplikasi yaitu APLIKASI ASUPAN GIZI PADA MENU MAKANAN PENDERITA PENYAKIT JANTUNG MENGGUNAKAN MICROSOFT VISUAL BASIC.NET 2008.

1.2 Batasan Masalah

Agar dapat terarah kepada sasaran yang telah ditentukan, maka penulis memberi batasan masalah yang hanya membahas pembuatan aplikasi asupan gizi pada menu makanan penderita penyakit jantung dengan menggunakan Microsoft Visual Basic.Net.

1.3 Tujuan

Adapun tujuan dari pembuatan aplikasi ini adalah mempermudah serta mempercepat proses perhitungan nilai asupan gizi yang ideal bagi pasien penderita penyakit jantung dan diharapkan dapat membantu pekerjaan para ahli gizi.

1.4 Metode Penulisan

Dalam hal pengumpulan data dan pembentukan konsep, penulis menggunakan studi literatur seperti wawancara dan studi pustaka terhadap modul yang diberikan oleh seseorang yang meminta dibuatnya aplikasi ini.

Selanjutnya pada proses pembuatan aplikasi, penulis melakukan studi pustaka dari buku yang terkait dalam perancangan aplikasi dengan menggunakan Microsoft Visual Basic.NET.

1.4.1 Perangkat yang Dibutuhkan

Dalam pembuatan aplikasi ini, perangkar keras yang diperlukan adalah 1 unit komputer pribadi dengan spesifikasi processor Pentium 4, RAM (512MB), harddisk 80Gb, dengan sistem operasi Windows XP Professional serta membutuhkan perangkat lunak seperti Microsoft Visual Basic.NET.

1.4.2 Prosedur Pembuatan Aplikasi
Dalam pembuatan aplikasi tentunya ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, mulai dari analisa kebutuhan sampai dengan uji coba aplikasi tersebut. Berikut tahapan-tahapan tersebut :

1. Analisa Kebutuhan
Pada tahap ini dapat diketahui kebutuhan apa saja yang diperlukan sehingga dapat tercapainya tujuan yang telah ditentukan.

2. Perencanaan
Tahap ini melakukan perencanaan pembuatan aplikasi yang harus sesuai dengan kebutuhan yang diperluakan para ahli gizi untuk mempermudah serta mempersingkat waktu bekerjanya.

3. Perancangan
Pada tahap ini akan dibuat gambaran atau blueprint seperti diantaranya, story board dan rancangan antar muka dari aplikasi tersebut.

4. Implementasi
Langkah selanjutnya adalah melakukan installasi perangkat lunak yang dibutuhkan, proses pembuatan database, dan pembuatan aplikasi.

5. Uji Coba
Tahap terakhir adalah tahap uji coba apli kasi dengan cara melakukan debugging berkali-kali untuk mengetahui apakah aplikasi yang dibuat sudah lepas dari kerusakan atau kekuranngan fungsi, jika belum sesuai maka dapat disempurnakan kembali.

Sumber : https://cloudsoftwareprogram.org/

127 Pelajar Bogor Belajar Jadi Jurnalis

127 Pelajar Bogor Belajar Jadi Jurnalis

127 Pelajar Bogor Belajar Jadi Jurnalis

Sebanyak 127 pelajar tingkat SMA sederajat Kota dan Kabupaten Bogor mengikuti diklat jurnalistik yang diselenggarakan gabungan jurnalis MAN 1 Kota Bogor. Kegiatan yang mengusung tema ‘Interpretasi Era Melenial Terkait Harmonisasi dan Alam’ berlangsung di Kampus UIKA Bogor pada Sabtu (19/10).

Dalam kegiatan ini, penyelenggara menampilkan materi-materi tentang

keredaksian. Termasuk, memberikan materi tentang teknik-teknik pengambilan gambar atau fotografi. “Geliat perkembangan Pers bagi pelajar belakangan ini perlu disikapi dengan baik dan perlu dikembangkan. Tujuannya, agar membuka cakrawala berpikir para generasi milenial,” kata ketua panitia pelaksana, Satria Sesar Pratama.

“Untuk itu, gabungan Jurnalis MAN 1 Kota Bogor perlu menyelenggarakan Pekan Jurnalistik ini, agar mereka tidak ketinggalan informasi dan perkembangan Jurnalistik,” sambung dia.

