KEAMANAN KOMPUTER

KEAMANAN KOMPUTER

KEAMANAN KOMPUTER

KEAMANAN KOMPUTER
KEAMANAN KOMPUTER

Sistem keamanan komputer digunakan untuk menjamin agar sumberdaya tidak digunakan atau dimodifikasi oleh orang atau oknum yang tidak diotorisasi. Pengamanan dalam hal ini termasuk masalah teknis, manajerial, legalitas, dan politis.

Pada dasarnya, keamanan sistem terbagi menjadi tiga, yaitu:

– Keamanan Eksternal
ialah pengamanan yang berhubungan dengan fasilitas komputer dari penyusup dan bencana, misalnya bencana alam.

– Keamanan Interface Pemakai
berkaitan dengan identifikasi pemakai sebelum diijinkan mengakses program dan data yang tersimpan di dalam  si sistem.

– Keamanan Internal
berkaitan dengan beragam pengamanan yang dibangun pada perangkat keras dan sistem operasi untuk menjamin operasi yang handal dan untuk menjaga keutuhan program serta data.

Sehubungan dengan keamanan ini ada dua masalah yang penting yaitu:

1. Kehilangan Data, yang antara lain dapat disebabkan oleh :

– Bencana, seperti kebakaran, banjir, gempa bumi, perang, maupun kerusuhhan.
– Kesalahan Perangkat Keras maupun Perangkat Lunak yang disebabkan tidak berfungsinya pemproses, disk yang tidak terbaca, kesalahan telekomunikasi, dan kesalahan program (bugs)
– Kesalahan Manusia, seperti salah dalam memasukkan data, salah memasang disk, eksekusi program yang salah, dan kehilangan disk.

2. Penyusup (intruder), yang terdiri dari:

– Penyusup pasif, yaitu membaca data yang tidak diotorisasi.
– Penyusup aktif, yaitu mengubah data yang tidak diotorisasi.

Ketika hendak merancang sebuah sistem yang aman dari serangan para intruder, adalah penting untuk mengetahui sistem tersebut akan dilindungi dari intruder macam apa. Sebagai contoh simak contoh berikut.

Empat contoh penyusup beserta aktifitasnya.

1. Kengingintahuan seseorang akan hal-hal pribadi orang lain.

Banyak orang mempunyai PC yang terhubung ke jaringan. Beberapa orang dalam jaringan tersebut suka membaca e-mail dan file orang lain jika di dalam jaringan tersebut tidak ditempatkann sistemm penghalang.Sebagai contoh, sistem UNIX mempunyai default bahwa semua file yang baru diciptakan / dibuat dapat dibaca oleh orang lain.

2. Penyusupan oleh orang-orang dalam.

Pelajar, programmer, operator, dan personil teknis menganggap bahwa mematahkan istem keamanan komputer lokal merupakan suatu tantangan. Mereka biasanya sangat ahlii dan bersedia mengorbankan banyak waktu untuk melakukan  hal tersebut.

3. Keinginan untuk mendapatkan uang.

Beberapa pemrogram bank mencoba mencuri uang dari bank tempat mereka bekerja dengan mengubah software sehingga akan memotong bunga daripada membulatkannnya, menyimpan uang kecil untuk mereka sendiri, menarik uang dari account yang sudah tidak digunakan selama bertahun-tahun, ataupun memeras (“Bayar saya atau saya akan menghancurkan semua record bank Anda”).

4. E-spionase komersial atau militer.

E-spionase adalah usaha serius yang diberi dana besar oleh pesaing atau pihak musuh untuk mencuri program,rahasia dagang, ide-ide paten, teknologi, rencana bisnis, dan sebagainya. Seringkali usaha ini melibatkan wiretapping, dimana antena diarahkan ke suatu komputer untuuk menangkap radiasi elektromagnetis yang memancar dari komputer itu..

Perlindungan terhadap rahasia militer suatu negara dari pencurian oleh negara lain sangatlah berbeda dengan perlindungan terhadap pelajar yang mencoba memasukkan message of the day pada suatu sistem. Terlihat jelas bahwa jumlah usaha yang berhubungan dengan keamanan dan proteksi bergantung pada siapa musuhnya.

