Perempuan Perlu Pendidikan Tangguh

Perempuan Perlu Pendidikan Tangguh

Perempuan Perlu Pendidikan Tangguh

Perempuan Perlu Pendidikan Tangguh
Perempuan Perlu Pendidikan Tangguh

BANDUNG – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jawa Barat

, Netty Prasetiyani Heryawan menilai pendidikan struktural dan kultural jadi hal mendasar bagi perempuan agar bisa memberdayakan diri. Sehingga, pada saatnya nanti perempuan bisa menjadi istri yang baik serta ibu yang tangguh bagi anak-anaknya.

Menurutnya, pondasi bangsa Indonesia dibangun dari sebuah institusi kecil bernama keluarga. Jika institusi keluarga bisa berjalan dengan baik, maka hal tersebut mampu mempengaruhi ruang-ruang lainnya, yaitu ruang masyarakat, ruang birokrasi serta ruang Negara secara keseluruhan.

”Oleh karena itulah, pendidikan yang saya maksud adalah bagaimana caranya didekati dengan dua pendekatan

yaitu struktural dan kultural,” kata Netty di Bandung. Senin (12/03).

Lebih jauh Netty memaparkan, pendidikan struktural yang dimaksud yakni bagaimana kebijakan pemerintah mampu memperpanjang lama usia pendidikan. Selain itu, pemerintah juga harus mampu membuat semacam metodologi sekolah seni terbuka, sekolah terbuka maupun sekolah jarak jauh yang harus bisa dinikmati perempuan.

Untuk pendidikan kultural tersebut, sambung Netty, bagaimana agar di ruang-ruang masyarakat terdapat kesempatan bagi perempuan untuk memperbaiki peran-perannya sebagai istri dan ibu. Bahkan mampu mendorong para perempuan untuk menjadi anggota masyarakat yang baik bagi lingkungannya.

”Sebetulnya ini sebuah kegiatan yang tidak perlu membentuk kelompok atau unit baru karena kita punya majelis taklim,

punya Posyandu, PAUD dan BKB. Tinggal ditambah dengan substansi atau konten yang dibutuhkan oleh perempuan,” kata dia.

Selain itu, perempuan juga berhak mendapatkan dua akses, yaitu akses untuk maju dalam politik mapun akses dalam memberdayakan diri secara ekonomi. Menurutnya, harus ada pelatihan-pelatihan yang mampu diakses perempuan serta ada ruang-ruang bagi perempuan agar bisa terlibat secara politik.

Netty menilai dua hal tersebut sangat penting bagi kaum perempuan. Sebab, jika perempuan sudah terdidik dan memiliki akses, dirinya memastikan kaum perempuan mampu menerima manfaat dan juga lebih jauh lagi bisa melakukan kontrol terhadap apapun yang dikeluarkan pemerintah.

 

Baca Juga :

Tiga pilar penting pendidikan anak di Zaman Now

Tiga pilar penting pendidikan anak di Zaman Now

Tiga pilar penting pendidikan anak di Zaman Now

Tiga pilar penting pendidikan anak di Zaman Now
Tiga pilar penting pendidikan anak di Zaman Now

PRESTASI seorang anak dalam pendidikan tentunya tak terlepas dari peran keluarga di rumah

. Kondusifitas keluarga memiliki efek penting terhadap psikologis anak. Keluarga yang harmonis cenderung akan lebih banyak memberikan nilai positif bagi kehidupan seorang anak. Itu sudah menjadi pengetahuan umum, dan ini harus disadari oleh kalangan pendidik kita, terutama dalam menghadapi anak-anak yang cenderung bermasalah dalam pembelajaran di sekolahnya. Faktor keluarga mendapat posisi pertama dalam memberikan pengaruh terhadap sikap dan juga sifat seorang peserta didik di sekolah, yang selanjutnya adalah lingkungan masyarakat, dan lingkungan sekolah itu sendiri.

Tak dapat dipungkiri bahwa keluarga merupakan sekolah pertama bagi setiap manusia. Sebelum seorang anak masuk ke dalam lingkungan sekolah, yang pertama akan dia kenal dan alami adalah bagaimana berada dalam lingkungan rumah dan keluarga. Pendidikan dalam keluarga akan sangat berpengaruh terhadap bagaimana seorang anak menerima pendidikan lainnya di luar dari pendidikan keluarga, sekolah adalah salah satunya. Banyak kebiasaan di dalam rumah yang terbawa ke sekolah baik itu yang baik ataupun yang buruk.

