Mendulang Generasi Emas dari Provinsi Penghasil Emas

Mendulang Generasi Emas dari Provinsi Penghasil Emas

Mendulang Generasi Emas dari Provinsi Penghasil Emas

Mendulang Generasi Emas dari Provinsi Penghasil Emas
Mendulang Generasi Emas dari Provinsi Penghasil Emas

Depok, Kemendikbud — “Besi menempa besi menjadi parang yang tajam,

guru menempa murid menjadi cerdas”. Moto itulah yang menjadi motivasi Kabupaten Sorong untuk terus meningkatkan kualitas pendidikannya mulai dari pinggiran.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong, Provinsi Papua, Kepas Kalasuat mengatakan bahwa peningkatan kualitas pendidikan yang sudah berhasil dicapai di daerahnya adalah dengan mempermudah akses pendidikan baik bagi guru dan siswanya. Misalnya, Pemerintah Kabupaten Sorong telah melakukan pengadaan 10 bus sekolah yang mengantar-jemput siswa agar lebih mudah mencapai sekolah, serta pengadaan perumahan bagi guru serta asrama bagi siswa.

Terkait dengan solusi penambahan tenaga pengajar, ia mengapresiasi

bantuan pemerintah untuk mengatasi kekurangan guru melalui program Guru Garis Depan (GGD). ” Tahun 2015 ada bantuan 35 tenaga guru. Namun, sayang terhenti di tahun 2016 dan baru berlanjut di tahun 2017 lalu di mana kami mendapat bantuan tenaga mengajar sebanyak 34 guru, sehingga total ada 69 GGD di kabupaten kami,” katanya di sela-sela Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2018 di Depok, Jawa Barat, (7/2/2018).

Selain itu, ia juga berharap agar regulasi untuk dapat mempermudah putra daerah menjadi guru kontrak dapat segera terbit agar masalah keterbatasan jumlah guru di pelosok semakin menurun. “Jika ingin mencerdaskan bangsa, akan lebih mudah dimulai dari pinggiran,” tuturnya.

Kepas Kalasuat menjadi salah satu anggota diskusi di Kelompok II

dalam Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2018. Merujuk pada Hasil Diskusi Kelompok II yang membahas peningkatan peran pemda dalam pembiayaan pendidikan, Pemerintah Kabupaten Sorong telah berhasil memfasilitasi biaya pendidikan dan seragam gratis bagi siswa SD dan SMP selama enam tahun terakhir.

“BOSDA (Bantuan Operasional Sekolah Daerah) selama enam tahun ini sudah dapat menggratiskan biaya pendidikan siswa SD dan SMP termasuk seragam,” kata Kepala Dinas Pendidikan yang sudah menjabat sejak tahun 2015 ini.

Berbicara mengenai kreativitas dalam memberikan jangkauan pendidikan, inovasi yang sudah dilakukan Kabupaten Sorong di antaranya membangun pusat (center) untuk pelaksanaan ujian yang dilengkapi dengan komputer dan jaringan internet yang memadai di Kabupaten Sorong terkait pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). “Pusat (center) yang penempatannya di tiap rayon di Kabupaten Sorong ini, menjadi solusi atas masalah yang dihadapi siswa untuk dapat mengikuti ujian,” ujarnya. (Denty Anugrahmawaty/Desliana Maulipaksi)

 

Baca Juga :

 

 

Mendekatkan Pendidikan di Daerah 3T Melalui Sekolah Berbasis Asrama

Mendekatkan Pendidikan di Daerah 3T Melalui Sekolah Berbasis Asrama

Mendekatkan Pendidikan di Daerah 3T Melalui Sekolah Berbasis Asrama

Mendekatkan Pendidikan di Daerah 3T Melalui Sekolah Berbasis Asrama
Mendekatkan Pendidikan di Daerah 3T Melalui Sekolah Berbasis Asrama

Kemendikbud — Penyediaan perumahan guru dan pembangunan unit sekolah baru

di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) bertujuan agar siswa dan guru dekat dengan sekolah sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan lancar. Pada tahun 2016, Kabupaten Sorong mendapatkan satu unit sekolah baru (USB) di jenjang SMP, dan satu unit sekolah baru beserta asrama siswa di tahun 2017.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong, Kepas Kalasuat mengatakan, pembangunan asrama bertujuan agar siswa yang rumahnya jauh dari sekolah dapat fokus menjalani pendidikannya.”Seperti di SMP N 28, siswa yang berdomisili jauh dari sekolah akan tinggal di asrama, nanti pada hari libur mereka pulang ke rumah masing-masing,” ujar Kepas saat acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2018 di Depok, Jawa Barat (6/2/2018).

Ia menambahkan, dengan adanya USB beserta asrama, dapat menambah semangat belajar

peserta didiknya. Hal ini terlihat dari prestasi siswanya yang dapat bersaing dalam olimpiade tingkat nasional. Kepas mengatakan, pemerintah daerah sangat memperhatikan siswanya dengan cara membuat rayon – rayon dalam pelaksanaan UNBK.

“Adanya rayon sangat membantu sekolah yang terkendala jarak, sehingga dapat bergabung dalam satu rayon yang terdekat. Dengan begitu, siswa di daerah 3T juga ikut merasakan pendidikan yang sama dengan yang berada di kota,” tambahnya.

Kepas berharap dengan program – program yang mendekatkan pendidikan

kepada masyarakat ini dapat mengurangi jumlah anak putus sekolah di Kabupaten Sorong. Ia berharap, salah satu hasil dari RNPK 2018 ini adalah ditambahnya jumlah guru garis depan (GGD) yang ditempatkan di Kabupaten Sorong.ditambah sehingga dapat terwujudkan pembangunan pendidikan dari pinggiran. Menurutnya, pembangunan pendidikan dari pinggiran dapat meniadakan kesenjangan pendidikan di wilayah Indonesia.

“Dekatkan pendidikan kepada masyarakat melalui penyediaan perumahan guru dan unit sekolah baru di daerah 3T,” ujarnya. (Dwi Retnawati/Desliana Maulipaksi)

 

Sumber :

https://www.kaskus.co.id/thread/5d2e2d6f018e0d73cd7336bf/

Presiden Ingatkan Kembali Pentingnya Pendidikan Karakter di Rembuknas Pendidikan dan Kebudayaan

Presiden Ingatkan Kembali Pentingnya Pendidikan Karakter di Rembuknas Pendidikan dan Kebudayaan

Presiden Ingatkan Kembali Pentingnya Pendidikan Karakter di Rembuknas Pendidikan dan Kebudayaan

Presiden Ingatkan Kembali Pentingnya Pendidikan Karakter di Rembuknas Pendidikan dan Kebudayaan
Presiden Ingatkan Kembali Pentingnya Pendidikan Karakter di Rembuknas Pendidikan dan Kebudayaan

Traktor Kendali Jauh, Solusi bagi Petani Saat HujanKemendikbud — Presiden Joko Widodo membuka secara resmi Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2018 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Pusdiklat Kemendikbud) di Sawangan, Depok, Jawa Barat (6/2/2018). Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menegaskan kembali pentingnya sumber daya manusia (SDM) dan pendidikan karakter bagi anak bangsa.