Sementara itu, dihadapan para pelajar Wartawan TV ONE yang hadir sebagai

narasumber mewakili Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor, Eko Hadi Lesmono, menjelaskan mengenai teknik-teknik penulisan pemberitaan, peliputan, editing serta penyajian keredaksian, terutama penulisan keredaksian pada Majalah Dinding (Mading) di sekolah.

“Mading itu proses pembuatannya mudah, tetapi keberadaannya kurang diminati, karena penyajiannya tidak menarik. Padahal Mading memiliki manfaat yang sangat luas, bagi para pelajar, terutama dalam menyajikan informasi, baik secara internal maupun eksternal. Untuk itu, teknik penyajian majalah dinding itu perlu di inovasi lebih lengkap lagi, agar lebih menarik dan diminati para pelajar,” katanya.

Pada kesempatan ini, Eko juga mensosialisasikan mengenai Kode Etik

Jurnalistik, yang merupakan pijakan bagi seorang Jurnalis, dalam menjalankan tugas liputannya, agar tidak keluar dari etika seorang jurnalis.

“Tulisan seorang wartawan tanpa fakta dan data, adalah melanggar Kode Etik Jurnalistik dan tulisannya bisa dikatagorikan sebagai hoks atau berita palsu dan hal-hal seperti itu yang harus dihindari,” pesannya

 

Baca Juga :

HUT RI, Ajang Mengenang Masa Perjuangan

HUT RI, Ajang Mengenang Masa Perjuangan

HUT RI, Ajang Mengenang Masa Perjuangan

Dalam rangka memperingati HUT RI ke 72, berbagai cara masyarakat

merayakannya. Begitu juga di SMPN 3 Kota Jambi, dimana mereka memanfaatkan moment ini untuk mengenang kembali masa perjuangan para pejuang dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan.

“Ini sebagai moment mengenang hal positif kepada peserta didik,” ungkap M. Yusmi, Kepala SMPN 3 Kota Jambi saat ditemui kemarin.

Disampaikannya, generasi muda tentunya memiliki peran penting dalam

menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI. Seiring dengan itu, perkembangan zaman yang begitu pesat juga sangat berdampak pada generasi muda.

Oleh karena itu, menurutnya pada moment HUT RI ini, peserta didik diajak mengenang serta mengulas kembali bagaimana perjuangan rakyat Indonesia dalam memperebutkan kemerdekaan.

“Nantinya akan kita ajak siswa merenung kembali perjuangan memperebutkan

sekaligus mempertahankan NKRI. Sebagai motivasi kepada peserta didik itu sendiri,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa sebagai generasi muda, pelajar tidak hanya dituntut untuk belajar. Tetapi juga bagaimana mengembangkan perannya sebagai warga negara Indonesia. Salah satunya dengan terus berprestasi hingga mengharumkan nama Indonesia.

“Kita harapkan siswa didik dapat terlepas dari pengaruh buruk perkembangan zaman, seperti narkoba, balapan liar dan hal-hal lainnya. Sebaliknya, mereka kita inginkan agar berprestasi dan berguna bagi agaman, nusa dan bangsa,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/38LTHBN

Fakultas Adab Gelar Workshop Penulisan Karya Sastra Inggris

Fakultas Adab Gelar Workshop Penulisan Karya Sastra Inggris

Fakultas Adab Gelar Workshop Penulisan Karya Sastra Inggris

Jurusan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri

(UIN) STS Jambi pada Sabtu (16/12) kemarin menggelar Workshop Penulisan Karya Sastra Inggris dan Karya Ilmiah.

Dekan Fakuktas Adab dan Humaniora UIN STS Jambi, Prof. Dr. Maisah, MPd.I mengatakan, kegiatan ini penting dilaksanakan untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa Jurusan Sastra Inggris.

“Tujuannya agar dapat memiliki wawasan dalam menciptakan sebuah sastra Inggris dan karya ilmiah yang berkualitas,” jelas Maisah kemarin.

Ditambahkannya, penulisan karya sastra Inggris dan karya ilmiah harus

dikuasai oleh mahasiswa. Agar dapat menciptakan sebuah karya tulisan dengan kualitas yang baik. Bahkan bisa menembus ataupun bersaing dengan tulisan nasional ataupun internasional.

“Karya ilmiah adalah wahana untuk melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitian dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis. Dimana diharapkan menjadi wahana transformasi antara seorang penulis dengan pihak lainnya,” tambahnya.

Dalam kegiatan ini pihak panitia menghadirkan 3 narasumber yang

berkompeten di bidang penulisan karya sastra Inggris dan karya ilmiah. Diantaranya Berlian Santosa, Hadiyanto, Ph.D dan Dr. Alfian.