Sebelum memasuki usia wajib sekolah, masa-masa emas seorang anak akan ditempa dalam lingkungan keluarga

. Jika pendidikan yang diterapkan dalam keluarga itu baik, maka kemungkinan besar pendidikan selanjutnya akan baik pula. Namun sebaliknya, jika pendidikan dalam keluarga itu kurang baik bahkan buruk, maka akan berpengaruh besar terhadap pendidikan peserta didik pada jenjang berikutnya.

Sebuah keluarga baru tentunya belum banyak memiliki pengalaman dan pengetahuan dalam mendidik anak. Maka dari itu, baiknya jika orang tua yang baru ini senantiasa mau untuk belajar bagaimana menyiapkan pendidikan anaknya yang baik sedini mungkin. Pengetahuan tentang pendidikan anak di masa-masa emas atau golden age mutlak diperlukan. Hal itu semata-mata demi menciptakan generasi cemerlang di masa yang akan datang. Kegagalan sebuah keluarga dalam menyiapkan anak cemerlang maka akan ber-efek terhadap masa depan si anak itu sendiri, yang pada akhirnya akan berakibat buruk bagi masa depan bangsa. Oleh karena itu, untuk menciptakan masyarakat yang baik itu dimulai dari menciptakan pendidikan keluarga yang baik. Tanpa itu, impian untuk menciptakan generasi unggul di masa yang akan datang tidak akan tercapai.

Untuk mencapai kemakmuran sebuah negara, maka yang pertama adalah memulai kemakmuran

dalam keluarga. Pendidikan sebaik apapun, jika bibit-bibit yang dimasukan itu bermasalah dalam keluarga, maka ketercapaian kemakmuran hanya akan menjadi mimpi semata.

Sebagai orang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan dan berkedudukan sebagai seorang guru, penulis tentunya mempunyai pengalaman terkait dengan prestasi yang dicapai oleh seorang siswa karena faktor dalam keluarganya. Selain itu, tidak sedikit masalah yang timbul dari diri seorang peserta didik yang diakibatkan dari ketidakbaikan lingkungan dalam keluarga.

 

Sumber :

https://nashatakram.net/

Tunjangan Guru Honorer Cair April

Tunjangan Guru Honorer Cair April

Tunjangan Guru Honorer Cair April

Tunjangan Guru Honorer Cair April
Tunjangan Guru Honorer Cair April

Bandung – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat, Ahmad Hadadi mengatakan, Tunjangan Penghasilan Pegawai

(TPP) bagi guru berstatus honorer di Jawa Barat akan segera dicairkan pada April 2018. Tahun ini, TPP guru honorer mengalami peningkatan dari Rp 75 ribu per jam menjadi Rp 85 ribu per jam dengan minimal mengajar 24 jam dalam sepekan.

”Insya Allah mudah-mudahan bulan April sudah mulai dibayarkan,” kata Hadadi kepada Jabar Ekspres, kemarin (26/3).

Menurutnya, peningkatan TPP bagi tenaga pendidik honorer dinilai mampu menyejahterakan. Sebab, per bulan guru akan menerima tunjangan dengan besaran Rp 2 juta lebih. Untuk dapat menerima tunjangan tersebut, tenaga pendidik harus memenuhi berbagai syarat, diantaranya terdaftar pada Data Pokok Pendidik (Dapodik) serta mendapat usulan dari kepala sekolah guru tersebut mengajar.

”Dia mengajar, berkelakuan baik, direkomendasikan oleh kepala sekolah, S1 dan dia menguasai bidang studi

yang akan diajarkan,” terangnya.

Dikatakan dia, untuk mekanisme penyaluran TPP tersebut sampai saat pihaknya telah menggunakan mekanisme non tunai atau transfer. Sebab, mekanisme tersebut dinilai efektif dari praktik rente atau pemotongan yang dilakukan para oknum di lingkungan sekolah atau Disdik Jawa Barat.

”Saya pastikan TPP akan masuk ke rekening para guru yang akan mendapatkan TPP. Saya jamin tidak ada lagi pemotongan ilegal oleh para oknum atau praktik sunat TPP,” tegasnya.