Presiden menegaskan, kekayaan sumber daya alam yang dimiliki suatu negara tidak menjamin

kesejahteraan dan kesuksesan sebuah bangsa. “Pada intinya, yang memajukan sebuah negara adalah SDMnya. Ini berada pada tanggung jawab yang besar sekali di pundak Bapak/Ibu dan dan Saudara-Saudara yang hadir di sini,” katanya di hadapan para peserta RNPK 2018.

Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) merupakan forum yang diselenggarakan sebagai komitmen pemerintah untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. RNPK 2018 dihadiri 1.050 peserta, antara lain terdiri dari kepala dinas pendidikan dan kepala dinas kebudayaan provinsi/kabupaten/kota, organisasi profesi guru, mitra kerja Kemendikbud, dan atase pendidikan dan kebudayaan (atdikbud). Dalam RNPK 2018 akan dibahas rencana kerja bidang pendidikan dan kebudayaan untuk tahun 2018.

Terkait sumber daya alam dan sumber daya manusia, Presiden Jokowi mengatakan, Indonesia merupakan negara yang dikaruniai sumber daya alam yang kaya. Akan tetapi jangan sampai kekayaan tersebut justru memanjakan dan membutakan kita, atau membuat kita lemah sehingga tidak lagi membuat inovasi dan kreasi. SDM yang dimiliki suatu negara harus memiliki pengetahuan dan teknologi, serta kreativitas dan inovasi. Dengan begitu, negara tersebut akan mampu memenangkan persaingan atau kompetisi dengan negara lain.

“Di sinilah pentingnya posisi pendidikan,” tegas Presiden Jokowi.

Menurutnya, pendidikan membuat masyarakat sadar akan kepentingan bersama dan solidaritas sosial. Pendidikan
mengajarkan kejujuran, kebersamaan, kesantunan, nilai-nilai dan budi oekerti kepada anak-anak bangsa. Pendidikan juga harus mengajarkan daya juang dan membangun watak pembelajar.

“Itulah modal kita sebagai bangsa besar,” ujarnya.

Presiden juga menyoroti bahwa pendidikan karakter dan budi pekerti masih menjadi catatan besar

dalam pendidikan di Indonesia. Salah satunya kasus meninggalnya seorang guru di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, yakni Ahmad Budi Cahyono, yang diduga tewas karena dianiaya siswanya.

“Ini harus menjadi catatan besar kita. Ada apa ini? Kenapa ini terjadi?”, katanya. Presiden juga menyoroti aksi perundungan atau bullying antarpelajar serta tawuran antargeng sekolah yang masih terjadi di kalangan pelajar.

Presiden mengajak semua pihak untuk mendukung dan mendorong generasi bangsa mencetak prestasi. Ia menyebutkan empat nama anak bangsa yang berhasil meraih prestasi internasional, yakni Made Radikia Prasanta dan Bagus Putu Satria Suarima Putra, dari SMAN Bali Mandara, yang meraih penghargaan dari American Meteorological Society; M Naufal Gifary Effendi, siswa SMAN 1 Mataram, yang mendapat medali emas di ajang International Festival of Art and Culture di Jepang; dan Ahnaf Fauzy Zulkarnain, seorang pelajar SD Karangrejek II Desa Siraman, Gunung Kidul, Yogyakarta, yang menciptakan alat perontok jagung.

“Saya ingin menegaskan bahwa anak-anak kita tidak boleh ketinggalan ilmu pengetahuan dan teknologi,”

kata Presiden Jokowi. Menurutnya, ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikuasai generasi bangsa harus bisa memperkuat kearifan lokal dan akar budaya Indonesia. “Jangan sampai kehilangan itu. Jangan sampai anak-anak kita belajar lewat medsos dan internet untuk hal-hal yang bukan budaya kita,” tegasnya. (Desliana Maulipaksi)

 

Sumber :

http://ejournal.upi.edu/index.php/WapFi/comment/view/15816/0/115984

Pengertian Nilai, Moral dan Norma

Pengertian Nilai, Moral dan Norma

Pengertian Nilai, Moral dan Norma

Pengertian Nilai, Moral dan Norma

Pengertian Nilai

Pengertian Nilai (value) adalah kemampuan yang dipercayai yang ada pada suatu benda untuk memuaskan manusia. Sifat dari suatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau kelompok. Jadi nilai itu pada hakikatnya adalah sifat dan kualitas yang melekat pada suatu obyeknya. Dengan demikian, maka nilai itu adalah suatu kenyataan yang tersembunyi dibalik kenyataan-kenyataan lainnya. Menilai berarti menimbang, suatu kegiatan manusia untuk menghubungkan sesuatu dengan sesuatu yang lain kemudian untuk selanjutnya diambil keputusan. Keputusan itu adalah suatu nilai yang dapat menyatakan berguna atau tidak berguna, benar atau tidak benar, baik atau tidak baik, dan seterusnya.

Penilaian itu pastilah berhubungan dengan unsur indrawi manusia sebagai subjek penilai, yaitu unsur jasmani, rohani, akal, rasa, karsa dan kepercayaan. Dengan demikian, nilai adalah sesuatu yang berharga, berguna, memperkaya bathin dan menyadarkan manusia akan harkat dan martabatnya. Nilai bersumber pada budi yang berfungsi mendorong dan mengarahkan (motivator) sikap dan perilaku manusia. Nilai sebagai suatu sistem merupakan salah satu wujud kebudayaan di samping sistem sosial dan karya. Oleh karena itu, Alport mengidentifikasikan nilai-nilai yang terdapat dalam kehidupan masyarakat pada enam macam, yaitu : nilai teori, nilai ekonomi, nilai estetika, nilai sosial, nilai politik dan nilai religi.