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/F6QD9LS

Beragam pendapat tentang pemrograman

Beragam pendapat tentang pemrograman

Beragam pendapat tentang pemrograman

Banyak yang mengatakan bahwa pemrograman itu sulit dan banyak pula berkata sebaliknya. Saya masih ingat sebuah penyataan dari mantan bos saya seorang pakar yang menyandang gelar DR. bidang teknologi Industri dan juga mengajar teknologi Informasi “Saya mempelajari bahasa pemrogman dan secara teoritis saya memahaminya, namun saya tidak bisa membuat sebuah program aplikasi yang dapat digunakan dalam aplikasi bisnis”.

Banyak pula dari teman-teman saya yang telah menyelesaikan pendidikan jenjang S1 teknologi informasi, tidak bisa membuat program aplikasi. dan banyak pula yang berkata “Saya tidak berlatar belakang pendidikan teknologi informatika tapi saya bisa menguasai beberapa bahasa pemrograman karena pemrograman itu mudah untuk diperlajari”. Sedangkan saya sendiri masuk perguruan tinggi bidang teknologi Informasi setelah saya menjadi programmer komputer. Bagi saya Perguruan tinggi bidang teknologi informasi adalah sebagai wadah untuk menambah pengetahuan secara formal dibidang ini. Mulanya saya sangat bangga dengan kemampuan yang saya miliki, katakanlah sedikit sombong sesuai dengan jamannya, waktu itu tidak banyak yang akses dalam programming dan permasalahan bisnis tidak sekompleks sekarang dan juga karena rendahnya ilmu pengetahuan dibidang ini, Yang punya komputer saja masih jarang. Waktu itu menjawab setiap permasalahan menenai sistem infromasi terasa mudah karena bisanya hanya itu dapat diartikan kurang dapat dipertanggungjawabkan.  Setelah masuk perguruan tinggi  dan semakin banyak yang saya pelajari, ternyata masih sangat banyak yang harus saya pelajari dan semakin banyak dipelajari muncul yang baru lagi. Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat membuat ilmu yang telah kita miliki menjadi usang.

Dulu saya beranggapan pemrograman itu mudah, ternyata tidak demikian, pemrograman menuntut proses kerativitas dan seni dan tidak semua orang memilikinya. Dulu saya dapat menjawab setiap persoalan menyangkut informasi dengan mudah tetapi sekarang teknologi informasi semakin kompleks sehingga perlu waktu untuk berfikir. Teknologi berkembang sangat pesat seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan informasi. Apa yang dulu tidak dipermasalahkan sekarang jadi masalah. Untuk menjadi programmer yang handal harus menyediakan waktu yang banyak untuk berlatih dan belajar tuntas serta harus mengarah kepada spesialisasi.

Saya mempelajari banyak bahasa pemrograman ternyata kebanyakan tidak digunakan dan mejadi lupa. Dari pengalaman tersebut saya menyarankan kepada anda yang baru memulai atau yang sedang belajar, sebaiknya pilihlah satu bahasa pemrograman yang terpopuler saat ini dan bahasa pemrograman serta bidang ilmu pengetahuan lain yang berkoloborasi dengan pilihan anda, sehingga anda mempunyai satu set pengetahuan pemrograman yang dapat diaplikasikan.

Bila itu sudah anda miliki terserah anda untuk mempelajari yang lain agar anda dapat mengukuti trend teknologi yang selalu bergeser. Namu perlu anda ketahui, prinsip dasarnya bahasa pemrograman adalah sama dan perbedaannya hanya pada kemajuan teknologi yang diaplikasikan dan cara penulisan perintah.

Baca Juga :

PERGESERAN TEKNOLOGI

PERGESERAN TEKNOLOGI

PERGESERAN TEKNOLOGI

Di masa lalu, masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dan jasa mereka dengan menggunakan teknologi hard automation. Sejak pertengahan Abad XX, terjadi perubahan teknologi yang dimanfaatkan oleh masyarakat didalam memenuhi kebutuhan produk dan jasa. Masyarakat sekarang berada didalam era teknologi informasi, yang didalamnya smart technologydimanfaatkan secara luas dan intensif dihampir semua aspek kehidupan. Kedua jenis teknologi tersebut memiliki karakteristik yang sangat berbeda satu dengan yang lainnya.