Maka dari itu, Hadadi mengimbau kepada seluruh guru atau pendidik dan tenaga kependidikan

bisa bekerja secara profesional, disiplin, tanggung jawab serta senantiasa memberikan keteladanan yang baik. Sebab, dirinya sangat mengharapkan mutu pendidikan di Jawa Barat bisa terus mengalami peningkatan.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Yomanius Untung mengingatkan, guru atau tenaga pendidik menjadikan waktu 24 jam mengajar sebagai patokan honorarium. Sebab, beberapa waktu lalu jam mengajar sempat menjadi polemik para guru. Menurutnya, upah sebesar Rp 85 ribu yang diterima tinggal dikalikan dengan 24 jam waktu mengajar.

”Itu konsensus yang harus diubah dikalangan pendidik, karena kalau dia ngajar satu minggu 24 jam. Maka hitungan gajinya 24 jam bukan, 24 kali empat sama dengan 96 jam,” kata Untung.

Dikatakan Untung, Komisi V juga akan terus berupaya dan mendorong penetapan PTT tenaga pendidik sesuai dengan Upah Mimimum Kota (UMK) semakin meningkatkan kesejahteraan guru. Untuk itu, dirinya menilai besaran angka Rp 85 ribu per jam adalah referensi dari UMK yang rata-rata hanya mencapai Rp 1,6 per bulan. ”Ini kalau dihitung Rp 85 ribu kali 24 hasilnya Rp 2.000.040 ribu. Jadi sudah UMK, tapi kita tetap mendorong agar di semua sekolah juga dilakukan hal seperti itu,” urainya

 

Sumber :

https://egriechen.info/

Forfeit Ruckus

Forfeit Ruckus

Forfeit Ruckus

Forfeit Ruckus
Forfeit Ruckus
Jujur, ketika pertama kali mengetahui nama dan cerita Forfeit Ruckus, saya merasa sedang mendengarkan kisah dari negeri antah berantah. Deathcore memang bukan dunia saya, tetapi saya suka mendengar cerita unik yang berbeda, termasuk mengenai Forfeit Ruckus!

Makna
Pertama kali mendengar nama Forfeit Ruckus, saya mengira bahwa kata “forfeit” diambil dari kata “for faith” yang berarti untuk takdir. Namun, apa yang saya pikirkan ternyata tidaklah tepat. Begitu membuka kamus Bahasa Inggris – Bahasa Indonesia (niat banget ea), saya baru mengetahui bahwa Forfeit berarti pengorbanan atau kehilangan, sementara Ruckus sendiri diartikan sebagai kehebohan. Jadi, kesimpulan saya (saya mungkin saja salah), kata Forfeit Ruckus memiliki makna sebagai pengorbanan yang berlebihan. Lalu, pengorbanan apa? Pengorbanan untuk siapa? Saya tidak tahu, dan semua itu masih misteri. Selain itu, saya pun belum mengetahui sejarah kemunculan band indie asal Semarang ini.

Pandangan Umum
Kenapa memilih deathcore? Mereka menjawabnya hanya dengan dua kata sederhana, yaitu lebih kepada panggilan jiwa. Panggilan jiwa seperti apakah itu? Saya tidak tahu dan tidak mengerti. Mungkin ada yang mau menjawab?

Selain itu, menurut pandangan saya selama ini, pemain dan penggemar aliran musik deathcore identik dengan rokok, minuman keras, dan bahkan narkoba. Namun, pemikiran saya berubah total ketika melihat Forfeit Ruckus yang bebas dari segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia hitam. Paling hanya personilnya yang suka memakai kaos hitam dengan gambar-gambar yang berhubungan dengan sesuatu yang berbau kematian, misalnya tengkorak, kuburan, dan lain sebagainya. Dan, semua itu tentunya masih berada dalam taraf kewajaran …

Anggota
Forfeit Ruckus yang memilih deathcore di antara sekian banyak aliran musik ini digawangi oleh 5 orang. Untuk lebih jelasnya search saja di akun facebook dengan nama “Forfeit Ruckus!”. Selain jejaring sosial Facebook, Forfeit Ruckus juga mempunyai akun di My Space (saya lupa namanya, tetapi alamatnya tertera di stiker). Berikut ini adalah gambar yang saya ambil dari Facebook!