Hierarkhi Nilai sangat tergantung pada titik tolak dan sudut pandang individu – masyarakat terhadap sesuatu obyek. Misalnya kalangan materialis memandang bahwa nilai tertinggi adalah nilai meterial. Max Scheler menyatakan bahwa nilai-nilai yang ada tidak sama tingginya dan luhurnya. Menurutnya nilai – nilai dapat dikelompokan dalam empat tingkatan yaitu :

  1. nilai kenikmatan adalah nilai-nilai yang berkaitan dengan indra yang memunculkan rasa senang, menderita atau tidak enak,
  2. nilai kehidupan yaitu nilai-nilai penting bagi kehidupan yakni : jasmani, kesehatan serta kesejahteraan umum,
  3. nilai kejiwaan adalah nilai-nilai yang berkaitan dengan kebenaran, keindahan dan pengetahuan murni,
  4. nilai kerohanian yaitu tingkatan ini terdapatlah modalitas nilai dari yang suci.

Sementara itu, Notonagoro membedakan menjadi tiga, yaitu :

  1. nilai material yaitu segala sesuatu yang berguna bagi jasmani manusia,
  2. nilai vital yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk mengadakan suatu aktivitas atau kegiatan,
  3. nilai kerokhanian yaitu segala sesuatu yang bersifat rokhani manusia yang dibedakan dalam empat tingkatan sebagai berikut :
  4. a. nilai kebenaran yaitu nilai yang bersumber pada rasio, budi, akal atau cipta manusia.
  5. nilai keindahan/estetis yaitu nilai yang bersumber pada perasaan manusia
  6. nilai kebaikan atau nilai moral yaitu nilai yang bersumber pada unsur kehendak manusia
  7. nilai religius yaitu nilai kerokhanian tertinggi dan bersifat mutlak Dalam pelaksanaanya, nilai-nilai dijabarkan dalam wujud norma, ukuran dan kriteria sehingga merupakan suatu keharusan anjuran atau larangan, tidak dikehendaki atau tercela. Oleh karena itu, nilai berperan sebagai pedoman yang menentukan kehidupan setiap manusia. Nilai manusia berada dalam hati nurani, kata hati dan pikiran sebagai suatu keyakinan dan kepercayaan yang bersumber pada berbagai sistem nilai.

Pengertian Moral berasal dari kata mos (mores) yang sinonim dengan kesusilaan, tabiat atau kelakuan. Moral adalah ajaran tentang hal yang baik dan buruk, yang menyangkut tingkah laku dan perbuatan manusia. Seorang pribadi yang taat kepada aturan-aturan, kaidah-kaidah dan norma yang berlaku dalam masyarakatnya, dianggap sesuai dan bertindak benar secara moral. Jika sebaliknya yang terjadi maka pribadi itu dianggap tidak bermoral. Moral dalam perwujudannya dapat berupa peraturan dan atau prinsipprinsip yang benar, baik terpuji dan mulia. Moral dapat berupa kesetiaan, kepatuhan terhadap nilai dan norma yang mengikat kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.

Pengertian Norma Kesadaran manusia yang membutuhkan hubungan yang ideal akan menumbuhkan kepatuhan terhadap suatu peraturan atau norma. Hubungan ideal yang seimbang, serasi dan selaras itu tercermin secara vertikal (Tuhan), horizontal (masyarakat) dan alamiah (alam sekitarnya) Norma adalah perwujudan martabat manusia sebagai mahluk budaya, sosial, moral dan religi. Norma merupakan suatu kesadaran dan sikap luhur yang dikehendaki oleh tata nilai untuk dipatuhi. Oleh karena itu, norma dalam perwujudannya dapat berupa norma agama, norma filsafat, norma kesusilaan, norma hukum dan norma sosial. Norma memiliki kekuatan untuk dipatuhi karena adanya sanksi.

Nilai Dasar Sekalipun nilai bersifat abstrak yang tidak dapat diamati melalui panca indra manusia, tetapi dalam kenyataannya nilai berhubungan dengan tingkah laku atau berbagai aspek kehidupan manusia dalam prakteknya. Setiap nilai memiliki nilai dasar yaitu berupa hakikat, esensi, intisari atau makna yang dalam dari nilai-nilai tersebut. Nilai dasar itu bersifat universal karena menyangkut kenyataan obyektif dari segala sesuatu. Contohnya : hakikat Tuhan, manusia, atau mahluk lainnya. Apabila nilai dasar itu berkaitan dengan hakikat Tuhan maka nilai dasar itu bersifat mutlak karena Tuhan adalah kausa prima (penyebab pertama). Segala sesuatu yang diciptakan berasal dari kehendak Tuhan. Bila nilai dasar itu berkaitan dengan hakikat manusia maka nilai-nilai itu harus bersumber pada hakikat kemanusiaan yang dijabarkan dalam norma hukum yang diistilahkan dengan hak dasar (hak asasi manusia). Apabila nilai dasar itu berdasarkan kepada hakikat suatu benda (kuantitas, aksi, ruang dan waktu) maka nilai dasar itu dapat juga disebut sebagai norma yang direalisasikan dalam kehidupan yang praksis, namun nilai yang bersumber dari kebendaan tidak boleh bertentangan dengan nilai dasar yang merupakan sumber penjabaran norma itu. Nilai dasar yang menjadi sumber etika bagi bangsa Indonesia adalah nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Nilai instrumental adalah nilai yang menjadi pedoman pelaksanaan dari

nilai dasar. Nilai dasar belum dapat bermakna sepenuhnya apabila belum memiliki formulasi serta parameter atau ukuran yang jelas dan konkrit. Apabila nilai instrumental itu berkaitan dengan tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari-hari maka nilai itu akan menjadi norma moral. Namun jika nilai instrumental itu berkaitan dengan suatu organisasi atau negara, maka nilai instrumental itu merupakan suatu arahan, kebijakan, atau strategi yang bersumber pada nilai dasar sehingga dapat juga dikatakan bahwa nilai instrumental itu merupakan suatu eksplisitasi dari nilai dasar. Dalam kehidupan ketatanegaraan Republik Indonesia, nilai-nilai instrumental dapat ditemukan dalam pasal-pasal undang-undang dasar yang merupakan penjabaran Pancasila.

Nilai praksis merupakan penjabaran lebih lanjut dari nilai instrumental dalam kehidupan yang lebih nyata dengan demikian nilai praksis merupakan pelaksanaan secara nyata dari nilai-nilai dasar dan nilai-nilai instrumental. Oleh karena itu, nilai praksis dijiwai kedua nilai tersebut diatas dan tidak bertentangan dengannya. Undang-undang organik adalah wujud dari nilai praksis, dengan kata lain, semua perundang-undangan yang berada di bawah UUD sampai kepada peraturan pelaksana yang dibuat oleh pemerintah.