Baca Juga :

Karya Ilmiah dan Non Ilmiah

Karya Ilmiah dan Non Ilmiah

Karya Ilmiah dan Non Ilmiah

Karya Ilmiah dan Non Ilmiah
Karya Ilmiah dan Non Ilmiah

Defini karya ilmiah

Ada beberapa definisi karya ilmiah menurut para ahli, diantaranya yaitu :

  1. Karya ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar.(Brotowidjoyo)
  2. Karya ilmiah adalah tulisan yang didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/keilmiahannya (Susilo, M. Eko, 1995:11).

Dapat disimpulkan bahwa karya ilmiah adalah suatu tulisan atau laporan berisi fakta berdasarkan suatu pengamatan atau penelitian yang dilakukan dan ditulis dengan metode dan sistematika penulisan yang benar.

2. Sikap ilmiah

Menurut Baharuddin (1982:34) mengemukakan bahwa :”Sikap ilmiah pada dasarnya adalah sikap yang diperlihatkan oleh para ilmuwan saat mereka melakukan kegiatan sebagai seorang ilmuwan”.

Beberapa sikap ilmiah menurut Mukayat Brotowidjoyo (1985 :31-34), antara lain :

  1. Sikap ingin tahu
    • Apabila menghadapi suatu masalah yang baru dikenalnya,maka ia berusaha mengetahuinya.
    • Senang mengajukan pertanyaan tentang obyek dan peristiwa.
    • Kebiasaan menggunakan alat indera  sebanyak mungkin untuk menyelidiki suatu masalah.
    • Memperlihatkan gairah dan kesungguhan dalam menyelesaikan eksperimen.
  2. Sikap kritis
    • Tidak langsung begitu saja menerima kesimpulan tanpa ada bukti yang kuat.
    • Kebiasaan menggunakan bukti – bukti pada waktu menarik kesimpulan.
    • Tidak merasa paling benar yang harus diikuti oleh orang lain.
    • Bersedia mengubah pendapatnya berdasarkan bukti-bukti yang kuat.
  3. Sikap obyektif
    • Melihat sesuatu sebagaimana adanya obyek itu.
    • Menjauhkan bias pribadi dan tidak dikuasai oleh pikirannya sendiri. Dengan kata lain mereka dapat mengatakan secara jujur dan menjauhkan kepentingan dirinya sebagai subjek.
  4. Sikap ingin menemukan
    • Selalu memberikan saran-saran untuk eksperimen baru.
    • Kebiasaan menggunakan eksperimen-eksperimen dengan cara yang baik dan konstruktif.
    • Selalu memberikan konsultasi yang baru dari pengamatan yang dilakukannya.
  5. Sikap menghargai karya orang lain
    • Tidak akan mengakui dan memandang karya orang lain sebagai karyanya.
    • Menerima kebenaran ilmiah walaupun ditemukan oleh orang atau bangsa lain.
  6. Sikap tekun
    • Tidak bosan mengadakan penyelidikan.
    • Bersedia mengulangi eksperimen yang hasilnya meragukan.
    • Tidak akan berhenti melakukan kegiatan –kegiatan apabila belum selesai.
    • Terhadap hal-hal yang ingin diketahuinya ia berusaha bekerja dengan teliti.
  7. Sikap terbuka
    • Bersedia mendengarkan argumen orang lain sekalipun berbeda dengan apa yang diketahuinya.
    • Bersedia menerima kritikan dan respon negatif terhadap pendapatnya.

Sumber : https://jalantikus.app/

Metode Ilmiah

Metode Ilmiah

Metode Ilmiah

Metode Ilmiah
Metode Ilmiah

Metode ilmiah adalah suatu pengejaran terhadap kebenaran yang diatur oleh pertimbangan-pertimbangan logis. Karena ideal dari ilmu adalah untuk memperoleh interelasi yang sistematis dari fakta-fakta, maka metode ilmiah berkehendak untuk mencari jawaban tentang fakta-faktadengan menggunakan pendekatan kesangsian sistematis.

Pengertian metode ilmiah menurut beberapa ahli :

  1. (Almack, 1939) Metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran.
  2. (Ostle, 1975) berpendapat bahwa metode ilmiah adalah pengejaran terhadap sesuatu untuk memperoleh sesuatu interelasi.