Gambar 1
Anggota Forfeit Ruckus

Kemudian, berdasarkan penuturan yang diberikan salah satu personilnya, saya mendengar bahwa di antara kelima anggota Forfeit Ruckus, vokalis dan basisnya lah yang paling suka mempermainkan perasaan cewek alias playboy abiz. Mereka berdua suka sekali berganti-ganti kekasih. Mungkin hal ini dikarenakan mereka tampak keren ketika berada di panggung, jadi banyak cewek yang suka. Oh ea? Benarkah? Mungkin juga iya, mungkin juga tidak …

Penggemar
Di Semarang, penggemar Forfeit Ruckus pada umumnya mulai dari anak SMP hingga mahasiswa. Sementara, di Jepara sendiri, penggemarnya benar-benar orang dewasa yang mungkin sudah mempunyai anak dan istri alias sudah menjadi bapak-bapak. Ea, bisa dibilang setiap kota memang memiliki karakteristiknya masing-masing.

Lalu, bagaimana dengan saya sendiri? Apakah saya ikut menggemari Forfeit Ruckus? Hmm, jujur saja … saya belum mampu menikmati musik yang ditawarkan oleh Forfeit Ruckus.

Manggung
Forfeit Ruckus biasanya tampil di Taman Budaya Raden Saleh Semarang atau yang lebih dikenal dengan nama TBRS. Hingga salah satu personil dari band indie tersebut mengatakan,” kamu akan bisa menemukanku di TBRS setiap Sabtu malam minggu.” Jadi, dengan demikian, dapat diambil suatu kesimpulan bahwa TBRS merupakan tempat yang paling sering disambangi oleh Forfeit Ruckus. Selanjutnya, selain tampil di Semarang sendiri, Forfeit Ruckus juga seringkali diundang ke kota-kota lain. Sayangnya, maaf … saya kurang begitu tahu kemana saja band tersebut telah melanglang buana. Pokoknya, terakhir kali, saya mendengar jika Forfeit Ruckus menggelar pertunjukannya di Kota Jepara, dalam salah satu event yang bernama “Jepara Gelap 5”. Sebenarnya, saya pun merinding juga dan bertanya-tanya … dimananya Jepara yang gelap ea? Kata-katanya, seperti Jepara akan tertimpa musibah saja.

Mawar Mekar Dari Kelopak Bibirmu

Mawar Mekar Dari Kelopak Bibirmu

Mawar Mekar Dari Kelopak Bibirmu

Mawar Mekar Dari Kelopak Bibirmu
Mawar Mekar Dari Kelopak Bibirmu

ketahuilah…
ada mawar yang mekar dari kelopak bibirmu, dan merah warnamu takkan mudah pudar begitu saja.
selalu berada dipundakku,
selalu ada.

layu adalah sebuah kata yang tak mungkin ada,
rindu adalah nafas yang tumbuh bersamanya.
Tangkaimu tak berduri, akan kugenggam erat dalam pelukan kebersamaan yang mesra.

senyumanmu,
bagiku adalah kebahagian yang sempurna, kebahagiaan yang
terbit dipagi hari dan takkan pernah tenggelam disore hari.
Selalu menerangi diriku dan pencerah jiwa dikala kelopak mata meneteskan aura kesedihannya.

senyumanmu,
berjuta ungkapan kesucian, sebuah bahasa kehangatan yang melarutkan hati.
indah selalu dan selalu indah tanpa menebarkan benih nafsu.
kebahagiaanmu adalah bagian tujuan hidupku.

Sumber : https://downloadapk.co.id/

Salah Kaprah dalam Ukuran Kapasitas Memori

Salah Kaprah dalam Ukuran Kapasitas Memori

Salah Kaprah dalam Ukuran Kapasitas Memori

Salah Kaprah dalam Ukuran Kapasitas Memori
Salah Kaprah dalam Ukuran Kapasitas Memori

Adalah sebuah kemudahan untuk merancang suatu sistem memori (misalnya memori utama RAM, Flash-Disk dll) yang jumlah total sel-nya adalah nilai dari pemangkatan bilangan dua (biner). Pada gilirannya, ukuran dari memori komputer-komputer awal sering diukur dalam kelipatan 1.024 (yang adalah 2^10) unit sel. Karena 1.024 mendekati nilai 1.000, banyak komunitas pengguna komputer yang mengadopsi prefiks kilo untuk mengacu pada unit tersebut. Maka, istilah kilobyte (disingkat menjadi KB) digunakan untuk mengacu pada 1.024 byte, dan sebuah mesin dengan memori sebanyak 4.096 dikatakan memiliki memori sebesar 4 KB (4.096 = 4 X 1.024). Dengan semakin bertambah besarnya ukuran memori , terminologi ini berkembang sehingga mencakup kata prefiks mega untuk 1.048.572 (yang adalah 2^20) dan giga untuk 1.073.741.824 (yang adalah 2^30), dan unit-unit MB (megabyte) dan GB (gigabyte) menjadi sangat populer.