Keterkaitan nilai

Norma dan moral merupakan suatu kenyataan yang seharusnya tetap terpelihara di setiap waktu pada hidup dan kehidupan manusia. Keterkaitan itu mutlak digarisbawahi bila seorang individu, masyarakat, bangsa dan negara menghendaki fondasi yang kuat tumbuh dan berkembang Sebagaimana tersebut di atas maka nilai akan berguna menuntun sikap dan tingkah laku manusia bila dikongkritkan dan diformulakan menjadi lebih obyektif sehingga memudahkan manusia untuk menjabarkannya dalam aktivitas sehari hari. Dalam kaitannya dengan moral maka aktivitas turunan dari nilai dan norma akan memperoleh integritas dan martabat manusia. Derajat kepribadian itu amat ditentukan oleh moralitas yang mengawalnya. Sementara itu, hubungan antara moral dan etika kadang-kadang atau seringkali disejajarkan arti dan maknanya. Namun demikian, etika dalam pengertiannya tidak berwenang menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan seseorang. Wewenang itu dipandang berada di tangan pihak yang memberikan ajaran moral.

 

Artikel terkait :

Pancasila Dalam Etika Politik Indonesia

Pancasila Dalam Etika Politik Indonesia

Pancasila Dalam Etika Politik Indonesia

1.      Pengertian Etika

Etika adalah kelompok filsafat praktis (filsafat yang membahas bagaimana manusia bersikap terhadap apa yang ada) dan dibagi mendasar tentang ajaran-ajaan dan pandangan-pandangan moral. Erika adalah ilmu yang membahas tentang bagaimana dan mengapa kita mengikuti suatu ajaran tertentu atau bagaimana kita bersikat dan bertanggung jawab dengan berbagai ajaran moral. Kedua kelompok etika itu adalah sebagai berikut :

  1. Etika Umum, mempertanyakan prinsip-prinsip yang berlaku bagi setiap tindakan manusia.
  2. Etika Khusus, membahas prinsip-prinsip tersebut di atas dalam hubungannya dengan berbagai aspek kehidupan manusia, baik sebagai individu (etika individual) maupun  mahluk sosial (etika sosial).

2.     Pancasila dalam Etika Politik

Etika adalah kelompok filsafat praktis yang membahas tentang bagaimana dan mengapa kita mengikuti suatu ajaran moral tertentu, atau bagaimana kita harus mengambil sikap yang bertanggung jawab dengan berbagai ajaran moral. Pengertian politik berasal dari kata Politics, yang memiliki makna bermacam – macam kegiatan dalam suatu sistem politik atau negara yang menyangkut proses penentuan tujuan – tujuan.

Etika politik adalah cabang dari filsafat politik yang membicarakan perilaku atau perbuatan-perbuatan politik untuk dinilai dari segi baik atau buruknya. Filsafat politik adalah seperangkat keyakinan masyarakat, berbangsa, dan bernegara yang dibela dan diperjuangkan oleh para penganutnya, seperti komunisme dan demokrasi.

Secara substantif pengertian etika politik tidak dapat dipisahkan dengan subjeksebagai pelaku etika yaitu manusia. Oleh karena itu, etika politik berkaitan eratdengan bidang pembahasan moral.hal ini berdasarkan kenyataan bahwa pengertianmoral senantiasa menunjuk kepada manusia sebagai subjek etika. Maka kewajibanmoral dibedakan dengan pengertian kewajiban-kewajiban lainnya, karena yangdimaksud adalah kewajiban manusia sebagai manusia, walaupun dalam hubungannyadengan masyarakat, bangsa maupun negara etika politik tetap meletakkan dasarfundamental manusia sebagai manusia. Dasar ini lebih meneguhkan akar etika politikbahwa kebaikan senantiasa didasarkan kepada hakikat manusia sebagai makhluk yangberadab dan berbudaya berdasarkan suatu kenyataan bahwa masyarakat, bangsamaupun negara bisa berkembang ke arah keadaan yang tidak baik dalam arti moral.

Tujuan etika politik adalah mengarahkan kehidupan politik yang lebih baik, baik bersama dan untuk orang lain, dalam rangka membangun institusi-institusi politik yang adil. Etika politik membantu untuk menganalisa korelasi antara tindakan individual, tindakan kolektif, dan struktur-struktur politik yang ada. Penekanan adanya korelasi ini menghindarkan pemahaman etika politik yang diredusir menjadi hanya sekadar etika individual perilaku individu dalam bernegara. Nilai-nilai Pancasila Sebagai Sumber Etika Politik. Dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan Negara, etika politik menuntut agar kekuasaan dalam Negara dijalankan sesuai dengan:

  1. Legitimasi hukum
  2. Legitimasi demokratis
  3. Legitimasi moral

3.     Pancasila Sebagai Sistem Etika

Nilai, norma, dan moral adalah konsep-konsep yang saling berkaitan. Dalam hubungannya dengan Pancasila, maka ketiganya akan memberikan suatu pemahaman yang saling melengkapi sebagai sistem etika.

Pancasila sebagai suatu sistem filsafat pada hakikatnya merupakan suatu nilai yang menjadi sumber dari segala penjabaran norma baik norma hukum, norma moral maupun norma kenegaraan lainnya. Disamping ituh, terkandung juga pemikiran-pemikiran yang bersifat kritis, mendasar, rasional, sistematis, dan komprehensif. Oleh karena itu, suatu pemikiran filsafat adalah suatu nilai-nilai yang bersifat mendasar yang memberikan landasan bagi manusia dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Nilai-nilai tersebut dijabarkan dalam kehidupan nyata dalam masyarakat,bangsa, dan negara maka diwujudkan dalam norma-noorma yang kemudian menjadi pedoman. Norma-norma itu meliputi:

1. Norma Moral

yang berkaitan dengan tingkah laku manusia yang dapat diukur dari sudut pandang baik maupun buruk, sopan maupun tidak sopan, susila atau tidak susila.

2. Norma Hukum

Suatu sistem peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam suatu tempat dan waktu tertentu dalam pengertian ini peratran hukum. Dalam pengertian itulah Pancasila berkedudukan sebagai sumber dari segala sumber hukum.

Dengan demiian, pacasila pada hakikatnya bukan meruakan suatu pedoman yang langsung bersifat normatif ataupun praktsis melainkan suatu sistem nilai-nilai etika merupakan sumber norma.

Sumber : https://www.sekolahbahasainggris.co.id/

Penerapan Etika Politik di Indonesia

Penerapan Etika Politik di Indonesia

Penerapan Etika Politik di Indonesia

Penerapan Etika Politik di Indonesia

Pengertian Etika Politik

Etika politik adalah cabang dari filsafat politik yang membicarakan perilaku atau perbuatan-perbuatan politik untuk dinilai dari segi baik atau buruknya. Filsafat politik adalah seperangkat keyakinan masyarakat, berbangsa, dan bernegara yang dibela dan diperjuangkan oleh para penganutnya, seperti komunisme dan demokrasi.