Kriteria dalam metode ilmiah, yaitu :

1. Berdasarkan fakta
Keterangan yang ingin diperoleh dalam penelitian, baik yang akan dikumpulan ataupun yang akan dianalisa harus berdasarkan fakta-fakta yang nyata, jangan berdasarkan pada daya khayal, kira-kira, legenda-legenda, atau sejenisnya.

2. Bebas dari prasangka
Harus mempunyai sifat bebas prasangka, bersih dan jauh dari pertimbangan subjektif.

3. Menggunakan prinsip-prinsip analisis
Semua masalah harus dicari sebab musabab serta pemecahannya dengan menggunakan analisa yang logis. Semua kejadian harus dicari sebab-akibat dengan menggunakan analisa yang tajam.

4. Perumusan masalah, antara lain dengan menyusun hipotesis
Hipotesa digunakan untuk memandu jalan pikiran ke arah tujuan yang ingin dicapai sehingga hasil yang ingin diperoleh akan mengenai sasaran yang tepat.

5. Menggunakan ukuran obyektif
Ukuran yang digunakan tidak boleh dengan mengandalkan merasa-rasa atau menuruti hati nurani. Pertimbangan-pertimbangan harus dibuat secara objektif dengan pikiran yang waras.

6. Menggunakan teknik kuantitatif dan atau kualitatif
Data yang didapat menggunakan data ukuran kuantitatif, contoh ton, mm, ohm, kilogram, dan sebagainya, jangan menggunakan ukuran seperti sejauh mata memandang, sehitam aspal, dan sebagainya.

Tahapan Metode Ilmiah

1. Memilih dan mendefinisikan masalah
Langkah pertama dalam meneliti adalah menetapkan masalah yang akan dipecahkan atau diangkat ke dalam sebuah penelitian. Untuk menghilangkan keragu-raguan, masalah tersebut didefinisikan secara jelas. Contoh Penelitian : “Bagaimana pengaruh mekanisasi terhadap pendapatan usaha tani di Aceh?” Berikan definisi tentang usaha tani, mekanisasi, pada musim apa, dan sebagainya.

2. Survei data yang tersedia
Mencari data yang tersedia yang pernah ditulis peneliti sebelumnya yang ada hubungannya dengan masalah yang ingin dipecahkan. (Langkah pertama dan kedua dapat dikerjakan secara bersamaan).

3. Merumuskan hipotesis (bila penelitian bertujuan menguji hipotesis)
Hipotesa adalah kesimpulan sementara tentang hubungan antar variabel atau fenomena-fenomena dalam penelitian.

4. Menyusun kerangka analisa dan alat-alat dalam menguji hipotesis
Pengujian hipotesa menghendaki data yang dikumpulkan untuk keperluan penelitian.

5. Mengumpulkan data
Peneliti memerlukan data untuk menguji hipotesa, data terserbut perlu dikumpulkan.

6. Mengolah, menganalisa dan membuat interpretasi
Setelah data terkumpul, peneliti menyusun data untuk dianalisa. Penyusunan data dapat berbentuk tabel ataupun membuat coding untuk dianalisa dengan komputer. Setelah dianalisa, data perlu diberikan interpretasi terhadap data tersebut.

7. Generalisasi dan membuat kesimpulan
Kesimpulan dan generalisasi harus berkaitan dengan hipotesa. Apakah hipotesa benar untuk diterima ataukah ditolah. Apakah ada hubungan antar fenomena yang diperoleh atau tidak.

8. Membuat laporan penelitian
Langkah akhir dari suatu penelitian ilmiah adalah membuat laporan ilmiah tentang hasil-hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut.

Tujuan metode ilmiah adalah  :
  • Mendapatkan pengetahuan ilmiah (yang rasional, yang teruji) sehingga merupakan pengetahuan yang dapat diandalkan.
  • Merupakan suatu pengejaran terhadap kebenaran yang diatur oleh pertimbangan-pertimbangan logis.
  • Untuk mencari ilmu pengetahuan yang dimulai dari penentuan masalah, pengumpulan data yang relevan, analisis data dan interpretasi temuan, diakhiri dengan penarikan kesimpulan.