Sayangnya, penggunaan kata prefiks ini merupakan penyalahgunaan terminologi karena imbuhan-imbuhan tersebut telah digunakan dalam bidang-bidang keilmuan lainnya untuk mengacu unit-unit yang merupakan hasil dari pemangkatan bilangan sepuluh (Desimal). Misalnya, ketika mengukur jarak, kilometer mengacu kepada 1.000 meter, dan ketika mengukur frekuensi radio, megahertz mengacu kepada 1.000 hertz. Lebih jauh lagi, beberapa produsen perangkat komputer telah menggunakan prefiks mega untuk mengacu kepada unit sebesar 1.024.000 (sehingga 1 MB adalah 1.000 KB). Tak perlu diuraikan lagi, kekeliruan-kekeliruan ini telah menimbulkan berbagai kerancuan-kerancuan dan kesalahpahaman selama bertahun-tahun.

Untuk memperjelas duduk permasalahnnya, suatu proposal telah diajukan untuk mengkhususkan penggunaan imbuhan-imbuhan kilo, mega dan giga bagi unit-unit yang merupakan hasil dari pemangkatan bilangan sepuluh (power of ten), dan untuk memperkenalkan prefiks-prefiks baru kibi (kependekan dari kilobiner dan disingkat menjadi Ki), mebi (kependekan dari megabiner dan disingkat menjadi Mi), gibi (kependekan dari gigabiner dan disingkat menjadi Gi) untuk memngacu pada unit-unit hasil pemangkatan bilangan dua (power of two). Dalam sistem semacam ini istilah kibibyte (KiB) akan mengacu kepada 1.024 byte, sedangkan kilobyte (KB) akan mengacu kepada 1.000 byte. Masih harus dilihat apakah prefiks-prefiks ini dapat menjadi bagian dari bahasa pasaran yang populer. Untuk saat ini “penyalahgunaan” tradisional prefiks-prefiks kilomega, dan giga masih akan melekat erat dalam komunitas pengguna komputer. Namun, imbuhan-imbuhan kibimebi dan gibi yang diusulkan melambangkan suatu upaya untuk memcahkan masalah yang semakin berkembang ini, dan adalah bijak bagi seseorang untuk mengintrepetasikan istilah-istilah seperti kilobyte dan megabyte secara cermat dimasa depan.

Sumber : https://filehippo.co.id/

Khusus Jalur Prestasi Siswa Bisa Pilih Sekolah di Luar Zona

Khusus Jalur Prestasi Siswa Bisa Pilih Sekolah di Luar Zona

Khusus Jalur Prestasi Siswa Bisa Pilih Sekolah di Luar Zona

Khusus Jalur Prestasi Siswa Bisa Pilih Sekolah di Luar Zona
Khusus Jalur Prestasi Siswa Bisa Pilih Sekolah di Luar Zona

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung ma­sih menyediakan jalur pre­stasi pada Penerimaan Pe­serta Didik Baru

(PPDB) 2019 ini. Jalur prestasi merupakan salah satu jalur yang memi­liki keuntungan tersendiri.

Karena melalui jalur pre­stasi, calon siswa bisa memi­lih sekolah di luar zonanya. ”Calon siswa yang bisa kelu­ar zona hanya lewat jalur prestasi. Calon siswa tidak harus dalam zona tapi juga bisa di luar zona,” jelas Sekre­taris Dinas Pendidikan Kota Bandung, Mia Rumiasari, Jumat (17/5).

Namun Mia menegaskan, ada sejumlah persyaratan yang harus dimiliki oleh calon siswa

yang memiliki lewat jalur prestasi. Selain itu, setiap sekolah hanya menyediakan kuota 5 persen untuk jalur prestasi.

”Jalur prestasi ada akademik dan non akademik. Seperti olimpiade mata pelajaran, bidang olahraga, bidang seni dan sebagainya,” jelasnya.

”Penentuannya itu 5 persen dibagi dua. Sebanyak 2,5 per­sen untuk prestasi akademik dan 2,5 persen untuk prestasi lomba. Itu bisa lomba olim­piade mata pelajaran, seni, agama dan hal yang berkaitan.

Dengan dibuktikan oleh sertifikat atau surat keterang­an dari sekolah,” lanjut Mia.