Secara substantif pengertian etika politik tidak dapat dipisahkan dengan subjek sebagai pelaku etika, yakni manusia. Oleh karena itu etika politik berkaitan erat dengan bidang pembahasan moral. Hal ini berdasarkan kenyataan bahwa pengertian “moral” senantiasa menunjuk kepada manusia sebagai subjek etika. Dapat disimpulkan bahwa dalam hubungannya dengan masyarakat bangsa maupun negara, etika politik tetap meletakkan dasar fundamental manusia sebagai manusia. Dasar ini lebih meneguhkan akar etika politik bahwa kebaikan senantiasa didasarkan kepada hakikat manusia sebagai makhluk beradab dan berbudaya.

Secara substantif pengertian etika politik tidak dapat dipisahkan dengan subjeksebagai pelaku etika yaitu manusia. Oleh karena itu, etika politik berkaitan eratdengan bidang pembahasan moral.hal ini berdasarkan kenyataan bahwa pengertianmoral senantiasa menunjuk kepada manusia sebagai subjek etika. Maka kewajibanmoral dibedakan dengan pengertian kewajiban-kewajiban lainnya, karena yangdimaksud adalah kewajiban manusia sebagai manusia, walaupun dalam hubungannyadengan masyarakat, bangsa maupun negara etika politik tetap meletakkan dasarfundamental manusia sebagai manusia. Dasar ini lebih meneguhkan akar etika politikbahwa kebaikan senantiasa didasarkan kepada hakikat manusia sebagai makhluk yangberadab dan berbudaya berdasarkan suatu kenyataan bahwa masyarakat, bangsamaupun negara bisa berkembang ke arah keadaan yang tidak baik dalam arti moral.

Tujuan etika politik

Tujuan etika politik adalah mengarahkan kehidupan politik yang lebih baik, baik bersama dan untuk orang lain, dalam rangka membangun institusi-institusi politik yang adil. Etika politik membantu untuk menganalisa korelasi antara tindakan individual, tindakan kolektif, dan struktur-struktur politik yang ada. Penekanan adanya korelasi ini menghindarkan pemahaman etika politik yang diredusir menjadi hanya sekadar etika individual perilaku individu dalam bernegara. Nilai-nilai Pancasila Sebagai Sumber Etika Politik. Dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan Negara, etika politik menuntut agar kekuasaan dalam Negara dijalankan sesuai dengan:

  1. Legitimasi hukum
  2. Legitimasi demokratis
  3. Legitimasi moral

Penerapan Etika Politik di Indonesia

Ada dasar yang fundamental dalam memfungsikan sistem politik yang memadai. Beberapa saran penerapan etika politik di Indonesia, adalah sebagai berikut.

Pertamamembuat masyarakat menjadi kritis. Franklyn Haiman (1958) mensyaratkan adanya peningkatan kapasitas rasional manusia. Upaya persuasi seperti kampanye politik, komunikasi pemerintah, periklanan, dan lain-lain, adalah suatu teknik untuk mempengaruhi penerima dengan menghilangkan proses berfikir sadarnya dan menanamkan sugesti atau penekanan pada kesadaran, agar menghasilkan perilaku otomatis yang tidak reflektif.

Seruan motivasional dan emosional juga kerap digunakan dalam mempengaruhi rasional massa. Pemilihan kata, kerap tidak mempertimbangkan rasa keadilan. Habermas (1967) mengatakan bahwa bahasa juga merupakan sarana dominasi dan kekuasaan. Monopoli pada pilihan kata, terutama karena akses ruang publik lebih terbuka pada politisi, menimbulkan peluang penyimpangan kepentingan.

Upaya penggerakan logika instant ini tidak etis. Intinya, seorang politisi yang berusaha diterima pandangannya secara tidak kritis, dia juga dapat dipandang sebagai pelanggar etika politik yang ideal. Jadi manusia harus diajar berfikir, menganalisa dan mengevaluasi informasi dengan rasio dan mampu mengontrol emosinya. Dengan demikian dapat menghasilkan suatu pemikiran terbaik dengan analisa kritis.

Keduamengembangkan kebiasaan meneliti. Semua pihak: masyarakat (melalui LSM), media massa, perguruan tinggi, politisi atau penguasa, sebaiknya mengembangkan kebiasaan meneliti. Peningkatan rasionalitas pada masyarakat selayaknya dibarengi dengan kemauan politisi dalam bersikap adil ketika memilih dan menampilkan fakta dan data secara terbuka.

Pengetahuan tentang realitas sebaiknya mencerminkan kenyataan real yang dibutuhkan. Informasi yang ditampilkan adalah informasi yang paling relevan dan selengkap mungkin memfasilitasi kemampuan rasional publik. Dan data yang dibutuhkan masyarakat, tidak boleh diselewengkan atau disembunyikan. Ketika banyak pihak terbiasa meneliti dan terekspos oleh data, penyelewengan data akan berkurang. Keterbukaan akses informasi ini, memfasilitasi masyarakat, mengamati politisi dalam membuat keputusan yang akurat.

Bagi politisi sendiri, ada baiknya mempertimbangkan peringatan Wallace untuk menanyakan hal ini pada diri sendiri, ”Apakah saya memberi kesempatan khalayak saya untuk membuat pernilaian dengan adil, tanpa menutup-nutupi data?”

Ketigakepentingan umum daripada pribadi atau golongan. Politisi hendaknya mengembangkan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi atau golongan. Motif pribadi atau golongan, atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan kolektif oleh publik, sungguh suatu tindakan tercela.

Pertanyaan yang dapat diangkat adalah: ”Apakah saya melupakan amanah yang telah diberikan oleh khalayak pada saya?” Ajakan suci ini memang membutuhkan gerakan hati dari politisi. Dan hati adalah ranah personal dari seorang individu. Namun, masyarakat memiliki hak sebagai eksekutor, ada atau tidak adanya politisi tersebut duduk di singasana politik. Meski butuh waktu lima tahunan.

Keempat, menghormati perbedaan. Etika politik juga dapat dilaksanakan dengan menghormati perbedaan pendapat dan argumen. Meski diperlukan adanya kerjasama dan kompromi, nilai dasar hati nurani, perlu menjadi batasan pembuatan kebijakan.

Menurut Wallace, ”Kita tidak perlu mengorbankan prinsip demi kompromi. Kita harus lebih suka menghadapi konflik daripada menerima penentraman” Ini penting. Karena secara budaya, Indonesia adalah negara kolektifis yang kerap mementingkan harmonisasi.

Bagi masyarakat, keaktifan dalam berekspresi dan mengungkapkan pendapat sebaiknya disambut dengan lebih aktif memanfaatkan ruang publik yang tersedia. Bagi politisi, ada baiknya memperhatikan pertanyaan Wallace ini: ”Bisakah saya dengan bebas mengakui kekuatan dan bukti serta argumen yang bertentangan dan masih mengajukan sebuah pendapat yang menampilkan keyakinan saya?”