Sumber : https://uptodown.co.id/

Gubernur Jawa Barat Lantik 30 Kepala Sekolah

Gubernur Jawa Barat Lantik 30 Kepala Sekolah

Gubernur Jawa Barat Lantik 30 Kepala Sekolah

Gubernur Jawa Barat Lantik 30 Kepala Sekolah
Gubernur Jawa Barat Lantik 30 Kepala Sekolah

Gubernur Provinsi Jawa Barat, Ahmad Heryawan melantik dan memberikan sumpah jabatan kepada Guru yang Diberi Tugas sebagai Kepala SLB Negeri, SMA Negeri, dan SMK Negeri di Jawa Barat. Pelantikan dilaksanakan di Aula ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Jalan Dr. Rajiman No. 6, Kota Bandung, Selasa, 12 Juni 2018.

Heryawan jelaskan, pelantikan kepala sekolah tersebut mengisi kekosongan 30 jabatan kepala sekolah di Jawa Barat. Kepala sekolah tersebut merupakan kepala sekolah yang sudah melalui berbagai proses seleksi dan teruji kualitasnya. Tujuannya untuk meningkatkan managemen, mutu dan kemampuan sekolah dalam merelevansi kegiatan sekolah dengan dunia kerja. Serta untuk mendorong pembelajaran wirausaha termasuk memperbaiki citra publik tentang pendidikan.

“Ada pergeseran-pergeseran supaya yang baru ditempatkan ke grade tiga, yang grade tiga dimasukan ke grade dua, yang grade dua dimasukan ke grade satu. Itukan sistem ya yang dibuat. Prosesnya usulan dari cabang dinas, ini adalah para wakil kepala sekolah yang sudah memiliki NUKS (Nomor Unik Kepala Sekolah) jadi kepala sekolah ini ada proses pelatihan kepala sekolah dan mendapatkan NUKS. Rata-rata merupakan wakil kepala sekolah,” ujar Heryawan.

Sebanyak 30 kepala sekolah yang terpilih merupakan kepala sekolah dari 90 orang kepala sekolah yang telah mengikuti seleksi sebelumnya. Mereka telah melalui dua kali proses seleksi. Seleksi pertama terpilih dari 900 orang menjadi 90 orang dan dari 90 orang menjadi 30 orang.

“Beriktunya untuk pengangkatan tidak perlu mencari yang lain lagi, dari 90 itu, 30 orang sudah yang terbaik dan keputusan pimpinan. Hanya saja kesempatan terbatas, jadi dari tiga itu yang diambil hanya satu. Ditambah dengan teman-teman yang sudah punya NUKS di kabupaten tapi belum diangkat. Itu pun dites lagi, 90 orang kemarin dites, sisa 60 orang, nah 60 orang tersebut dites lagi,” jelas Heryawan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi mengatakan, tidak semua yang memiliki NUKS pada seleksi kemarin masuk kedalam tiga besar. Maka, pemerintah memberi kesempatan dengan cara mengundang calon kepala sekolah mengikuti seleksi. Terdapat 100 orang yang mendaftar untuk diproses seleksi.

“Jadi sekarang yang kosong ada 36 kemudian kami mencari kawan-kawan yang sebelumnya sudah mendaftar. Seleksinya terbagi menjadi dua, yaitu seleksi Bahasa Inggris dan seleksi wawancara,” ujar Hadadi.***

BANDUNG, DISDIK JABAR- Gubernur Provinsi Jawa Barat,

Ahmad Heryawan melantik dan memberikan sumpah jabatan kepada Guru yang Diberi Tugas sebagai Kepala SLB Negeri, SMA Negeri, dan SMK Negeri di Jawa Barat. Pelantikan dilaksanakan di Aula ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Jalan Dr. Rajiman No. 6, Kota Bandung, Selasa, 12 Juni 2018.

Heryawan jelaskan, pelantikan kepala sekolah tersebut mengisi kekosongan 30 jabatan kepala sekolah di Jawa Barat. Kepala sekolah tersebut merupakan kepala sekolah yang sudah melalui berbagai proses seleksi dan teruji kualitasnya. Tujuannya untuk meningkatkan managemen, mutu dan kemampuan sekolah dalam merelevansi kegiatan sekolah dengan dunia kerja. Serta untuk mendorong pembelajaran wirausaha termasuk memperbaiki citra publik tentang pendidikan.