 

Sedangkan untuk bukti nilai akademik, diperoleh dari su­rat keterangan sementara dari sekolah asal calon siswa.

”Pihak sekolah akan kelu­arkan surat keterangan se­mentara terkait nilai-nilai. Untuk daftar PPDB, maka si peserta berhak meminta su­rat keterangan ke sekolahnya masing-masing,” jelasnya.

Berikut persyaratan khusus bagi jalur prestasi, bidang Prestasi Hasil Ujian itu me­nyerahkan Sertifikat Hasil Ujian Sekolah Berstandar Nasional (SHUSBN).

Pada prestasi hasil perlom­baan, perlu memperlihatkan sertifikat atau penghargaan asli, menyerahkan salinan sertifikat atau surat keterang­an yang dilegalisasi oleh se­kolah asal dan menyerahkan surat keterangan tingkat ke­juaraan (kota, provinsi, na­sional, atau internasional) dari pihak penyelenggara, pengurus cabang atau pihak sekolah yang bersangkutan.

Sementara itu, penempa­tan jalur prestasi untuk ni­lai ujian didasarkan pada pemeringkatan nilai hasil Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan untuk penempatan jalur prestasi perlombaan dibuktikan pada pemeringkatan skor total penghargaan atau ser­tifikat kejuaraan pada bidang yang sama.

 

Baca Juga :

Honorarium Dibahas Khusus

Honorarium Dibahas Khusus

Honorarium Dibahas Khusus

Honorarium Dibahas Khusus
Honorarium Dibahas Khusus

Dinas Pen­didikan (Disdik) Kota Bandung akan segera meng­gelar rapat khusus mem­bahas honorarium b

agi guru dan tenaga adminis­trasi Sekolah (TAS) Non Pegawai Negeri Sipil. Hal itu disampaikan

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar, kemarin.

Hal itu untuk merespon aspirasi para guru dan TAS non PNS terkait Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 014 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pemberian Ho­norarium Peningkatan Mutu Bagi Guru dan Te­naga Administrasi Sekolah Non Pegawai Negeri Sipil.

“Kita merespon setiap masukan dan siap men­indaklanjuti sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku. Selanjutnya akan dirapatkan dan diba­has secara khusus secepat mungkin,” kata Hikmat.

Hikmat menyatakan, selalu terbuka dan menam­pung setiap aspirasi dari guru dan TAS non PNS

di Kota Bandung. Hal itu se­bagai bentuk perhatian Disdik Kota Bandung ke­pada guru dan TAS non PNS. “Intinya kami dari Disdik maupun Pemkot Bandung memastikan me­reka tetap mendapat per­hatian,” katanya.

Sebelumnya, honorarium guru dan tenaga adminis­trasi sekolah segera cair dalam waktu dekat. Pa­salnya, rancangan Pera­turan Wali Kota (Perwal) yang mengatur tentang hal ini sudah memasuki tahap akhir.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung, Mia Rumia­sari mengatakan, saat ini Perwal honorarium pening­katan mutu pendidik dan tenaga kependidikan dalam tahap finalisasi. Kalau sudah ditandatangani, maka akan segera proses pencairan. “Ang­garannya sudah dialokasikan,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Bandung, sebutnya, menyiapkan ang­garan sebesar Rp 168 miliar

untuk keperluan honorarium tersebut. Dari mulai tingkatan PAUD formal dan non formal, SD, serta SMP Negeri maupun swasta.

“Totalnya untuk 12.000 orang guru dan tenaga adminis­trasi sekolah non PNS. Data­nya yang sudah ada di Dapo­dik (Data Pokok Pendidikan),” tuturnya.

Besaran yang diberikan, kata Mia, berbeda satu sama lain tergantung kriteria. Kri­teria A yakni untuk yang pen­didikan linear jenjang S1 masa kerja sebelum 31 De­sember 2005 dan memenuhi minimal 24 jam pelajaran. Mereka akan menerima honor sebesar UMK sekitar Rp 3,1 juta.

“Kriteria B1 sama saja, be­danya bisa tidak linear pen­didikannya. Besaran yang diterimanya di bawah UMK,” ujarnya.

“Sementara Kriteria B2 masa kerjanya terhitung dua tahun, mengajak minimal 18 jam pelajaran, dan pendidi­kannya boleh linear atau tidak linear. Besarannya lebih kecil lagi. Minimal itu untuk PAUD di angka Rp 750.000,” lanjut­nya.