Hard automation hanya mdge. Yang menguasai knowledge disebut knowledge worker. Karena didalam diri knowledge worker tersimpan knowledge yang menjadi alat produksi, sehingga antara pekerja dengan alat produksinya tidak terpisahkan

Indonesia memiliki banyak smart people, namun banyak pula diantara mereka yang tidak memperoleh kesempatan untuk melakukan seuatu dibidangnya, sehingga apa yang mereka miliki tidak bermanfaat baik untuk memenuhi kebutuhannya apalagi kebutuhan bangsa dan negara. Ada yang karena mereka kurang memperhatikan pergeseran nilai yang terus bergeser seiring perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, yang menyebabkan keterampilan dan pengetahuan mereka tidak sesuai lagi. Dan banyak pula karena mereka terjepit oleh system ibarat kutu dalam korek api, sekalipun kutu mampu untuk meloncat ratusan kali tinggi korek api namun mereka dibatasi hanya dapat melompat setinggi korek api dan ahirnya kutu tersebut tidak berdaya.

Kita akrab dengan kata persatuan namun dihati kita penuh rasa kekecewaan. Banyak kebijakan pemerintah tidak berpihak kepada kepentingan rakyat, karena banyak pos pemerintaahan yang dipegang oleh orang yang tidak tergolong ke dalam smart people. Namun kita harus menyadari, bahwa untuk membenahi itu semua adalah tanggung jawab kita bersama sesuai dengan bidang dan keahlian kita serta kemampuan. Semua kita harus berpartisipasi untuk melakukan perubahan.

Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat membawa dampak global. Perkembangan dunia maya memberikan ruang belajar yang sangat luas. Melalui media ini kita dengan mudah mendapatkan dan memberikan informasi, kita bisa mengenal dan dikenal oleh orang yang secara geografis berada pada wilayah yang sangat jauh, Melalui internet kita menjalin persahabatan. dan banyak sekali …Kita guna apa yang kita suka, kita manfaatkan apa yang kita bisa, kita berikan apa yang kita punya …!

Dan harapan yang harus saya pertegas. Pergeseran teknologi menuntut kita untuk selalu mengembangkan diri untuk dapat melangkah ke depan. Marilah kita saling menerima dan memberi serta menemukan apa yang kita butuhkan…

Sumber : https://fascinasiansblog.com/

Pertimbangan supplier & Teknologi yang tersedia

Pertimbangan supplier & Teknologi yang tersedia

Pertimbangan supplier & Teknologi yang tersedia
Apabila tujuan sudah Anda canangkan, bandingkanlah tujuan anda tersebut dengan feature kandidat supplier dan teknologi yang akan Anda pilih. Feature supplier/teknologi bisa didapatkan dari pameran, buku kuning, atau dari internet. Ingat jangan mengundang supplier dahulu sebelum Anda cukup tahu company profile/white paper-nya.Anda perlu tahu bahwa semua supplier dapat bicara tentang kecanggihan sistem informasi berbasis komputer yang memberikan image kepada anda bahwa anda membutuhkannya dan anda sangat terpengaruh dengan segala itu padahal belum tentu organisasi anda dapat membutuhkan, menerima dan mengimplentasikan kecanggihan tersebut. Anda terlebih dulu harus mengetahui sejauh mana kesiapan anda untuk menyediakan sumberdaya yang lain karena sistem informasi berbasiskan komputer memerlukan smart people. Saya ingatkan lagi, anda harus benar-telah mencangkan kebutuhan anda dan kebutuhan anda sesuai dengan feature yang ditawarkan kandidat supplier anda. Anda jangan terlalu mudah untuk menerima dan mempercayai proposal muluk-muluk dari kandidat supplier karena pada akhirnya yang akan menjalankan sistem itu adalah organisasi anda dan tidak sama dengan organisasi yang lain sekalipun bergerak di bidang yang sama. Dan kebutuhan anda akan mengalami perubahan sejalan dengan perkembangan organisasi anda. Sistim dan teknologi informasi berkembang sangat pesat sehingga sumberdaya teknologi informasi lebih cepat usang dibanding teknologi yang lain.
Pemilihan Supplier
Setelah feature sudah Anda dapatkan, dan Anda sudah sepakat dengan feature tersebut, uji calon supplier Anda dengan expertisenya. Expertise tidak hanya pada perusahaannya, tetapi juga kandidat penanggung jawab proyek serta expertise kandidat supplier tidak begitu saja memenuhi kebutuhan anda, umumnya melebihi kebutuhan anda dan itu tidak selalu menguntungkan bagi anda. Pada tahap ini tentu anda sudah harus menghubungi calon supplier Anda. Biasanya supplier Anda lebih banyak tahu dibanding Anda. Tetapi saya perlu ingatkan lagi, anda harus punya referensi standard yang pragmatis jika tidak anda dapat terjebak pada keputusan yang sia-sia.
Daftar pekerjaan
Selanjutnya Anda harus mendefinisikan langkah-langkah kerja, delivery time, dan deliverable. Anda bisa mintakan calon supplier Anda untuk memberikan langkah-langkah tersebut. Khusus deliverable Anda harus definisikan secara tuntas/clear dengan Calon supplier Anda. Karena bisa saja kebutuhan anda berubah pada tahan design maupun implementasi akibat pengaruh-pengaruh external atau komentar-komentar pihak yang mempunyai maksut tertentu ataupun komentar pihak yang sengaja mementahkan kebutuhan yang telah anda canangkan. Banyak juga supplier menghilangkan feature tertentu yang telah ditawarkan pada tahan design karena mereka tahu anda sesungguhnya belum membutuhkannya, dan mengganti dengan feature yang lain yang sesungguhnya tidak anda perlukan sehingga hany membebani sistem anda.
Buat Contract
Negosiasi adalah langkah bijak. Lakukanlah hal ini setransparan mungkin. Saya tidak sarankan Anda memilih harga terbaik hanya berdasarkan harga paling rendah atau sebaliknya. Karena harga murah belum jaminan deliverable-nya sama dengan supplier dengan harga yang mahal. Sebaliknya harga mahal tidak selalu memberikan yang terbaik untuk anda. Pilihlah berdasarkan berbagai pertimbangan sehingga sesuai dengan tujuan yang ingin anda capai. Anda dapat saja memilih dengan harga yang murah namun tidak memenuhi kebutuhan anda, sebaliknya jika anda memilih berdasarkan harga yang mahal dan berbagai macam featur yang ditawarkan namun belum tentu anda dapat memanfaatkan hal tersebut bahkan mungkin anda tidak memerlukan sebagian besar feature yang ditawarkan tersebut sehingga investasi yang anda tanamkan adalah sia-sia.
Pengendalian Proyek
Apabila Anda sudah sepakat baik scope maupun harga, dan proyek sudah dimulai. Lakukanlah pengendalian sebaik mungkin berdasarkan deliverable yang dijanjikan. Saya menyarankan agar anda maupun supplier anda tidak melakukan perubahan feature yang telah disepakati dalam tahap design. Usahakanlah proyek tersebut berjalan sesuai dengan apa yang telah disepakati sampai diimplementasikan
Evaluasi dan Bandingkan
Untuk melihat apakah MIS Anda sudah pada jalan yang benar, lakukanlah benchmarking dengan perusahaan lain (baik kompetitor, maupun perusahaan yang tidak ada keterkaitan dengan usaha Anda). Anda harus memiliki sesuatu yang lebih dibanding kompetitor anda setidaknya anda selalu berusaha untuk lebih baik.
Selamat berkembang bersama Teknologi Informasi
Sumber : https://usgsprojects.org/

Ketatnya Tes IPDN, Sebanyak 694 Orang Berebut Kuota 22 Calon Praja Asal Riau

Ketatnya Tes IPDN, Sebanyak 694 Orang Berebut Kuota 22 Calon Praja Asal Riau

Seleksi untuk masuk Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) berlangsung sangat

ketat. Pasalnya, dari ribuan pendaftar di Provinsi Riau, hanya ada 694 orang pendaftar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi, dan berhak mengikuti tes kompetensi dasar (TKD).

“Pendaftarannya melalui website Ipdn.ac.id/spcp , secara online. Yang lolos tahap administrasi ada 694 orang. Jumlah tersebut akan terus mengerucut, karena kita dari Riau hanya mendapat kuota 22 orang,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D) Provinsi Riau, Asrizal kepada di ruang kerjanya.

Lanjutnya, pendaftaran dan tes seleksi calon praja IPDN dilakukan secara online serta

menggunakan Computer Assisted Test (CAT). Dimana, pendaftar mengupload berkas pendaftaran ke website IPDN tersebut.

“Selain memudahkan pendaftaran, seleksi masuk IPDN melalui online dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat karena seleksi lebih transparan dan dapat dilihat secara langsung hasilnya,” jelasnya.

Untuk wilayah Riau, seleksi tersebut dilaksanakan di Kanreg XII BKN Pekanbaru Jalan

Hangtuah Ujung Nomor 48, Sail, Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau, Indonesia.

Baca Juga :