“Ada pergeseran-pergeseran supaya yang baru ditempatkan ke grade tiga

, yang grade tiga dimasukan ke grade dua, yang grade dua dimasukan ke grade satu. Itukan sistem ya yang dibuat. Prosesnya usulan dari cabang dinas, ini adalah para wakil kepala sekolah yang sudah memiliki NUKS (Nomor Unik Kepala Sekolah) jadi kepala sekolah ini ada proses pelatihan kepala sekolah dan mendapatkan NUKS. Rata-rata merupakan wakil kepala sekolah,” ujar Heryawan.

Sebanyak 30 kepala sekolah yang terpilih merupakan kepala sekolah

dari 90 orang kepala sekolah yang telah mengikuti seleksi sebelumnya. Mereka telah melalui dua kali proses seleksi. Seleksi pertama terpilih dari 900 orang menjadi 90 orang dan dari 90 orang menjadi 30 orang.

“Beriktunya untuk pengangkatan tidak perlu mencari yang lain lagi, dari 90 itu, 30 orang sudah yang terbaik dan keputusan pimpinan. Hanya saja kesempatan terbatas, jadi dari tiga itu yang diambil hanya satu. Ditambah dengan teman-teman yang sudah punya NUKS di kabupaten tapi belum diangkat. Itu pun dites lagi, 90 orang kemarin dites, sisa 60 orang, nah 60 orang tersebut dites lagi,” jelas Heryawan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi mengatakan, tidak semua yang memiliki NUKS pada seleksi kemarin masuk kedalam tiga besar. Maka, pemerintah memberi kesempatan dengan cara mengundang calon kepala sekolah mengikuti seleksi. Terdapat 100 orang yang mendaftar untuk diproses seleksi.

“Jadi sekarang yang kosong ada 36 kemudian kami mencari kawan-kawan yang sebelumnya sudah mendaftar. Seleksinya terbagi menjadi dua, yaitu seleksi Bahasa Inggris dan seleksi wawancara,” ujar Hadadi.***

 

Baca Juga :

Hari Keempat Pendaftaran PPDB Tanpa Kendala

Hari Keempat Pendaftaran PPDB Tanpa Kendala

Hari Keempat Pendaftaran PPDB Tanpa Kendala

Hari Keempat Pendaftaran PPDB Tanpa Kendala
Hari Keempat Pendaftaran PPDB Tanpa Kendala

Pendaftaran hari keempat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jawa Barat berjalan lancar.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Iyus Rustandi. Menurutnya, pendaftaran PPDB hari pertama hingga hari ini tanpa kedala. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pendaftaran PPDB tahun ini jauh lebih baik.

“Saya jadi panitia PPDB setiap tahun. Alhamdulillah dari tahun ke tahun pelaksanaan pendaftaran PPDB lebih baik lagi. Proses upload data pendaftar pun aman tidak ada kendala-kendala. Walaupun pada hari pertama jumlah pendaftar terbilang banyak,” jelas Iyus saat ditemui di sela-sela pendaftaran di SMA Negeri 8 Kota Bandung, Jalan Solontongon No.3, Kota Bandung, Jawa Barat pada Kamis, 07 Juni 2018.

Jumlah pendaftar jalur WPS sampai hari keempat pendaftaran PPDB

berjumlah 342 pendaftar. Selain itu, untuk kalur prestasi sebanyak 92 pendaftar, pada jalur Penghargaan Maslahat Guru (PMG) dan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) sebanyak 44 orang, pada jalur Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM) berjumlah 44 orang.

“Kita memang tidak menyangka pendaftar hari pertama membludak. Terutama di jalur WPS (Warga Penduduk Setempat). Kemarin batas jarak jalur WPS 500 meter, tadi malam berubah menjadi 400 meter. Ini akibat dari membludaknya peserta WPS, Sampai saat ini ada sekitar 522 pendaftar ke SMA Negeri 8. Sedangkan kouta sekolah kami 364 siswa. Dan ini setiap jalur memiliki kouta masing-masing,” ujar Iyus.

Cepat dan lancar

Sementara itu, salah satu orang tua calon peserta didik yang mendaftar ke SMA Negeri 8 Bandung

, Kanyawati mengatakan, pendaftaran hari keempat lebih cepat dan lancar dibandingkan hari pertama. Sebelumnya, Kanyawati mendaftarkan anaknya di hari pertama, akan tetapi jumlah pendaftar membludak, sehingga ia harus melanjutkan pendaftaran esok harinya.

“Hari ini lancar, tanpa kendala, dari awal kita dikasih nomor antrian, dikasih formulir pendaftaran dan surat tanggung jawab mutlak orang tua. Baru mengikuti alur pendaftaran,” jelas Kenyawati saat ditemui usai pendaftaran.

Kanyawati mendaftarkan anaknya, Avicenna, melalui jalur prestasi. Setelah proses pendaftaran, Kanyawati diminta datang kembali ke sekolah pada 25 hingga 28 Juni 2018 untuk mengikuti tahapan selanjutnya, yaitu uji kompetensi. ***

 

Sumber :

https://fascinasiansblog.com/doa-sebelum-berangkat-kerja/

Pelajar harus Memiliki Jiwa Pancasila

Pelajar harus Memiliki Jiwa Pancasila

Pelajar harus Memiliki Jiwa Pancasila

Pelajar harus Memiliki Jiwa Pancasila
Pelajar harus Memiliki Jiwa Pancasila

Sekertaris Dinas Pendidikan Jawa Barat, Firman Adam

menghimbau pentingnya menanamkan jiwa pancasila, bagi seluruh pelajar di Jawa Barat.

“Penanaman nilai-nilai pancasila ini menjadi bagian yang mendasar. Yang harus ditanamkan, kemudian dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Firman Adam ditemui setelah pelaksanaan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, di Lapangan Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jalan Dr. Rajiman No. 6, Pasir Kaliki, Cicendo, Kota Bandung, Jumat, 1 Juni 2018.

Pada upacara tersebut, Firman Adam menjadi

inspektur upacara dengan memaparkan sambutan Presiden RI, Joko Widodo mengenai Hari Lahir Pancasila.

Ia juga menambahkan bahwa nilai-nilai pancasila ini harus benar-benar dijiwai oleh semua bangsa Indonesia, terutama para pelajar. Percaya diri dan semangat bersaing, merupakan salah satu

jiwa yang harus dimiliki. Selain itu unggul

, tangguh dan berprestasi merupakan pencapaian yang diharapkan bagi pelajar untuk masa depan.

“Para siswa sebagai modal dasar manusia untuk masa depan. Kebhinekaan, semangat gotong royong, itu harus senantiasa di junjung tinggi,” tambah Firman Adam dalam Hari Lahir Pancasila ini.***

 

 

Sumber :

https://icanhasmotivation.com/sejarah-olahraga-lompat-jauh/

Disdik Jabar Siapkan Tim Investigasi Domisili Bantuan di Daerah

Disdik Jabar Siapkan Tim Investigasi Domisili Bantuan di Daerah

Disdik Jabar Siapkan Tim Investigasi Domisili Bantuan di Daerah

Disdik Jabar Siapkan Tim Investigasi Domisili Bantuan di Daerah
Disdik Jabar Siapkan Tim Investigasi Domisili Bantuan di Daerah

Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik) Jawa Barat (Jabar), Firman Adam

mengimbau kepada seluruh Kantor Cabang Dinas (KCD) untuk menyiapkan pembentukan tim investigasi domisili bantuan di daerah. Hal tersebut guna mengantisipasi jika ada permasalahan domisili fiktif yang dilakukan oknum pendaftar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019.

“Saya berharap hal tersebut tidak terjadi. Namun, jika ada pengaduan dari masyarakat, kita siapkan untuk membentuk tim investigasi bantuan,” ujar Sekdisdik dalam Rapat Evaluasi PPDB di Kantor Disdik Jabar, Jln. Dr. Radjiman No. 6, Kota Bandung, Kamis (20/6/2019).

Sekdisdik menegaskan, tim tersebut hanya bersifat memandu karena pengambilan

keputusan tetap berada di tim investigasi domisili. “Nantinya, tim tersebut pun berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kabupaten/kota,” katanya.