Mia menerangkan, besaran itu merupakan “take home pay” jadi pasti ada pengu­rangan tergantung honor yang diterima di sekolah selama ini. Bisa jadi yang diterima dari Pemerintah Kota besar­annya tidak akan sama. Apa­lagi antara sekolah negeri dan swasta biasanya lebih besar sekolah swasta.

 

Sumber :

https://poptype.co/tuponur/niat-sholat-tahajud

Attitude Lebih Berharga Dari Angka Yang Berbau Intelektual

Attitude Lebih Berharga Dari Angka Yang Berbau Intelektual

Attitude Lebih Berharga Dari Angka Yang Berbau Intelektual

Attitude Lebih Berharga Dari Angka Yang Berbau Intelektual
Attitude Lebih Berharga Dari Angka Yang Berbau Intelektual

Sejauh ini orangtua siswa masih menganggap ranking kelas dan nilai rapot yang tinggi adalah sebagai indikator keberhasilan dari anaknya. Bahkan di Perguruan Tinggi pun Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) masih menjadi kejaran.

Hal itu diungkapkan, Praktisi Pendidikan sekaligus Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Sukabumi, Dudung Nurullah Koswara.

”Kita masih menjadi bangsa pemuja angka,” ungkapnya, dilansir dari radarsukabumi.com

Sebenarnya, lanjut Dudung, ada hal yang berharga diatas angka yang berbau intelektual,

yaitu Attitude, sikap yang non kuantitatif tidak berbau angka sangatlah penting.

”Nilai senyum. Nilai menyapa. Niai membantu orang lain. Nilai menghormati orang lain. Nilai mengapresiasi orang lain. Nilai kepedulian dan kemanusiaan sebaiknya menjadi prioritas diatas angka-angka indikator kognitif,” ujarnya.

Dia mengatakan, oang baik dan peduli itu lebih penting kehadirannya dibanding orang pintar yang apatis. Masyarakat peduli itu jauh lebih utama dibanding masyaraat pintar.

”Orang Baduy menyimpulkan, orang pintar itu bisa minteran orang lain. Artinya mereka punya persepsi bahwa orang pintar itu punya peluang menjahati orang lain melalui kepintarannya,” katanya.

Dia menuturkan, orientasi generasi orang Baduy bukan untuk menjadi orang pintar

melainkan menjadi orang bener. Orientasinya menjadi orang yang peduli pada sesama manusia, alam dan Tuhannya. Manusia peduli itu sangat dibutuhkan saat ini dan selamanya.

”Hanya manusia peduli yang mampu menempatkan kehormatan diri dan orang lain dalam berkehidupan,” tuturnya.

Untuik itu, lanjutnya, pola pendidikan harus diubah. Kurikulum pendidikan kita harus menghadirkan orang peduli. Bukan hanya menghadirkan orang pintar, cerdas dan terampil semata. Tetapi para pemikir pendidikan dan pemerintah harus memiliki sebuah formula yang tepat bagaimana mencetak generasi muda yang lebih baik.

”Jadi tidak hanya pintar tetapi memiliki attitude yang baik. Pemerintah bersama para pemikir

pendidikan harus mampu menghadirkan generasi bangsa yang peduli. Pandai mengapresiasi, cerdas melayani, gesit membantu orang lain. Ubah pola pendidikan dari mengusung kecerdasan intelektual menjadi kecerdasan melayani sesama. Hidup pada dasarnya lebih membutuhkan kepedulian dibanding kecerdasan,” jelasnya.

Faktaya karena kepedulian sangat buruk dalam diri masyarakat, maka dengan mudah dapat dilihat berbagai perilaku menyimpang. Ia mencontohkan, masih banyak masyarakat yang membuang sampah ke sungai, atau menumpuk di trotoar dan bahkan membuang sampah sambil berkendaraan di tengah jalan raya.

”Ada juga rambu-rambu lalu lintas dipilok. Tembok dan pagar dicoreti nama-nama geng motor, merokok di kendaraan umum, bahkan guru pun ada yang merokok di sekolah,” paparnya.

 

Sumber :

https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/jsk/comment/view/827/0/227588

Dibalik Resep Ayam Goreng KFC

Dibalik Resep Ayam Goreng KFC

Dibalik Resep Ayam Goreng KFC

Dibalik Resep Ayam Goreng KFC
Dibalik Resep Ayam Goreng KFC

Anda penggemar ayam goreng?, ternyata tidak hanya Upin dan Ipin saja yang menyukai ayam goreng tapi hampir sebagian besar penduduk dunia sudah merasakan apa yang namanya ayam goreng.