Kelima, penerapan hukum. Penerapan etika politik sebaiknya didasari hukum. Masyarakat terdiri dari kelompok-kelompok yang mungkin sekali mempunyai kepentingan berlawanan. Politisi, dibantu oleh pengawasan masyarakat, sebaiknya mampu memfasilitasi dan mengatur kepentingan-kepentingan kelompok dengan membangun institusi-institusi yang adil.

Pengeksklusifan pada suatu kelompok dapat membuahkan keberuntungan bagi yang satu dan kemalangan bagi yang lain. Pengelolaan hukum dengan prosedur yang baik, dapat mengontrol dan menghindarkan semaksimal mungkin penyalahgunaan. Keadilan tidak diserahkan kepada politisi, tapi dipercayakan kepada prosedur yang memungkinkan pembentukan sistem hukum yang menjamin pelaksanaan keadilan. Jadi ketika politisi melakukan pelanggaran, prosedur hukum secara otomatis dan transparan, dapat diberlakukan pada politisi, tanpa adanya rekayasa.

Keenam, mengurangi privasi. Salah satu upaya pelaksanaan etika politik, menurut Dennis F Thompson (1987), adalah dengan mengurangi privasi pejabat negara. Menurutnya, para pejabat sesungguhnya bukan warga negara biasa. Mereka memiliki kekuasaan atas warga negara, dan bagaimanapun, mereka merupakan representasi dari warga negara. Perbedaan-perbedaan signifikan antara pejabat negara dan warga negara membuat berkurangnya wilayah kehidupan pribadi (privacy) para pejabat negara. Karenanya, privacy pejabat negara tidak harus dijaga, bila perlu dikorbankan untuk menjaga keutuhan demokrasi dan menjaga kepercayaan warga negara. Kebijakan-kebijakan politik yang diambil, sebesar dan atau seluas apa pun, sedikit banyak, berpengaruh bagi kehidupan warga negara.

Jadi layaklah bila masyarakat tahu secara detail, mengenai kehidupan pejabat-pejabat negara. Pengetahuan tersebut merupakan bagian dari garansi dan kontrol publik yang membuat warga negara menaruh kepercayaan pada pejabat negara yang telah dipilihnya. Warga negara harus punya keyakinan bahwa pejabat negara yang dipilihnya benar-benar memiliki fisik yang sehat dan pribadi yang jujur. Meski orang mungkin berubah, namun perlu ada jaminan awal bahwa politisi tersebut berpotensi untuk tidak mempergunakan kekuasaan dan kewenangan untuk kepentingan pribadi, keluarga, dan kelompoknya.

Ketujuh, beriman. Penerapan etika politik dapat berjalan dengan mulus, bila semua pihak menyandarkan keyakinan pada agama. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, hendaklah menjadi jiwa dalam kehidupan tiap individu. Etika dan moral politisi akan rusak ketika tidak dihubungkannya agama dengan politik. Padahal, keduanya adalah satu kesatuan integral bagai jiwa dan raga.

Iman, adalah percaya pada Tuhan. Bila politisi mempercayakan diri pada Tuhan sebagai pemilik dirinya, tempat kembalinya, pengatur manusia, pemberi amanah, penguasa keputusan hidup dan tempat berawal dan berakhirnya segala sesuatu, diharapkan politisi memiliki arahan yang terbenar.

Kedelapan, terbukanya ruang publik. Perlu diperbanyak ruang publik yang memberi kesempatan politisi dan masyarakat saling berkomunikasi. Wadah seperti the Fatwa Center (tFC) ini, adalah salah satu upaya real menyediakan akses bagi interaksi tadi. Terbukanya kesempatan berbagi antartokoh, politisi, media, akademisi, birokrat, mahasiswa dan masyarakat lainnya memberi penyegaran-penyegaran edukatif pada semua pihak. Selain itu mengurangi prasangka atau peluang terjadinya pelanggaran etika politik.

Wadah seperti tFC juga diharapkan: 1) dapat memberi ruang terbuka pada peningkatan rasional dan daya kritis publik. 2) mempersiapkan calon politisi untuk menjadi politisi beretika, 3) mengingatkan politisi untuk beretika.

Semua pihak akan diuntungkan. Politisi yang beretika, diuntungkan dengan adanya masyarakat yang terdidik. Masyarakat juga diuntungkan, dengan politisi yang beretika. Pada masyarakat yang tidak terpelajar atau terbelakang, maka politisi yang tidak beretika masih tetap ada. Ongkos sosial juga tinggi, diantaranya: banyaknya intrik, masyarakat dikorbankan, kemajuan Indonesia juga tidak signifikan.

Sumber : https://www.dosenpendidikan.co.id/

Doa Nisfu Sya’ban

Doa Nisfu Sya'ban

Doa Nisfu Sya’ban

Doa Nisfu Sya'ban
Doa Nisfu Sya’ban

Banyak Keutamaan

Banyak sekali keutamaan yang dapat kita peroleh apabila mau melaksanakan amalan-amalan di malam nisfu sya’ban, namun begitu kita bebas memilih amalan apa yang akan kita lakukan, salah satunya adalah bahwa pada malam Nishfu Sya’ban disunnahkan untuk mengamalkan do’a Nabi Adam AS sebagai berikut:

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui kerahasiaan dan kejelasan saya, maka terimalah alasan saya, Engkau mengetahui hajat saya, maka kabulkanlah permintaan saya, Engkau mengetahui yang ada pada diri saya, maka ampunilah dosa saya. Ya Allah, sesungguhnya saya memohon kepadaMu iman yang menyentuh hati saya, keyakinan yang benar, sehingga saya mengetahui bahwa sesungguhnya tidak akan mengenai diri saya, kecuali apa yang telah Engkau tentukan, jadikanlah saya menerima atas keputusanMu”.

Alkisah, konon ketika Nabi Adam turun kebumi, ia thowaf dibaitullah selama satu minggu, dan sholat 2 rokaat dibelakang maqom Ibrahim, selanjutnya membaca do’a diatas. Kemudian Alloh SWT memberi wahyu kepadanya,”Wahai Adam, sesungguhnya kamu telah berdo’a kepadaKu, maka aku mengabulkan permohonanmu. Tak seorangpun anak keturunanmu yang berdo’a kepadaku dengan do’a itu, kecuali aku akan mengabulkan do’anya, aku ampuni dosanya, aku hilangkan kesusahannya, aku lipat gandakan pahalanya, dan aku datangkan dunia ini untuk tunduk kepadanya walaupun ia tidak menginginkannya”.

Lebih utama pada malam Nisfu Sya’ban (dan bulan Ramadlan) memperbanyak membaca doa Sayyid Wana’i sebagai berikut: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Maha Mulia, yang senang mengampuni, maka ampunilah saya. Ya Allah, saya memohon kepadaMu (untuk memberikan) ampunan, kesehatan dan keselamatan untuk selamanya didalam agama, dunia dan akhirat”.

Dan untuk keselamatan pada malam nisfu Sya’ban doa nabi Yunus AS berikut dibaca 2.375 (dua ribu tiga ratus tujuh puluh lima) kali.

Doa Keselamatan

“Tiada Tuhan melainkan Engkau, Maha Suci Engkau,sesungguhnya saya bagian dari orang-orang yang menganiaya”.

Fadhilah atau keutamaaya insya Allah sepanjang tahun tersebut akan diselamatkan dari bencana dan musibah, dan dari hal-hal yang menyusahkan.

Hadits riwayat dari Ibnu ‘ Abbas menyebutkan : “Sesungguhnya do’a saudaraku Yunus sangat mengherankan, yang awal berupa tahlil, yang tengah tasbih dan yang akhir pengakuan dosa, yaitu LAA ILAAHA ILLA ANTA SUBHAANAKA INNI KUNTU MINADZ DZOLIMIN. Tak seorangpun yang sedang susah, yang sedang resah, yang tertimpa musibah dan yang sedang terlilit hutang, (mau) membacanya 3 kali dalam sehari melainkan dikabulkan hajatnya”.

Menurut sebagian ulama pada hari pertama bulan Sya’ban, disunnahkan menjalankan sholat sunnah 2 rokaat, dengan metode: Setiap selesai membaca Surat Al Fatihah kemudian membaca Ayat Kursi 10 kali dan ayat:

Doa Sholat Sunnah

Fadhilah atau keutamaannya adalah barang siapa yang mau menjalankan ibadah sunnah diatas, maka akan mendapat kenikmatan disurga, dimana mata belum pernah melihat, telinga belum pernah mendengar dan hati belum pernah membayangkan. Selain itu, akan diselamatkan dari kesulitan dunia, mendapat rizqi yang berlimpah dan diberi keselamatan pada hari akhir (hari kiamat).

Malam ke 15 bulan Sya’ban juga disunnahkan menjalankan sholat sunnah 100 rokaat, dengan metode dua rokaat salam, setiap rokaatnya setelah membaca Surat Al- Fatihah kemudian membaca Surat Al-Ihlash 11 kali. Atau dengan metode 10 rokaat, setiap dua rokaat salam dan setelah membaca Surat Al-Fatihah kemudian membaca Surat Al-Ihlash 100 kali.

Selain itu di sunnahkan pula membaca awalnya surat ad-Dukhon, yaitu :

Surat Ad-Dukhon

Dibaca 30 kali, mulai malam pertama bulan Sya’ban sampai malam ke 15, kemudian membaca dzikir dan sholawat, selanjutnya berdo’a tentang apa yang diinginkan. Insya Allah akan segera dikabulkan oleh Allah.

Demikian uraian tentang doa nisfu sya’ban dan juga amalan-amalan yang ada di dalamnya, semoga bermanfaat. Amiin.

Baca Juga: 

Nisfu Sya’ban Zaman Nabi Saw

Nisfu Sya'ban Zaman Nabi Saw

Nisfu Sya’ban Zaman Nabi Saw

Nisfu Sya'ban Zaman Nabi Saw
Nisfu Sya’ban Zaman Nabi Saw

 

Perintah Rasulullah Saw

Rasulullah SAW telah memerintahkan untuk memperhatikan malam Nisfu Sya’ban, dan bobot berkahnya beramal sholeh pada malam itu diceritakan oleh Sayyidina Ali Rodliallahu Anhu, Rasulullah Shollallahu alaihi wasallam bersabda : “Jika tiba malam Nisfu Sya’ban, maka bersholatlah di malam harinya dan berpuasalah di siang harinya karena sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala menurunkan rahmatnya pada malam itu ke langit dunia, yaitu mulai dari terbenamnya matahari. Lalu Dia berfirman, “Adakah orang yang meminta ampun, maka akan Aku ampuni? Adakah orang meminta rizki, maka akan Aku beri rizki? Adakah orang yang tertimpa musibah, maka akan Aku selamatkan? Adakah begini atau begitu? Sampai terbitlah fajar.” (HR. Ibnu Majah)

Malam Nisfu Sya’ban

Malam Nisfu Sya’ban atau bahkan seluruh bulan Sya’ban sekalipun adalah saat yang tepat bagi seorang muslim untuk sesegera mungkin melakukan kebaikan. Malam itu adalah saat yang utama dan penuh berkah, maka selayaknya seorang muslim memperbanyak aneka ragam amal kebaikan. Do’a adalah pembuka kelapangan dan kunci keberhasilan, maka sungguh tepat bila malam itu umat Islam menyibukkan dirinya dengan berdo’a kepada Allah Subhanahu wata’ala. Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wasallam mengatakan, “Do’a adalah senjatanya seorang mukmin, tiyangnya agama dan cahayanya langit dan bumi.” (HR. Hakim).

Penjelasan

Nabi Muhammad SAW juga mengatakan, “Seorang muslim yang berdo’a selama tidak berupa sesuatu yang berdosa dan memutus famili, niscaya Allah SWT menganugrahkan salah satu dari ketiga hal, pertama, Allah akan mengabulkan do’anya di dunia. Kedua, Allah baru akan mengabulkan do’anya di akhirat kelak. Ketiga, Allah akan menghindarkannya dari kejelekan lain yang serupa dengan isi do’anya.” (HR. Ahmad dan Barraz).

Tidak ada tuntunan langsung dari Rasulullah Shollallahu alaihi wasallam tentang do’a yang khusus dibaca pada malam Nisfu Sya’ban. Begitu pula tidak ada petunjuk tentang jumlah bilangan sholat pada malam itu. Siapa yang membaca Al Quran, berdo’a, bersedekah dan beribadah yang lain sesuai dengan kemampuannya, maka dia termasuk orang yang telah menghidupkan malam Nisfu Sya’ban dan ia akan mendapatkan pahala sebagai balasannya.

Kebiasaan Yang Berlaku

Adapun kebiasaan yang berlaku di masyarakat, yaitu membaca Surat Yasin tiga kali, dengan berbagai tujuan, yang pertama dengan tujuan memperoleh umur panjang dan diberi pertolongan dapat selalu taat kepada Allah. Kedua, bertujuan mendapat perlindungan dari mara bahaya dan memperoleh keluasaan rikzi. Dan ketiga, memperoleh khusnul khatimah (mati dalam keadaan iman), itu juga tidak ada yang melarang, meskipun ada beberapa kelompok yang memandang hal ini sebagai langkah yang salah dan batil.

Demikianlah sedikit uraian tentang tradisi nisfu sya’ban di masa Rasulullah SAW., semoga kita semua mendapat keberkahan atas apa yang kita lakukan selama ini. Amiin.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/doa-sholat-dhuha-niat-dan-tata-caranya/

Keutamaan dan Amalan Bulan Ramadhan

Keutamaan dan Amalan Bulan Ramadhan

Keutamaan dan Amalan Bulan Ramadhan

Keutamaan dan Amalan Bulan Ramadhan
Keutamaan dan Amalan Bulan Ramadhan

Ketaatan yang dilakukan pada waktu atau tempat yang memiliki keutamaan menyebabkan amalan tersebut mempunyai nilai yang berlipat ganda. Oleh sebab itu pahala amalan menjadi berlipat ganda disebabkan kemuliaan suatu waktu sebagaimana juga berlipat ganda karena kemuliaan suatu tempat. Seperti shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Shalat di masjidil haram senilai dengan 100.000 shalat di masjid lainnya, dan shalat di Masjid Nabi SAW di Madinah senilai dengan 1.000 kali shalat di masjid yang lainnya. Hal ini disebabkan karena kemuliaan suatu tempat.

Maka demikian juga, kemuliaan suatu waktu menyebabkan amalan-amalan kebaikan yang dikerjakan di dalamnya menjadi berlipat ganda. Sedangkan waktu yang paling besar kemuliaannya adalah bulan Ramadhan. Allah menjadikannya sebagai ajang bagi hamba-Nya untuk melakukan kebaikan, ketaatan serta untuk menaikkan derajat.

Syaratnya

Diantara amal ibadah yang dikerjakan pada bulan Ramadhan adalah puasa Ramadhan. Bagi setiap muslim, baligh, berakal dan mampu berpuasa (menahan haus dan lapar sejak terbitnya fajar sampai tenggelamnya matahari) wajib menjalankan puasa Ramadhan. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqoroh 183 & 184.
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaywa. (Puasa itu) beberapa hari yang tertentu (29 atau 30)”.

Dalil

Nabi SAW bersabda:

“Barang siapa berpuasa pada bulan Ramadlan dengan iman dan mengharap pahala (ikhlash), maka semua dosa-dosanya yang telah lewat dan yang akan datang diampuni”. (HR. Bukhori & Muslim)

“Sesungguhnya di dalam Surga terdapat sebuah pintu yang disebut Ar-Royyan. Orang-orang yang rajin berpuasa akan masuk Surga melewatinya pada hari kiamat nanti. Tidak ada orang yang memasukinya selain mereka. Diserukan kepada mereka, ‘Manakah orang-orang yang rajin berpuasa?’ Maka merekapun bangkit. Tidak ada yang masuk melewati pintu itu selain golongan mereka. Dan kalau mereka semua sudah masuk maka pintu itu dikunci sehingga tidak ada lagi seorangpun yang bisa melaluinya”. (HR. Bukhari)

Pengertian puasa dalam terminologi syar’i artinya menahan segala hal yang membatalkan puasa dengan metode tertentu. Sedangkan puasa dalam ta’rif yang lebih khusus adalah menahan hal-hal yang dapat membatalkan puasa dan menjaga seluruh bagian tubuh dari perbuatan dosa.

Adapun Menurut Ahli Hikmah, tingkatan puasa terbagi menjadi 3, yaitu : “Puasa Umum, Puasa Khusus dan puasa Khawashul Khawaas”.

Puasa Umum

Puasa umum, atau puasa yang dikerjakan oleh kebanyakan umat (orang awam), yaitu menahan diri dari makan, minum dan berhubungan suami-istri. Puasa khusus, atau puasa yang dikerjakan oleh kebanyakan para shalihin, yaitu menahan diri dari makan, minum, dan berhubungan badan, dan juga mengekang anggota badan dari segala perbuatan dosa.

Puasa khazvashul khaivash

Puasa khazvashul khaivash, ialah menjalankan puasa seperti puasa umum dan puasa khusus, sekaligus memelihara hati dari tujuan hal-hal yang bersifat dunia semata,, menjaga hati dari keinginan-keinginan kotor dan menjaga hati agar tidak berpaling ke selain Allah.(Ihya’ Ulumuddin). Demikian uraian singkat tentang keutamaan dan amalan bulan ramadhan. Semoga bermanfaat. Amiin.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/niat-sholat-fardhu/

Salut! Nenek Ini Dapat Gelar Sarjana di Usia 91 Tahun

Salut! Nenek Ini Dapat Gelar Sarjana di Usia 91 Tahun

Salut! Nenek Ini Dapat Gelar Sarjana di Usia 91 Tahun

Salut! Nenek Ini Dapat Gelar Sarjana di Usia 91 Tahun
Salut! Nenek Ini Dapat Gelar Sarjana di Usia 91 Tahun

Tak pernah ada kata terlambat untuk belajar. Kalimat itulah yang bisa menggambarkan kisah nenek

bernama Kim-Iun Jinakul yang berhasil mendapatkan gelar sarjananya dari sebuah universitas terbuka, Sukhothai Thammathirat Open University (STOU) di Thailand.

(Baca juga: Wanita Cantik Ini Dinikahi dengan Mahar Rp500 Ribu, Kisahnya Bikin Ngebet Ijab Kabul)

Melansir dari Thai PBS, Nenek Kim-Iun berkata, “Jika kita tidak belajar, t

idak membaca dan tahu apapun, bagaimana kita akan berkomunikasi dengan orang lain? Jika kita selalu membaca dari koran atau mendengar berita, kita akan tahu kejadian di dunia dan di negara ini,” ujarnya, seperti dikutip Okezone, Sabtu (5/8/2017).

Kelulusan ini merupakan impiannya sejak lama. Kim-Iun mendaftar di STOU

Tahun 1998 saat dirinya berusia 70 tahun. Tapi rencananya gagal karena harus membantu bisnis keluarga.

(Baca juga: Merinding! Begini Detik-Detik Ketika Petir Menyambar Lampu Jalan)

Tahun 2011, dia kembali mendaftar dan mengambil jurusan Human Ecology.

Prof. Panuman Kudngaongarm menjelaskan, universitas membuka peluang bagi orang berusia tua untuk melanjutkan pendidikan tanpa dikenakan biaya. Mereka bahkan menyiapkan pembelajaran khusus dan memberikan opsi kuliah di rumah.

 

Baca Juga :