Namun, tambahnya, hal tersebut masih bersifat rencana guna mengantisipasi permasalahan domisili tersebut. “Meski suasana pendaftaran di beberapa kota berlangsung hangat, namun mudah-mudahan permasalahan tersebut tidak kembali terulang,” harapnya.

Ia mengatakan, pelaksanaan pendaftaran PPDB sampai saat ini telah berjalan lancar

dan kondusif, khususnya dari sisi pelayanan. Selain itu, ia juga mengapresiasi seluruh panitia yang ikut bertugas melancarkan pelaksanaan PPDB. “Kita apresiasi semua teman dan tim yang telah mendukung kelancaran PPDB,” pungkasnya.***

 

Baca Juga :

Tim PPDB 2019 Imbau Sekolah untuk Pisahkan Operator dan Verifikator

Tim PPDB 2019 Imbau Sekolah untuk Pisahkan Operator dan Verifikator

Tim PPDB 2019 Imbau Sekolah untuk Pisahkan Operator dan Verifikator

Tim PPDB 2019 Imbau Sekolah untuk Pisahkan Operator dan Verifikator
Tim PPDB 2019 Imbau Sekolah untuk Pisahkan Operator dan Verifikator

Tim Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 Provinsi Jawa Barat

mengimbau setiap sekolah yang menggelar PPDB untuk memisahkan tim operator dan verifikator. Hal ini disebabkan masih ada beberapa sekolah yang masih menyatukan operator dan verifikator data dengan satu personel.

Panitia PPDB 2019, Edy Purwanto mengatakan, sekolah yang menyatukan petugas verifikator dan operator rentan mengalami kesalahan dalam penginputan data. ”Maka dari itu, lebih baik sekolah menambah personel operator dan verifikator karena mereka tetap manusia yang mempunyai batas kelelahan. Terlebih, setiap jam dikelilingi puluhan pendaftar,” ujar Edy saat Rapat Evaluasi PPDB di Ruang Operation Room Kantor Dinas Pendidikan Jawa  Barat, Jln Dr. Radjiman No. 6, Kota Bandung, Rabu (19/6/2019).

Kendala input data di satuan pendidikan, lanjutnya, dapat diatasi dengan menambah

personel dalam tim operator dan verifikator. Langkah ini bisa dilakukan untuk mencegah terjadi kesalahan penginputan data calon siswa.

“Terlebih, para operator harus mengecek data dengan baik dan menyesuaikan data yang dimasukkan apakah sudah sesuai dengan data siswa. Ini diperlukan operator yang fokus dalam mengentri data,” katanya.

Berdasarkan data terakhir pada hari kedua PPDB 2019, lanjutnya, per 17 Juni 2019,

data yang sudah verifikasi sebanyak 17.757 dan 58.599 sudah terverifikasi. Sedangkan pada 18 Juni 2019, sebanyak 44.384 data sudah diverifikasi dan 128.077 telah terverifikasi.

“Pada hari kedua PPDB, antrean pendaftar cenderung menurun dan panitia pendaftaran sudah lebih siap. Ini berbeda dengan hari pertama yang membeludak,” ujarnya.***

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/

Maksimalkan Pelayanan, PPDB 2019 di SMAN 1 Bandung Adopsi Pelayanan di Bank

Maksimalkan Pelayanan, PPDB 2019 di SMAN 1 Bandung Adopsi Pelayanan di BankMaksimalkan Pelayanan, PPDB 2019 di SMAN 1 Bandung Adopsi Pelayanan di Bank

Maksimalkan Pelayanan, PPDB 2019 di SMAN 1 Bandung Adopsi Pelayanan di Bank

Maksimalkan Pelayanan, PPDB 2019 di SMAN 1 Bandung Adopsi Pelayanan di BankMaksimalkan Pelayanan, PPDB 2019 di SMAN 1 Bandung Adopsi Pelayanan di Bank
Maksimalkan Pelayanan, PPDB 2019 di SMAN 1 Bandung Adopsi Pelayanan di Bank

Ada pemandangan berbeda di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Bandung

dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019. Tepatnya di ruang verifikasi data dan pemberkasan manual, sebuah layar proyektor terbentang di depan ruangan menampilkan data antrean calon peserta didik menyerupai pelayanan bank kepada para nasabah.

“Nomor antrean F7 ke loket 6,” suara tersebut terdengar setelah salah satu loket pelayanan pendaftar kosong. Sejurus kemudian, calon peserta didik dengan nomor antrean yang disebutkan melangkah menuju loket yang telah ditentukan. Disambut senyuman operator, pendaftar pun mengisi formulir dan mengabsen satu per satu persyaratan yang harus dikumpulkan.

Kepala SMAN 1 Bandung, Dadang Yani Zakaria menjelaskan, penerapan pelayanan tersebut sebagai upaya untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. “Kami berupaya melayani dengan hati. Semua masyarakat yang hadir ke sekolah adalah tamu. Seberapapun banyaknya, kita akan melayani dengan maksimal,” ungkapnya saat ditemui di SMAN 1, Jln. Ir. H. Juanda No. 93, Kota Bandung, Selasa (18/6/2019).

Ide tersebut, lanjut Dadang, dihasilkan melalui rapat persiapan yang dilakukan panitia PPDB

sekolah. “Memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada serta ditunjang inovasi para guru sehingga diterapkanlah pelayanan seperti di bank ini,” paparnya.

Dadang mengatakan, meski pendaftar di hari pertama membeludak, pihaknya telah mengantisipasi hal tersebut dengan baik. Pihak sekolah menyiapkan ruangan khusus bagi calon peserta didik yang ingin menggali informasi seputar SMAN 1 Bandung. Hal tersebut merupakan inisiatif pihak sekolah karena tak terdapat dalam prosedur operasional standar (POS) PPDB.

“Jadi, para peserta banyak yang penasaran  mengenai profil SMAN 1 yang ditampilkan

di ruang display. Sehingga, meskipun ada banyak pendaftar, semuanya tetap terlayani karena telah terbagi-bagi di beberapa ruangan,” tuturnya.

Dadang mengungkapkan, jumlah pendaftar di hari pertama mencapai 336 calon peserta didik. Karena keterbatasan waktu, 16 pendaftar dilayani di hari kedua. Ia pun menjamin seluruh pendaftar akan terinput data proses seleksi. “Sebanyak apapun pendaftar, semua datanya pasti terinput,” jelasnya.

Orang tua calon peserta didik, Yati Siti Nurhayati mengapresiasi pelayanan yang diterapkan SMAN 1. Selain dimanjakan dengan alur pendaftaran yang dibuat jelas dan mudah, ia dan anaknya pun sangat terbantu dengan pelayanan panitia PPDB. “Petugasnya pun komunikatif. Sehingga, ketika ada kebingungan mereka langsung membantu,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan salah seorang calon peserta didik, Muhammad Dzikri Ilham. Siswa lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Pasundan 6 tersebut mengatakan, dirinya sangat terbantu oleh pelayanan yang diterapkan panitia. “Sangat terbantu, terlebih persyaratan pendaftaran pun sudah disiapkan semua,” tutur siswa yang memilih jalur zonasi tersebut.***

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google
Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Mau tahu kapan matahari terbit atau terbenam di suatu wilayah? Google memiliki sebuah cara sederhana untuk melakukan itu.

Saat mengunjungi suatu wilayah, ada kalanya kita perlu tahu kapan waktu matahari terbit dan terbenam di tempat itu. Kegunaannya cukup banyak, misalnya untuk memperkirakan kapan waktu Subuh berakhir dan Maghrib dimulai bagi pemeluk agama Islam.

Fungsi lainnya, ini akan berguna sekali bagi mereka yang mau melakukan sesi pemotretan. Mengetahui kapan waktu matahari tenggelam untuk dijadikan latar akan sangat membantu dalam membuat rencana pergi ke lokasi.

Nah, lewat Google, hal itu bisa dilakukan dengan langkah mudah berikut ini:

  1. Buka Google.com
  2. Ketikkan “sunrise [nama kota]” (tanpa tanda kutip, ganti [nama kota] dengan kota yang diinginkan). Contohnya: “Sunrise Jakarta” akan memunculkan informasi waktu 5:49 pm ditambah keterangan ‘6 hours 58 minutes from now‘ di bawahnya
  3. Untuk waktu matahari terbenam, ganti “sunrise” dengan “sunset”

Baca Juga :