Dimanakah anda biasanya membeli ayam goreng?…..yah, pasti banyak diantara kalian yang menjawab di KFC atau restaurant-restaurant lainya. Namun apakah anda pernah berfikir kenapa ayam goreng di KFC sangat terkenal hingga diseluruh dunia!…..Apa sang pemilik menggunakan dukun?….atau ada suatu hal yang membuat KFC begitu popular, hem….patut di ulas lebih dalam bro/sis.

Siapa di dunia ini yang tidak kenal KFC, restaurant cepat saji ini merupakan salah satu restaurant yang menyediakan ayam goreng dalam menunya. Walaupun menu dalam KFC terus berubah namun tetap saja ada kaitannya dengan ayam, betul gak?….

Kesuksesan KFC tidak terlepas dari pemiliknya yaitu kakek-kakek yang pada masanya berusia 65 tahun, kakek-kakek itu bernama Colonel Sanders saat itu Colonel menerima cek jaminan sosialnya sebesar US$ 99.

Tentu saja hal tersebut tidak akan cukup untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari apalagi di negeri paman sam!. Dia juga sempat bangkrut dan tinggal di sebuah rumah kecil. Ide satu-satunya yang dapat menolong dia adalah dengan menjual resep rahasia yang ia miliki mengenai ayam goreng, memang resep ayam goreng miliknya disukai oleh teman-temannya. Dari ide sederhananya inilah ia mengambil tindakan besar dan sebagai tiket baginya untuk memperoleh uang milyaran.

Awal kisah kakek Colonel meninggalkan rumahnya di Kentucky dan berkelana ke banyak negara bagian di Amerika Serikat untuk menjual idenya tersebut.

Satu persatu restaurant ia datangi dan mengatakan kepada pemilik restaurant bahwa ia memiliki resep ayam goreng yang pasti disukai oleh banyak orang bahkan ia menawarkan resepnya itu secara gratis tis tis tis…..sebagai imbalan ia memperoleh persentase kecil dari tiap potong ayam goreng yang terjual. ehm…….namun kalian pasti bisa menebak kan apa yang ia dapatkan!……yah…..PENOLAKAN (x_x).

Bukan kakek Colonel namanya jika ia menyerah. Penolakan demi penolakan ia dapatkan konon dari sumber yang penulis baca penolakan yang diterima kakek Colonel sebanyak 1000 kali penolakan kan kan OMG……hingga akhirnya resepnya diterima…..alhamdulillah wa sukurilllah 🙂 . Berjalannya waktu Colonel meraih kesuksesan mengubah kebiasaan makan manusia di dunia dengan Kentucky Fried Chicken (KFC) miliknya.

Oke bro and sis ada dua benang merah yang bisa kita tarik garis besarnya dari sang kakek Colonel Sanders….Pertama berapa banyak dari kita akan terus mengetuk pintu-pintu ketika telah menerima 1000 penolakan?, weleh-weleh boro-boro 1000! mungkin 100 penolakan aja gak bakalan sampe dan mengucapkan kata-kata yang mengeluh…..hehe.

Kedua sudah sejauh mana implementasi ide sederhana kita supaya menjadi nyata, Bill Gates sang pendiri Microsoft berkata kira-kira begini “ide apa pun baik itu besar maupun kecil tidak akan bernilai jika tidak di lakukan”.

Inilah mengapa hanya segelintir orang saja yang dapat sukses seperti kakek Colonel Sanders dan mereka itulah orang-orang yang dapat menguasai dunia dalam bidangnya masing-masing. Banyak diantara kita termasuk saya ketika menerima sedikit hadangan pasti mengeluh.

Penulis membuat tulisan ini hanya sebagai bahan untuk kembali mengingat bahwa apa yang menghadang kita tidak seberapa dibandingkan dengan orang-orang diluaran sana. So..teruskan usaha gigih bro dan sis diluaran sana dalam menghadapi hai-hari dan raih kesempatan yang ada dengan cara kreatif, jangan menyerah….KAKEK Colonel Sanders aja bisa pasti kita juga bisa. So, jangan minder dan ragu bro and sis untuk menjalankan ide kamu, siapa tau dengan ide tersebut kamu bisa mambuka banyak lapangan kerja, aamiin.

Baca juga artikel: