Keterikatan Pemikiran Politik Thomas Hobbes

Keterikatan Pemikiran Politik Thomas Hobbes

Keterikatan Pemikiran Politik Thomas Hobbes

Keterikatan Pemikiran Politik Thomas Hobbes
Keterikatan Pemikiran Politik Thomas Hobbes

 

Teori-teori mengenai asal-usul terbentuknya suatu negara

Dapat dikategorisasikan menjadi dua kategori utama, yaitu pertama, teori-teori yang spekulatif dan kedua, adalah teori-teori yang historis atau teori-teori yang revolusionistis.

Teori perjanjian masyarakat atau teori kontrak sosial merupakan salah satu dari teori-teori spkulatif. Teori perjanjian masyarakat atau teori kontrak sosial menganggap perjanjian sebagai dasar negara dan masyarakat.  Teori ini dipandang tertua dan terpenting.  Setiap perenungan mengenai negara dan masyarakat, mau tidak mau akan menghasilakn paham-paham yang mendasarkan adanya negara dan masyarakat itu pada persetujuan anggota-anggotanya.  Persetujuan tersebut dapat dinyatakan secara tegas (expressed)  atau dianggap telah diberikan secara diam-diam (tacitly assumed).

 

Salah satu tokoh yang paling berpengaruh mengenai konsep

Perjanjian masyarakat atau kontrak sosial adalah Thomas Hobbes. Seorang tokoh penganjur absolutisme demi kebaikan dan ketertiban dan pendukung ajaran desakralisasi kekuasaan atas dasar agama.

 

Thomas Hobbes dilahirkan di Malmesbury pada tanggal 3 April tahun 1588

Dan meninggal pada tanggal 4 Desember tahun 1669 di Hardwick Hall, Debyshire, Inggris.  Karena lahir di Malmesbury, Hobbes juga disebut sebagai “Filsuf dari Malmesbury”.  Hobbes bukan seorang negarawan atau politikus, ia seorang filsof yang mencurahkan perhatiannya pada masalah-masalah falsafah politik.  Karya-karya politiknya dimuat antara lain dalam buku-buku: The Elements of Law, Natural and Political, 1640, De Cive, 1642 dan terutama serta paling termasyhur ialah Leviathan atauCommonwealth yang ditulis dalam tahun 1651. Bukunya ini menunjukan dengan nyata bagaimana manusia dan pergaulan dalam hidupnya sebagai suatu mekanisme, serta manusia sebagai subjek yang penuh rasa takut dan hanya bertindak berdasar kepentingan diri.[2] Ketiga buku ditulis dengan motif-motif politik tertentu, umpamanya ”Leviathan” ditulis untuk membenarkan dan memberi dasar hukum pada kekuasann raja Charles I yang bertakhta sebagai raja Inggris selama periode 1625-1649.

Thomas Hobbes temasuk seorang penyokong teori Divine Right

Yang dianut oleh golongan Torries di Inggris. Unsur-unsur teori ini,[3] ialah:  1)  Kekuasaan raja besifat mutlak; 2) Raja merupakan kepala keluarga yang besar; 3). Kerajaan adalah kehendak Tuhan; 4) Hanya dalam monarkhi terdapat kekebasan beragama; 5) Parlemen hanya sebagai penasehat.  Unsur –unsur dari teori Divine Right ini akan jelas terlihat mempengaruhi pemikiran Hobbes terutama dalam konsep Negara Leviathan yang kelak diuangkapkannya.

Untuk menyelami falsafah politik Hobbes patutlah diketahui keadaan- keadaan politik di Inggris semasa hidupnya.  Karena Hobbes adalah anak dari zamanya dan teorinya hanya dapat dimengerti jika ditinjau dengan latar belakang historis dari zamannya tersebut.

Ketika Hobbes dilahirkan dalam tahun 1588, seluruh penduduk kepulauan Inggris terancam oleh bahaya, yaitu armada laut yang tidak terkalahkan dari Spanyol yang berada di bawah pimpinan laksaman Medina Sidonia.  Ketakutan akan ancaman armada laut Spanyol ini meresap pada setiap kalbu orang Inggris. Hobbes kemudian mengalami sendiri perang saudara yang menimpa penduduk Inggris, yakni pertikaian antara Long Parliment dan Charles I (1642-1651) yang mengakibatkan terpenggalnya kepala Charles I.  Dengan latar belakang yang menakutkan dan mengerikan tersebut Hobbes lahir dan dibesarkan.  Oleh karena itu falsafah politiknya menampakkan adanya unsur-unsur ketakutan yang menurut Hobbes menjadi peranan utama dari pada kemajuan manusia.

 

Beranjak kepada pemikirannya, Thomas Hobbes

Membedakan Natural Law dengan Natural Right[4].  Natural Right ialah hak kekuasaan yang dimiliki setiap orang untuk berbuat apa saja untuk mempertahankan hidupnya.  DanNatural Right yang mengakibatkan timbulnya konflik atau perkelahian tersebut, disebabkan tidak ada aturan yang membatasi.

Thomas Hobbes mempergunakan sebagai titik pangkal dalam ajarannya bahwa manusia sejak dilahirkan telah membawa hak-hak asasinya, seperti hak untuk hidup, kemerdekaan dan hak milik.  Hak-hak ini termasuk dalam hukum alam (natuurrecht).[5]  Akan tetapi tidak ada jaminan bahwa seorang dapat menikmatinya secara utuh karena orang lain juga menghendaki kesenangan tersebut.  Untuk mengatasi atau mendapatkan jaminan Hobbes bekata bahwa pencapaian harus dilakukan dengan mengikuti hukum-hukum alam tersebut.[6]  Pertama, bahwa setiap orang harus berusaha menciptakan damai, bila ingin mendapat kedamaian.  Kedua, bahwa setiap orang atas kemauan bersama menyerahkan haknya menjadi hak bersama dalam bentuk suatu kemerdekaan yang besar menghadapi semua orang termasuk mereka yang menyerahkan haknya.  Kedua prinsip inilah yang menjadi landasan Teori Perjanjian masyarakat atau kontrak sosial dari Hobbes.

 Berkaitan dengan proses tercapainya kontrak sosial. Hobbes mengikuti jalan pikiran teori kontrak sosial pada umumnya tentang kehidupan manusia yang terpisah dalam dua zaman itu, yakni masa selama belum ada negara (status naturalis atau state of nature) dan kedaan bernegara.  Bagi Hobbes keadaan alamiah saat belum ada negara atau lebih sering dikenal dengan istilah status naturalis atau state of nature, sama sekali bukan keadaan yang aman senatosa, adil dan makmur.

 

Tetapi sebaliknya, keadaan alamiah merupakan

Suatu keadaan sosial yang kacau, tanpa hukum yang dibuat oleh manusia secara sukarela dan tanpa pemerintah, tanpa ikatan-ikatan sosial antara individu itu masing-masing,  sebagaimana keadaan keadaan di hutan rimba raya di mana yang kuatlah yang berkuasa.  Manusia seakan-akan merupakan bintang yang senantiasa berada dalam keadaan bermusushan, terancam oleh sesamanya dan menjadi mangsa dari manusia lebih kuat dari padanya.  Keadaan ini dilukiskan dalam istilah ”homo homini lupus”, manusia yang satu merupakan binatang buas bagi manusia yang lain.  Dalam keadaan ini, manusia saling bermusuhan, beradu terus menerus dalam keadaan peperangan yang satu melawan yang lain.  Keadaan inilah dikenal sebagai “bellum ominum contra omnes” (perang antara semua melawan semua).  Bukan perang dalam arti peperangan terorganisis, tetapi perang dalam arti keadaan bermusushan yang terus menerus antara individu dengan individu lainnya.

Baca Juga :

The Role of Ordinary People in Democratizatio

The Role of Ordinary People in Democratizatio

The Role of Ordinary People in Democratization

The Role of Ordinary People in Democratizatio
The Role of Ordinary People in Democratizatio

Setelah kita menelaah demokrasi yang terjadi di Amerika

Yang nampak begitu ideal sebagaimana Tocqueville mengungapkana dalam tulisannya “Tentang Revolusi, Demokrasi dan Masyarakat” dan alasan pentingnya demokrasi sebagaimana yang diungkakan oleh Amartya Sent dalam Development as Freedom: The Importance of Democracy. Kali ini, kita akan memahami bagaimana seharusnya demokrasi berlangsung efektif di masyarakat.

 

Christian Welzel dan Ronald Ingelhart dalam karyanya

The Role of Ordinary People in Democratization” memaparkan dua konsep mengenai demokrasi. Pertama, demokrasi dalam arti sempit yaitu electoral democracy yang menekankan pada pemilu yang kompetitif, bebas, dan adil, di mana elit memegang peranan kunci dan mobilisasi sosial memegang peranan yang kurang penting. Kedua, demokrasi dalam arti luas yaitu liberal demoracy yang memberikan kesempatan masyarakat untuk dapat berpartisipasi secara lebih luas.  Kedua konsep tersebut saya pikir masih kurang spesifik, karena tidak ada indikator yang jelas dan nyata yang menjelaskan bagaimana suatu demokrasi yang dipahami dalam arti sempit dapat dikatakan bebas dan adil? atau mungkinkah diberikanya kesempatan masyarakat untuk berpartisipasi secara lebih luas dalam politik dapat menjamin pelaksanaan sistem politik yang lebih demokrasi atau justru menimbulkan kaum oligarkhis dan konflik di antara masyarakat?

 

Meskipun Welzel dan Inglehart mengungkapkan bahwa kedua konsep

Tersebut sama-sama benar, tergantung dalam situasi dan kondisi masyarakat yang menggunakannya. Namun kita perlu menelaah bagaiman kondisis yang terjadi tatkala demokrasi dilaksanakan oleh negara-negara dunia ketiga dengan sistem eletoral democracy, justru yang terjadi adalah penyimpangan yang dilakukan oleh aktor-aktor politik.  Begitupun kebebasan yang diberikan kepada masyarakat untuk lebih berpartisispasi aktif dalam alam politik justru malah menimbulkan konflik, yang sering terjadi selepas pemilihan umum akbiat ketidakpuasan terhadap hasil pemilihan umum. Sehingga yang menjadi pertanyaan, bagimana demokrasi yang efektif dapat berlangsung sehingga persoalan di atas dapat dihindari?

 

Berkaitan dengan hal tersebut Christian Welzel dan Ronald Ingelhart

Mengungkapkan adanya tiga kriteria dasar yang dapat digunakan untuk menentukan demokrasi yang efektif. Tiga kriteria tersebut, yaitu:  a). Empowering Economy,berkaitan dengan sumber daya yang tersedia bagi masyarakat, termasuk pendidikan. Sehingga dapat menunjang masyarakat untuk berpatisipasi secara partisipatoris dalam kehidupan politik;  b). Empowering Culture dipahami sebagai karakteristik atau nilai-nilai dari suatu masyarakat;  c). Empowering Regime, yaitu peran institusi-institusi demokrasi dalam menjamin hak dan kebebasan politik masyarakat.

Meskipun ketiga hal di atas membentuk sebuah korelasi di mana sumber daya yang tersedia seperti sumber ekonomi dapat menunjang masyarakat memperoleh pendidikan sehingga dapat menggali potensi diri dan membentuk kepribadian yang baik sehingga diharapkan melahirkan pribadi yang cerdas dapat berperan dalam mengontrol dan mengawasi terhadap demokrasi itu sendiri. Hal tersebut pula dapat menjadi alat yang tepat dalam mengontrol peran pemerintah yang berlebihan atau kebijakan pemerintah yang tidak memihak rakyat. Dan hal tersebut yang dimaksud demokrasi yang efektif itu, dimana masyarakat memainkan peran yang besar.

 

Namun apakah realitanya demikian? Kenyataanya tidak. 

Menurut pendapat saya akan butuh waktu lama untuk mencapai hal tersebut, apalagi jika melihat dalam konteks negara dunia ketiga. Kapitalisasi telah menguras sumber daya, baik sumber daya alam maupun manusia yang terdapat di negara dunia ketiga secara luar biasa.  Sehingga negara tidak dapat memanfaatkanya secara optimal dan berimplikasi terhadap keterbatasan dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat, dan pembentukan sarana dan prasarana yang dapat menunjang peningkatan sumber daya manusia seperti sarana dan prasarana pendidikan.  Sebagai contoh adalah Indoneisa sebagai negara dunia ketiga yang kaya akan susmber daya alam, namun kesenjangan masih terjadi.  Seperti banyak anak putus sekolah karena keterbatasan biaya, pelayanan kesehatan yang buruk yang diperoleh oleh masyarakat di daerah-daerah terpencil. Dapatkah dikatakan bahwa sumber daya alam yang melimpah dapat mnejamin berjalnya dmeokrasi secara efektif?

Meskipun mencapi demokrasi secara efektif sangat membutuhkan waktu yang lama, namun itu adalah salah satu upaya untuk menghasilkan demokrasi yang didambakan masyarakat.  Demokrasi yang dapat memberikan angin perubahan ke arah yang lebih baik dalam masyarakat. Oleh karena itu, upaya peningkatan sumber daya yang merupakan bentuk dari empowering economy perlu untuk dilakukan. Sehingga dapat meransang berkembangnya pula empowering culture dan empowering regime ke arah yang lebih baik sebagai bentuk dari karakteristik demokrasi yang efektif.

Sumber : https://blog.dcc.ac.id/contoh-teks-ulasan/

Amartya Sen in Development as Freedom

Amartya Sen in Development as Freedom

Amartya Sen in Development as Freedom

Amartya Sen in Development as Freedom
Amartya Sen in Development as Freedom

Pengalaman negara Barat dalam menerapkan

Demokrasi yang berimplikasi terhadap pencapaian kesejahteraan hidup masyarakatnya telah membuat banyak orang menilai bahwa demokrasi adalah suatu sistem politik yang dapat memberikan kesejahteraan.  Namun, pandangan tersebut menjadi bias tatkala kita melihat realita yang yang terjadi di negara-negara dunia ketiga yang mana ketika keran demokrasi dibuka dan diimplementasikan di negara-negara tersebut yang terjadi adalah berbagai persoalan, seperti konflik horisontal antar warga, kekacauan politik, perang saudara, kerusuhan etnis, hingga persoalan ekonomi.

 

Menjelaskan persoalan di atas terutama kaitannya demokrasi dengan ekonomi

Amartya Sen mencoba memaparkannya dengan melihat Demokrasi yang terjadi pada Dunia ketiga yang realitanya  bertolak belakang dengan demokrasi yang terjadi di Amerika yang nampak begitu ideal sebagaimana Tocqueville mengungapkana dalam tulisannya “Tentang Revolusi, Demokrasi dan Masyarakat”.

Kembali kepada persoalan demokrasi di negara dunia ketiga. Persoalan ekonomi kerapkali menjadi isu yang memiliki keterkaitan dengan demokrasi.  Persoalan pemenuhuan kebutuhan hidup menjadi perosalan yang sangat menarik untuk diperbincangkan terutama dampak yang diberikan masyarakat terhadap demokrasi.  Dapat kita lihat bagaimana masyarakat di dunia ketiga terutama yang individu yang terjerat oleh romansa pemenuhun kebutuhan ekonomi sangat apatis terhadap demokrasi yang memunculkan rasa penasaran berkaitan mana yang lebih penting, urusan pemenuhan kebutuhan ataukah persoalan demokrasi di negaranya? Atau rasa penasaran untuk mengetahuai apakah masyarakat yang berkutat dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari itu tahu nilai-nilai demokrasi atau bahkan mereka tidak mengetahuai definisi demokrasi itu sendiri sebagai sistem politik di negaranya?

 

Saya sependapat dengan apa yang diungkapkan oleh Amartya

Sen bahwa meskipun belum ada bukti empiris, namun dia meyakini bahwa orang-orang miskin mungkin tidak akan peduli pada demokrasi. Orang-orang miskin mungkin tidak akan peduli dengan apa itu kebebasan berpendapat, kebebasan berorganisasi, kesetraaan gender atau hak-hak asasi manusia sebagai variabel dari demokrasi atau pandangan yang menyatakan bahwa melalui demokrasi setiap bangsa dapat membentuk nilai-nilai dan membangun kesepahaman (understanding) tenteng kebutuhan (needs), hak (right) dan kewajiban (duties) atau menjadikan pemerintah akan selalu bertanggugjawab dan terbuka dalam menjalankan kewajibanya sebagaimana Amrtya Sen mengungkapknya dalam Democracy as a value (1997). Secara common sensemungkin kita bisa berpikir bahwa masuk diakal jika mereka lebih mementingkan kebutuhan hidup sehari-hari yang dampaknya dapat mereka rasakan secara nyata. Dibandingkan dengan memikirkan buah dari demokrasi demokrasi yang mungkin mereka sendiri tidak tahu definisi demokrasi itu sendiri, padahal sistem politik tersebut digunakan oleh negaranya.

 

Berkaitan dengan hal tersebut, sebetulnya bukanlahh persoalan

Lagi untuk membandingkan mana yang lebih penting antara demokrasi dan pemenuhan kebutuhan ekonomi, tapi bagaimanakah demokrasi dapat menjamin kesejahteraan atau lebih spesifik lagi kebutuhan ekonomi masyarakatnya? yang  realitanya tidak terjadi demikian di negara-negara dunia ketiga sebagaimana kita melihat negara-negara Barat.

Meskipun demikian, saya menyadari bahwa demokrasi bukanlah sesuatu yang instant atau magic yang langsung memberikan efek tatkala diimplementasikan dalam masyarakat. Demokrasi adalah suatu proses yang panjang. Demokrasi mungkin tidak secara langsung mengatasi masalah perkembangan ataupun pertumbuhan ekonomi di suatu negara. Tetapi demokrasi dapat menjadi alat dalam merusumuskan solusi dalam menyelaskan persoalan tersebut yang tentunya dengan penerapan kebijakan yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif sebagaimana yang diungkapkan Amartya Sen.

Selain itu, Demokrasi juga membuka jalan terhadap isu atau persoalan yang tidak dianggap penting oleh suatu rezim pemerintahan di suatu negara tertentu sehingga dapat dibahas bersama dan dicarikan solusinya. Sebagai contoh adalah India berkaitan dengan persoalan kemiskinan yang semula tidak menjadi isu yang diperhatikan oleh pemerintah, namun setelah adanya demokrasi memberikan kesempatan untuk kaum oposisi menuntut kepada pemerintah India untuk mengangkat dan membahas isu tersebut dan melahirkan solusinya.  Hal ini menunjukan bahwa pelan tapi pasti demokrasi akan menuntun negara menuju ke arah yang lebih baik.

 

Meskipun memang sulit untuk menjelaskan bentuk demokrasi

Yang ideal yang dapat diterima oleh setiap negara di dunia. Namun, secara praktek konsep demokrasi telah dipraktekan di mana-mana, paling tidak mereka menerapkanya demokrasi yang sesuai dengan nilai-nilai lokal setempat. Sehingga berdasarkan pemaparan di atas persoalannya bukan lagi tentang demokrasi pantas atau tidak digunakan sebagai sistem politik suatu negara tapi bagaimana demokrasi tersebut diterapkan pada suatu negara sehingga tujuan dan nilai-nilai yang hendak dicapai oleh demokrasi dan negara tersebut dapat terwujud.  Meskipun kita sadari bahwa demokrasi bukanlah suatu sistem politik yang dapat memecahkan masalah atau persoalan yang dihadapi masyarakat atau bahkan menimbulkan persolan baru di masyarakat, tapi setidaknya demokrasi memberikan kesmpatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif dalam menyelesaikan peroalan-persoalan yang ada dan meminimalisir dampak negatif dari persoalan tersebut walaupun memakan waktu yang panjang.

Sumber : https://blog.dcc.ac.id/bpupki-sejarah-anggota-tugas-dan-pembentukannya/

Laporan Keuangan Pemkot Bogor Raih Penghargaan WTP

Laporan Keuangan Pemkot Bogor Raih Penghargaan WTP

Laporan Keuangan Pemkot Bogor Raih Penghargaan WTP

 

Laporan Keuangan Pemkot Bogor Raih Penghargaan WTP

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk kedua kalinya mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) atas keberhasilannya menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2017 dengan capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Penghargaan

Penghargaan tersebut diterima Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bogor, Anggraeny Iswara mewakili Pemkot Bogor di Aula Soekarno, Kanwil Ditjen Perbendaharaan, Provinsi Jawa Barat, Rabu (31/10/2018).

WTP merupakan kewajiban

Artinya setiap ada temuan harus segera ditindak lanjuti dan pastinya WTP yang sudah diraih dua kali ini hendaknya kami pertahankan atau malah jangan menjadi turun opininya,” kata Anggraeny.

Pemkot Bogor

Penghargaan yang diterima Pemkot Bogor itu, ujarnya, diserahkan oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Barat, Yuniar Yanuar Rasid dan Kepala BPK Perwakilan Jawa Barat, Arman Syifa.

“Sementara untuk daerah/instansi yang sudah mendapatkan WTP sebanyak tujuh kali, penghargaannya diserahkan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat,” imbuhnya.

 

Artikel terkait:

Harapan Anak Kota Bogor di Peringatan HAN 2018

Harapan Anak Kota Bogor di Peringatan HAN 2018

Harapan Anak Kota Bogor di Peringatan HAN 2018

 

Harapan Anak Kota Bogor di Peringatan HAN 2018

Hari Anak Nasional

Sejumlah anak di Kota Bogor mengutarakan harapan dan impiannya di peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Kota Bogor yang berlangsung di Taman Ekspresi, Sempur, Bogor Tengah, Rabu (31/10/2018).

Diantaranya siswa PAUD Al Faqih

Bubulak, Raisya Ratu Kamilia (5) yang mengaku bercita-cita menjadi dokter.

“ Aku juga ingin jadi bu wali, terus ingin bertemu Pak Wali. Ingin dipeluk mereka dan mau bilang, i love you,” ungkap Raisya, polos.

SMA Negeri 2 Kota Bogor

Sementara itu, Nesya Sahira siswa kelas 11 SMA Negeri 2 Kota Bogor yang juga Wakil Ketua Forum Anak Kota Bogor berharap agar fasilitas bermain bagi anak-anak ditambah dan terbebas dari asap rokok. Kaitan hak anak, menurut Nesya secara umum apa yang diupayakan Pemerintah Kota Bogor sudah terpenuhi dan harus temanus dimaksimalkan.

Lain halnya dengan Dila Febrianti kelas 10 SMK Negeri 3 Kota Bogor yang berharap agar anak Kota Bogor menjadi lebih baik dan aktif membantu memelihara, melestarikan dan mampu mengharumkan Kota Bogor melalui prestasi.

Apalagi Taman Sempur yang saat ini sudah menjadi ikon baru Kota Bogor tampilannya lebih cantik

Ditambah adanya jogging track berkualitas. Semoga bisa dimanfaatkan anak-anak untuk berprestasi di bidang atletik,” kata dia.

Ada lagi Narfa salah seorang siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Dharma Wanita Kota Bogor, bersama anak-anak berkebutuhan khusus lainnya berharap agar ada pendidikan lebih lanjut khususnya setelah lulus SMA. Dirinya bersama para ABK lain juga membutuhkan workshop untuk bekal mereka menjalani hidup.

Narfa yang mengaku selalu cinta Kota Bogor bercita-cita ingin bisa memasak, menari atau keahlian yang berhubungan dengan keterampilan.

Rulita selaku salah seorang pendidik SLB menambahkan fasilitas yang disediakan Pemkot Bogor secara umum sudah cukup bagus dan ada peningkatan tapi masih harus ditingkatkan.

Sedangkan Pendidik PAUD AL Faqih

Babakan, Sri Harmiasih (42) menuturkan fasilitas bermain bagi anak-anak yang ada di taman-taman dirasa masih sedikit, untuk itu dirinya berharap agar fasilitas bermain bagi siswa PAUD yang jumlahnya cukup banyak, dibangun di taman lain.

“Lebih jauh saya sangat berharap agar pendidikan karakter bagi anak-anak Kota Bogor dilakukan sejak usia dini dan lebih ditingkatkan. Melalui pendidikan karakter ke depan para siswa saat dewasa nanti tahun dan paham dalam menempatkan diri,” kata Sri Harmiasih.

 

Sumber: https://blog.dcc.ac.id/gelombang-elektromagnetik-sumber-radiasi-materi-dan-makalah-pdf/

Siapkan Gerakan Jaga Anak dan Sekolah Remaja di Peringatan HAN

Siapkan Gerakan Jaga Anak dan Sekolah Remaja di Peringatan HAN

Siapkan Gerakan Jaga Anak dan Sekolah Remaja di Peringatan HAN

 

Siapkan Gerakan Jaga Anak dan Sekolah Remaja di Peringatan HAN

Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Kota Bogor di Taman Ekspresi

Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu (31/10/2018), berlangsung semarak dan penuh keceriaan. Tahun ini, Pemkot Bogor menggelar dengan konsep berbeda. Tidak saja diselenggarakan di ruang terbuka publik yang penuh dengan pohon rindang namun juga menampilkan berbagai pertunjukan dari anak-anak berprestasi di Kota Bogor.

Forum Anak Kota Bogor

Pertunjukan pertama ditampilkan Forum Anak Kota Bogor yang menyanyikan lagu ‘10 Hak Anak’ dan ‘Three Ends’. Mereka tampil dengan penuh percaya diri dan energik. Keceriaan pun nampak semakin terasa tatkala pertunjukan tari Yamko Rambe Yamko dari Paud Insan Mandiri berlangsung, Bima Arya turun dan ikut menari. Tidak berhenti sampai disitu, pada pertunjukan tarian Cindai dari anak-anak TK Mexindo, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor Yane Ardian bergantian turun dan menari bersama anak-anak.

“Jadi kegiatan sekarang lebih kepada memberikan wadah bagi anak-anak berprestasi untuk tampil. Semua penampilan anak-anak berprestasi ini luar biasa, mereka harus diberi apresiasi dan ruang untuk mengekspresikan diri dan bakatnya,” ujar Yane.

Yane mengatakan, tak hanya sekedar memberi ruang, pada peringatan HAN ini juga sebenarnya untuk semakin mengingatkan betapa berharganya seorang anak. Kegiatan ini pun menjadi sarana menyadarkan masyarakat jika anak merupakan aset berharga baik bagi keluarga maupun bagi pemerintah. Oleh karenanya, anak-anak haruslah diperlakukan dengan baik dengan memberikan pelayanan serta fasilitas yang baik untuk anak-anak yang kelak akan menjadi generasi penerus.

“Kalau diberikan fasilitas maksimal mereka akan tumbuh maksimal juga. Dan akan menjadi generasi yang unggul,” ujarnya.

Ibu dua anak ini menuturkan, sebagai Kota yang sudah mendapatkan predikat sebagai kota layak anak, dirinya sangat berharap bisa lebih banyak aksi yang dilakukan baik dari lapisan masyarakat dan juga pemerintah. Ia pun berencana untuk menggerakan masyarakat agar jangan individualis dan mau turut saling menjaga anak-anak disekitar lingkungan rumah dari tindak kejahatan.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor ini

Tak hanya gerakan, langkah nyata pun akan dilakukan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor ini. Jika sebelumnya sudah ada sekolah ibu, Yane berkeinginan agar ada sekolah remaja yang menyasar anak-anak SMP dan SMA. Sebab anak-anak usia tersebut menurutnya, merupakan masa rentan karena adanya perubahan fisik dan psikis yang perlu support dan pendamping dari keluarga.

Kota Bogor

“Target kami anak-anak Kota Bogor menjadi anak-anak berprestasi dan bahagia tentunya dengan dukungan dari masyarakat dan lingkungan, ” pungkasnya.

Sumber: https://blog.dcc.ac.id/jenis-dan-fungsi-jaringan-tumbuhan-beserta-gambarnya/

Kumpulan Cerpen Lucu Terbaru

Kumpulan Cerpen Lucu Terbaru

Kumpulan Cerpen Lucu Terbaru

Kumpulan Cerpen Lucu Terbaru
Kumpulan Cerpen Lucu Terbaru

Dan untuk saat ini masih dalam kategori humor, akan admin bagikan tentang cerpen singkat lucu abis. Siap-siap aja ngakak sob, tapi ingat ya, jangan sampai kebablasan ngakak terus nanti dikira… lho… he… Penasaran dengan cerpen lucu pendeknya, mari kita sama-sama liat selengkapnya berikut ini. Selamat berngakak-ngakak… 😀

Pemeras Kecil

Seorang anak kecil yang bandel melihat kakaknya dicium oleh teman lelakinya. Esok harinya, ia menemui lelaki itu.
“Abang semalam mencium kakakku bukan?”
“Ya, tapi jangan keras-keras. Ini seribu untuk tutup mulut!”
“Terima kasih, ini uang kembaliannya lima ratus!”
“Lho, kok pakai uang kembalian segala?”
“Saya tidak mau nakal, Bang. Semua orang yg mencium kakak juga saya tagih lima ratus!”
“???!!!”

Selimut jatuh

Mendengar suara keras dari dalam kamarnya seorang Ibu bertanya dari luar.
“Suara apa itu, Ton??”
“Selimut jatuh dari tempat tidur, Bu!”
“Kok suaranya keras sekali?”
“Di dalam selimut ada saya, Bu!”

Jin takut tukang jahit

Ceritanya disuatu tempat ada dukun yang bisa bicara sama Jin
Dukun : Hey Jin Siapa sih yang paling ente takutin selain tuhan sama orang sholeh
Ditanya gitu si Jin malah cengar cengir, trus jawab
Jin : anu pak dukun, ane ngeri banget sama tukang JAHIT
Si dukun bingung
Dukun : Jiahh kok lu takut sama tukang jahit??
Jin sambil gemetar berkata
Jin : saya takut kalo di permak sama tukang jahit bos
soalnya pas itu saya lewat di depan rumahnya tukang jahit ada tulisan
“PERMAK JIN SEGALA JENIS”

Pengemis koplak

Pengemis: “nak minta nak”
paijo: (memberi 10rb) “kembalian 8rb ya pak”
pengemis: (memberikan uang 9rb)
paijo: “pak kembaliannya lebih nih”
pengemis: “gpp anggep aja sedekah”…
pengemis koplak!!!!!ckckckckckck

Janda pelit

Seorang janda pelit, kebetulan dia mempunyai pohon mangga yg lagi berbuah lebat …bo’
Karena takut dicuri dia menulis di papan dipaku dibatang pohon mangga..
“Biar gue gak liat lu ambil, tapi Tuhan liat elu..!!”
Keesokan harinya alangkah terkejutnya dia…
Dia melihat, buah mangganya sdh habis dicuri semua…
Dan alangkah lebih terkejutnya lagi dia, saat melihat si pencuri meninggalkan tulisan di bawah pohon…
“Biar Tuhan lihat gue, tp gw yakin Dia gak akan kasih tau elu..”…

Suatu Hari Yang Panas

Pada suatu hari yang panas, ada sebuah keluarga yg dehidrasi. Si bapak kepala rumah tangga menyuruh seorang anaknya bernama Yakob untuk membeli coca-cola diwarung dekat rumahnya.
 Bapak : Yakob, kau belikan coca-cola
untuk mama ko, bapak ko, adek ko, dan ko. Berapa semuanya yakob?
Yakob : 3 bapak!
… Bapak : bodoh kali dikau menghitung nak. Bapak bilang beli coca-cola untuk bapak ko, mama ko, adek ko, dan ko. berapa yakob?
Yakob : 3 bapak!!! Dengan emosinya sang bapak pun memukul sang anak.
Bapak : bodoh kali kau nak, percuma bapak mensekolahkan dikau selama ini, coba kau sebutkan untuk siapa aja coca-cola itu?
Yakob : bapak, mamak, adek, dan yakob
Bapak : berapa yg harus kau beli?
Yakob : 3 bapak!!!
Bapak : kenapa masih juga kau sebut 3??
Yakob : aku mau FANTA!!!
Bapak : !@#!$@$$$
Baca juga artikel:

New Android Malware Tumbuh Seperti Gulma

New Android Malware Tumbuh Seperti Gulma

New Android Malware Tumbuh Seperti Gulma

New Android Malware Tumbuh Seperti Gulma
New Android Malware Tumbuh Seperti Gulma
Mungkin salah satu strategi yang paling efektif untuk meminimalkan risiko infeksi malware Android adalah dengan menghindari discount app store. “Jangan men-download aplikasi dari toko aplikasi yang tidak diketahui, kecuali jika Anda benar-benar mempercayai vendor tertentu,” kata Andy Hayter, Evangelis Security untuk G Data. Juga, menginstal scanner malware, dan memeriksa izin secara menyeluruh sebelum menginstal aplikasi apapun.
Informasi yang tersimpan pada smartphone Android atau tablet rentan terhadap hampir 4.900 file malware baru setiap hari, menurut laporan G Data SecurityLabs.

Murky Supply Chain

Google menggunakan sejumlah metode penyaringan untuk menyimpan aplikasi yang mengandung malware dari Play Store. Hal ini membutuhkan pembuat aplikasi untuk menyatakan iklan mana yang ditampilkan dalam aplikasi, melarang bentuk iklan yang meniru pesan sistem, serta konten menipu atau membingungkan.
Namun, konsumen yang menggunakan app store alternatif atau jaringan iklan yang mengganggu mengekspos perangkat mereka untuk risiko malware yang lebih besar. Outlet pihak ketiga dikemas dengan unwanted add-ons,, dan verifikasi dan pedoman tidak diatur dengan jelas, kata G Data.
Iklan yang mengklaim menawarkan aplikasi untuk di-download atau membeli dari Google Play juga merupakan titik masuk untuk malware, catatan laporan. Mereka dapat mengekspos perangkat untuk spyware dan adware lainnya.
Risiko dari tidak sadar menginstal PUP atau potensi ransomware lebih besar ketika aplikasi yang akan diinstal tidak diinstal melalui Google Play atau official Android Vendor Stores seperti Samsung Apps, “kata Hayter G Data.

Safety First

Mungkin salah satu strategi yang paling efektif untuk meminimalkan risiko infeksi adalah dengan menghindari discount app stores.
“Jangan men-download aplikasi dari app store yang tidak diketahui, kecuali jika Anda benar-benar mempercayai vendor tertentu,” kata Hayter.
Beberapa praktek lain yang selanjutnya dari penggunaan yang aman dari aplikasi Android. Misalnya, memasang scanner malware. Memeriksa hak akses menyeluruh sebelum menginstal aplikasi apapun. Baca ulasan konsumen di Play Store. Jangan percaya versi gratis dari aplikasi yang biasanya terdapat biaya uang, ia menyarankan.

IOT Crossover

Kekhawatiran lain adalah peran perangkat Android yang mungkin berperan dalam serangan pada intelligent cars, router, dan peralatan konsumen lainnya terhubung ke Internet.
“Laporan ini menunjukkan bahwa perangkat Android menjadi sasaran yang lebih besar dan lebih menguntungkan bagi serangan malware. Peningkatan malware Android akan terus mengikuti bertambah karena jumlah perangkat meningkat, termasuk perangkat IOT yang berbasis Android,” kata Hayter.
Perangkat cerdas rentan terhadap serangan. Smartphone Android dan tablet yang semakin sering digunakan untuk mengontrol perangkat IOT. Kecuali data dienkripsi, semua kumpulan aplikasi dapat dicuri oleh malware.

Tips Terbaik Budidaya Ikan Bandeng

Tips Terbaik Budidaya Ikan Bandeng

Tips Terbaik Budidaya Ikan Bandeng

Tips Terbaik Budidaya Ikan Bandeng
Tips Terbaik Budidaya Ikan Bandeng

Ikan bandeng atau (Chanos chanos) adalah ikan pangan yang sangat populer di Asia Tenggara. Ikan bandeng ini merupakan Satu-satunya spesies yang masih ada dalam familia Chanidae (Bersama 6 genus tambahan di laporkan pernah ada namun telah punah) Dalam bahasa bugis dan makasar di kenal sebagai ikan bolu, Dan dalam bahasa Inggrisnya milkfish.

Mereka hidup di samudra hindia dan samudra fasifik dan cendrung berkawanan di sekitar pesisir dan Pulau-pulau dengan terumbu koral. Ikan yang muda dan baru menetas hidup di laut selama 2 -3 minggu, Kemudian berpindah ke Rawa-rawa bakau berair payau. Dan terkadang di danau berair asin. Bandeng baru kembali ke laut jika telah dewasa dan bisa berkembang biak.

Ikan muda di sebut Nener, Di kumpulkan orang dari Sungai-sungai dan di besarkan (Budidayakan) di Tambak-tambak. Dan disana mereka dapat di beri makanan apa saja dan tumbuh dengan cepat. Setelah cukup besar yang biasanya sekitar (25 – 30 cm) Bandeng di jual segar atau beku. Kemudian bandeng diolah dengan cara di goreng, di bakar, di kukus, di pindang, atau di asap (Panggang).

Penggelondongan Ikan Bandeng

1 Pendahuluan

Kegiatan penggelondongan nener merupakan mata rantai yang bertujuan salah satunya adalah menekan mortalitas benih karena penggelondongan nener adalah masa awal pemeliharaan yang dianggap sebagai masa paling kritis. Usaha penggelondongan nener bukan lagi sekedar usaha sambilan, Di samping usaha pembesaranya tambak, Melainkan sebagai usaha komersial yang harus di tangani lebih serius dan berhati-hati. Oleh karena usaha penangkapan nener dari alam sulit di lakukan, Sedangkan kebutuhan atau permintaan akan nener meningkat, Maka di harapkan teknik pengelolaan penggelondongan dapat lebih di kembangkan.

Salah satu metoda dalam penggelondongan di petakan tambak. Usaha ini di lakukan dalam petakan tambak yang ukuranya relatif kecil (500 – 1000 m2) Atau dengan cara menyekat tambak dengan masa 3 minggu sampai 1 bulan. Usaha penggelondongan telah banyak berkembang di beberapa daerah di Indonesia. Antara lain : Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan Aceh. Usaha tersebut diupayakan membahas teknik pengelolaan penggelondongan pada ketikan ini. Tujuan ketikan ini adalah menginformasikan kepada para petani maupun pengusaha mengenai teknik pengelola penggelondongan nener yang tepat dan baik.

2. Pemilihan Lokasi

Pemilihan lokasi haruslah memperhatikan (Menyimak) Beberapa hal sebagai berikut :

1. Mempertimbangkan Aspek-aspek yang berkaitan dengan lokasi, Seperti, Tata Ruang, Sumber air dan pengairan, Diusahakan tidak begitu jauh dari pantai agar suhu yang ada dapat mendukung keberhasilan usaha pemeliharaan benih bandeng. Dan suhu air pada tambak berkisar antara (30 – 33 derajat C).

2. Jarak lokasi ideal dari sumber benih/nener maksimal (12 Jam). Perjalanan selama dalam pengangkutan konsumen tidak melebihi 12 Jam.

3. Salah satu faktor yang dapat mengakibatkan kegagalan usaha penggelondongan bandeng adalah persaingan penggunaan lahan antar sesama pengusaha tambak.

4. Sarana transportasi. kelancaran sarana angkutan terutama jalan, sangat memegang peranan penting dalam usaha penggelondongan nener tersebut. Oleh sebab itu pilihlah lokasi yang sarana lalu lintas dapat menjamin mutu nener tetap baik.

5. Jaringan Listrik. Sarana yang di perhatikan dalam memilih lokasi adalah yang dekat dengan jaringan listrik Negara (PLN) Namun untuk usaha penggelondongan bandeng kebutuhan listrik bisa di ganti dengan Alat-alat yang lain seperti (Genset).

3. Sistem Petak Peneneran

Sistem petak peneneran haruslah memperhatikan (Menyimak) Beberapa hal sebagai berikut :

1. Petak Untuk Nener : Petakan untuk nener pada umumnya dangkal, Luasnya berkisar antara (500 – 1.000 m 2). Dan letak petakan nener dekat dengan sumber air tawar maupun air asin.

2. Petakan Untuk Gelondongan : Petakan gelondongan mempunyai areal yang lebih besar dan luas dan lebih dalam (1.000 – 2.000 m 2). Hal ini di gunakan untuk menampung gelondongan dari petakan peneneran tempat untuk menumbuhkan gelondongan kecil (pre fingerling) Atau untuk penyimpanan dan menahan gelondongan besar (post fingerling).

3. Petakan Aklimatisasi : Petakan untuk aklimatisasi atau yang biasa di sebut ipukan/babybox yang merupakan petakan kecil yang terbuat dalam penggelondongan dan bersifat hanya sementara. Iputan ini di batasi oleh pematang yang rlatif kecil (Sempit dan rendah) di bangun berdekatan dengan saluran air, Agar mutu lebih baik dan memudahkan pengelolaanya. Dan ukuran luasnya tergantung kepada banyaknya nener yang akan di tebarkan (Stock). Pada musim kemarau temperatur udara dapat naik mencapai (33 derajat C) ipukan dapat menampung (5.000 – 10.000 ekor/m 2 selama 3 hari), meskipun di bawah periode yang relatif tenang.

4. Tempat Pengumpulan Atau Tempat Untuk Panen : Berupa petakan kecil untuk penangkapan atau kanal yang sempit atau tempat untuk mengumpulkan gelondongan dalam waktu singkat. Ikan-kan di kumpulkan di tempat pengumpulan dengan cara pengaturan aliran air, Dari air pada saat pasang atau air dari petakan lain yang telah di siapkan sebelumnya. Aerasi dapat diatur dengan aliran air dari tambak yang berdekatan atau dari tambak yang lain. Sehingga tidak terjadi efek yang merugikan karena kekurangan oksigen, Walaupun di dalam petakan tersebut padat dengan ikan. Dalam petakan ini Ikan-ikan tersebut mudah di jaring dan di pindahkan ke petakan yang lain dengan cara menggunakan jaring untuk pemindahan gelondongan. Hal tersebut di permudah dengan sifat ikan bandeng yang senang menentang arus.

5. Pintu Dan Gorong-gorong : Petakan untuk nener, gelondongan dan penangkapan atau pengumpulan dilengkapi dengan Pintu-pintu atau Gorong-gorong, Yang di pasang rapi dan diberi saringan. Yang terutama perlu di perhatikan adalah : Petakan untuk nener dan jangan sampai kemasukan Telur-telur maupun larva predator seperti kakap, kerapu, belut, Dan lain sebagainya. Pada pintu perlu di pasang saringan nylon yang halus, atau bahan yang serupa. bisa juga di pergunakan Saring-saringan yang berbentuk kantng dari nylon yang halus, Yang di pasang pada ujung dari Gorong-gorong selama persiapan petakan untuk nener dan juga selama 10 hari pertama setelah penebaran Nener.

4. Pengelolaan Petakan Pengelondongan

1.Persiapan Petakan Untuk Aklimatisasi : Beberapa hari sebelum penebaran nener bandeng,petakan aklimatisasi di persiapkandengan baik, pematrang dilapisi dengan tanah yang lunak,Dan di lengkapi dengan atap yang di buat dari Kisi-kisi bambu. Pada kaki bagian dalam pematangpeneneran sebaiknya di beri berm, guna memudahkan petugas tambak berada,atau bertugas lebih dekat dengan pembatasan air, Berm mempunyai 2 macam kegunaanya aitu : Merupakan tempat untuk pembetulan Bocoran-bocoran pada pematang dan menahan Lonsoran tanah dari pematang. Kemudian petakan di keringkan dan perataan dasar petakan di kerjakan.

Dengan kemiringan yang dibuat menuju arah pintu air selama tanah belum keras (Masih basah). Untuk perataan tanah dapat menggunakan garu dan kayu, Juga dapat menggunakan papan yang panjang yang di dorongoleh dua atau tiga orang. Lubang bekas kaki di tutup, sebab berkemungkinan dapat di pakai tempat untuk sembunyinya Ikan-ikan liar atau telurnya yang dapat bertahan hidup selama pengairan pada masa persiapan. Gambar 2 Garu, Keterangan gambar : 1. Papangaru, 2. Tangkai dari kayu atau bambu.

2. Kultur Makanan Alami : Makanan yang paling ideal bibit bandeng dan gelondongan adalah (Klekap), Yakni kumpulan diatome dasar, alga biru, inverterbrata tingkat rendah, 200 Palnkton, Juga di perlukan untuk melengkapi nilai gizi makanan. Gelondongan yang lebih besar dan berukuran panjang (80 mm) Sudah dapat memakan alga hijau benang atau lumut ( Chaetomorpha sp, Entormorpha sp, dan Cladophora sp).

3. Kultur Klekap Pada Musim Kemarau :Musim kemarau merupakan saat yang paling baik dan cocok untuk menumbuhkan klekap sebagai makanan alami. Setelah petakan selesai perataanya lalu di biarkan kering sampai tanahnya Retak-retak. Waktu pengeringan di perkirakan selama 2 – 3 minggu dan tergantung pada tanah aslinya. Keberhasilan atau kegagalan dalam menumbuhkan klekap yang baik dan menahanya agar tetap menempel pada dasar tambak dan tregantung pada derajat kekeringanya.

Pengeringan yang tidak seimbang atau pengeringan yang kurang sempurna akan menghasilkan klekap yang mudah lepas dari tanah dan akhirnya mengambang. Bilamana terjadi sebaliknya, Jika terlalu lama
mengeringkanya sehingga lapisan permukaan tanah kekeringan. Maka terjadi suatu kondisi yang sangat tidak memungkinkan untuk pertumbuhna klekap. Pengeringan dianggap cukup bilamana kandungan air dari lapisan tanah yang tebalnya sekitar (10 cm itu kira-kira 18 – 20%). Suatu hal yang praktis untuk mengetahuinya ialah dengan jalan yang diatas tanah yang di keringkan tersebut. Bilam mana tanah tersebut cukup kuat menahan orang sehingga hanya turun (Tenggelam) sekitar 2 cm, Berat berat badan orang tersebut, Maka pengeringan tanah dianggap telah cukup.

Pupuk organik kemudian di terbarkan setelah tanah cukup mengeras, Kwantitasnya tergantung kepada jumlah dari kemerosotan bahan organik dalam tanah tambak yang akan di pupuk. Pada umumnya Rata-rata tanah memerlukan 500 – 1.000 kg bekatul atau bungkil jagung per hektar : 500 – 3.000 kg kotoran ternak untuk tiap hektar tambak. Pupuk organik segera di tebarkan di tanah tambak, Setelah tanah tambak tersebut di genangi air pasang yang baru, Sedalam Kira-kira 10 cm dan Pintu-pintu di tutup serta di blok dengan tanah untuk menahan air tersebut.

Beberapa petani tambnak menggunakan pupuk urea atau Ammonium sulfate (ZA) Sebanyak 50 kg atau 100 kg per hektar untuk segera di tebarkan pada Petak-petak agar lebih mempercepat proses pembusukan pupuk organik tersebut. Air dalam petakan dibiarkan menguap seluruhnya atau dialirkan keluar apabila telah jernih sekali. Pada dasar petakan di keringkan lagi seperti keadaan pengeringan pertama sebelum di tebari pupuk organik. Pada akhirnya praktis semua pupuk organik akan membusuk (Mengurai). Kegiatan yang berikutnya memasukkan air kedalam petakan dengan cara berhati-hati. Kemudian di saring melalui saringan halus yang berbentuk kantong dan di ikat pada pintu air, Kira-kira 10 cm dan sekali lagi petakan di pupuk dengan urea sebanyak 45 kg di tambah 45 – 55 kg pupuk TSP untuk tiap hektar.

Apabila klekap belum tumbuh pada saat penggenangan air yang pertama, Pada saat ini akan mulai tumbuh dan menutupi semua permukaan dasar tambak, Selanjutnya kedalaman di tambak secara bertahap sampai sekitar 20 cm dan petaan siap untuk di tebari ikan (Nener atau gelondongan bandeng).

4. Kultur Klekap Pada Musim Hujan : Untuk menanggulangi pertumbuhan klekap pada musim hujan memang agak sulit, Penurunan kadar garam menghalangi pertumbuhan dan kemungkinan penyebab kerusakan total dari makanan bilamana terjadi perubahan mendadak. Oleh karena itu waktu dan saat yang penting dalam mempersiapkan peneneran pada musim hujan. Yang paling dekat diperlukan waktu 1 minggu yang cuacanya baik secara terus menerus jika ingin mencapai keberhasilan.

Petakan di keringkan diratakan dan di biarkan paling sedikit 3 hari, Kemudian air di masukkan dan pupuk dengan pupuk organik yang kuantitasnya sama dengan yang dapat di gunakan pada pemupukan anorganis yang kedua di musim kemarau. Pada saat itu juga ditambahkan bekatul sebanyak (200 kg/ha). Perlu di ketahui klekap yang tumbuh pada musim hujan ini tidak sebanyak yang tumbuh di musim kemarau dan cendrung mudah lepas dari tanah dasar petakan yang kemudian mengapung, Yang akhirnya mengelompok Di Sisi-sisi petakan akibat di hembus angin. Dalam hal demikian klekap tidak dapat di manfaatkan oleh ikan yang di pelihara (Di budidayakan).

5. Kultur Plankton : Disini harus kita perhatikan upaya untuk menumbuhkan plankton agar mencapai hasil yang memuaskan (Sukses) diperlukan air yang dalam serta rendah kadar garamnya, Terutama pada musim hujan. Mula-mula petakan di kerjakan dan di biarkan selama 2 – 3 hari, Kemudian segera di isi (Digenangi) dengan air pasang yang baru. Pupuk organik yang di berikan haruslah cukup, yang biasanya terdiri dari kombinasi antara urea atau Amonium sulfate (ZA) sebagai N (Nitrogen) dan Superfosfate (TSP) sebagai sumber P205 (fosfate) ditambah bekatul yang di gunakan untuk membuat air menjadi hijau warnanya, Yang sebahagian besarnya adalah (phytoplankton). Pada umumnya petani tambak memulai dengan dosis (6 gram N, 6 – 9 gram P205 dan 50 – 100 gram) bekatul untuk setiap m 3 air yang kemudian di naikkan dosisnya sampai didapatkan hasil yang di inginkan. Blooming phytoplankton akan terjadi dalam 48 Jam pada cuaca yang memungkinkan. Petakan siap diberi ikan apabila suatu obyek yang putih berada di dalam air hilang (Lenyap) dari pandangan pada kedalaman kurang lebih (30 cm).

5. Penebaran, Penanaman, (Stocking)

1. Persiapan petakan untuk aklimatisasi (ipukan) : Petakan untuk aklimatisasi (ipukan) sangat perlu di buat, Atau bila telah telah ada perlu di siapkan dengan baik. Pematangnya di plester atau dilapisi dengan tanah yang lunak dan sekalian menutup Bocoran-bocoran. Atap yang di perlukan biasanya dibuat dari kisi-kisi bambu (kere) untuk memberikan kesejukan kita dapat memanfaatkan cabang-cabang dari pohon Api-api yang baru di potong, Seperti, Daun kelapa, Daun nipah, diletakkan diatasnyasebagai atap (Dapat di gunakan daun nipah atau daun kelapa yang di buat khusus untuk atap. Dan ada juga yang di tancapkan pada keliling ipukan, Agar memberikan suasana yang sejuk (kesejukan). Dengan cara demikian ipukan tidak menerima sinar matahari lansung dan suhu menjadi rendah di dalamnya.

Untuk mengatasi adanya hujan turun, Atap perlu di lapisi atau di tutup dengan plastik (polyethelene sheet). APabila ipukan di buat dengan 1 atau dengan 2 pematang dari etakan sebagai Sisinya, Dan perlu adanya kanal (Saluran kecil) sepanjang berm untuk mengalirkan air hujan terutama dan pematang petakan agar masuk petakan besar dan tidak masuk ke ipukan. Semua pematang ipukan di tutupi dengan lembaran plasti. Terutama air hjan yang mengalir dari pematang petakan dan masuk kedalam ipukan dapat menyebabkan kematian nener yang di simpan di ipukan dalam keadaan padat. Pada saat yang singkat sebelum nener datang semua air di dalam ipukan di kuras keluar. Air tawar secukupnyadapat juga air sumur atau dari mata air yang lain disisikan pada ipukan pelan-pelan, Selanjutnya air pasang yang baru di lewatkan melalui saringan yang halus di tambahkan sampai kadar garam mencapai 15 – 20 ppt. Lalu air dibiarkan jernih, Sedimen dibiarkan mengendap dahulu dan semua Kotoran-kotoran yang mengambang di buang (Dapt juga diambili).

2. Penebaran Nener : Nener di bawa ketambak dengan kantong plastik dan di beri oksigen. Yang biasanya pada pengangkutan nener digunakan air yang kadar garamnya antara (15 – 20 ppt). Hal ini yang mengharuskan ipukan di isi air tawar agar kadar garam sesuai dengan air untuk pengangkutan nener, Pelepasan nener biasanya dilaksanakan pada pagi hari atau pada sore hari, Pada saat suhu udara relatif lebih dingin dan sejuk. Untuk mempermudah dalam aklimatisasi nener terhadap suhu air maka kantong plastik di biarkan mengambang di dalam ipukan untuk satu atau dua Jam lamanya sebelum di lepaskan. Kemudian di dalam petakan Penggelondongan diusahakan untuk kepadatan penebaran antara (40 – 50 ekor per m 2). Pelepasan nener secara lansung ke ipukan dapat juga di lakukan, Akan tetapi lebih aman jikalau hal tersebut tidak di lakukan. Pada mula nener bersama airnya dituangkan kedalam baskom plastik kemudian air dari ipukan ditambahkan ke baskom sedikit demi sedikit sampai kira-kira sama dengan kondisinya dengan air ipukan tersebut. Selain itu baskom secara Pelan-pelan di miringkan dan di biarkan nener tersebut berenang keluar.

Pada permukaan kolam nener akan Berenang-renang di permukaan air, Tetapi setelah teradap tasi dan merasa segar kembali dan mereka mulai makan Benthhic algae yang tipis di dasar. Untuk adaptasi nener sepenuhnya dalam dalam ipukan di perlukan waktu sekitar 12 Jam. Lalu nener yang kondisi lemah akan memerlukan waktu lebih lama untuk adaptasi dan Berenang-renang pada permukaan air dalam ipukan. Jika nener telah nampak aktif bergerak dan makan, Maka pematang ipukan dapat di potong sedikit dan sisipkan saringan dengan bahan yang halus di tempat tersebut.

Pematang yang di potong tersebut di pergunakan untuk memudahkan pertukaran air di dalam maupun di luar ipukan. Yang biasanya kadar air garam di luar ipukan lebih dari 40 ppt, Dan dalam sekitar 12 Jam sesudahnya. Kadar garam akan sama atau yang di dalam ipukan akan lebih rendah sedikit dari pada garam di petakan luar (Di luar ipukan). Apabila nener tampak mulai berkumpul di sekitar saringan menentang arus yang melewati saringan, Hal ini menunjukkan bahwa nener tersebut telah cukup aklimatisasi terhadap kondisi garam dari petakan untuk Nener. Dan saringan telah dapat diambil dan nener di biarkan lepas berenang keluar. Hal seperti ini di kerjakan pada pagi hari atau di sore hari ketika air di petakan bersuhu rendah.

Ipukan tidak di perlukan pada saat musim hujan apabila kadar garam di petakan telah menjadi rendah, Nener dapat di lepaskan lansung ke dalam air setelah cukup aklimatisasi di dalam baskom. Jika nener Payus (Elops sp) Belum terambil atau belum di seleksi, Nener hendaknya di lepaskan di dalam happa nylon dengan ukuran mata jaring (5 – 6 tiap cm) yang di pasang dalam petakan. Nener bandeng dapat lolos keluar sedang di dalam happa tertinggal payus serta nener bandeng yang agak besar sedikit ukuranya dari mata happa nylon.

3. Pengaturan Air : Pada umumnya selama 7 – 10 hari setelah pelepasan nener, Tidak di lakukan penggantian air. Selama itu nener tambah lebih menjadi besar dan perlu adanya saringan di pintu yang dapat menahan nener keluarakan tetapi dapat memasukkan air kedalam petakan. Penyegaran dapat di lakukan dengan mengalirkan air keluar kemudian di ganti dengan air pasang yang baru. Kemudian saringan perlu di cek setiap saat membuka pintu.

Penutupan harus di lakukan dengan berhati-hati, Terutama dalam pemasangan Papan-papan pintu. Petakan untuk nener mempunyai dasar yang lebih tinggi dan rata jika di bandingkan dengan Petakan-petakan yang lain. Oleh karena itu perlu adanya tindakan bila masih terjadi Bocoran-bocoran pada waktu memasukkan air di saat pasang terakhir.

Pilihan lain adalah perlu menyediakan pompa air untuk pasang yang rendah bila tidak mencapai petak peneneran. Nener tumbuh lebih cepat pada air yang berkadar garam yang agak rendah. Oleh karena itu pada musim kemarau di lakukan penyegaran dengan penggantian air. Penyegaran yang di lakukan pada pada musim hujan, Terutama untk menjaga dan memelihara klekap atau untuk memperbaiki kondisi air. Jika plankton merupakan makanan utama di perlukan kadar garam yang rendah dan sering ada hujan akan lebih baik dan bermanfaat.

4. Pakan : Pemberian makanan tambahan mengakibatkan bertambahnya input. Hal ini hanya di berikan atau dilaksanakan jika makanan alami habis dan tidak ada tempat yang layak atau yang siap untuk di pergunakan. Pengusaha gelondongan bandeng melaksanakan penimbunan dan penahanan gelondongan dengan memberikan makanan tambahan, Justru itu pengusaha tersebut berani menggunakan padat penebaran yang tinggi pada tambak. Nah berikut ini beberapa macam makanan tambahan yang sering di pergunakan.

1. Katul yang halus hasil sisa penggilingan padi yang baru berbentuk tepung atau di jadikan pellet.
2. Tepung gandum (Terigu) berbentuk tepung atau di jadikan pellet.
3. Bungkil jagung (Bungkil dari lembaga jagung) Bberbentuk tepung atau pellet.
4. Bungkil kacang tanah, Berbentuk tepung atau di jadikan pellet.
5. Bungkil kelapa berbentuk tepung atau dijadikan pellet.
6. Roti yang telah lama, Atau telah basi.
7. Kotoran ternak atau lebih baik kotoran ayam.

Penambahan makanan sebaiknya habis dimakan dalam jangka waktu 2 sampai 3 Jam. Jika tidak, maka air akan mengalami pencemaran. Setidak-tidaknya makanan di berikan 3 kali setiap hari atau cukup 2 kali saja (Pagi dan sore hari). Makanan dapat di berikan dengan cara di taburkan atau di tempelkan pada suatu tempat yang tertentu yang berada di dalam kolam, (Petakan). Kondisi gelondongan yang kurang baik (Kurus) Perlu di perbaiki sebagai persiapan untuk pemindahanya ke tambak yang lain, Gelondongan yang kurus mudah sekali mengalami tekanan. Sisiknya mudah lepas walaupun diperlukan biasa saja dan tempat yang tidak berisik akan mudah mengalami infeksi dari bakteri dan jamur.

6. Hambatan Pengelolaan 

Dalam usaha pengeloaan tambak sering dijumpai Hal-hal yang menghambat (Menghalangi) kelancaran usaha, Diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Kondisi Nener Yang Jelek Pada Saat Penebaran : Pedagang nener yang biasanya menampung dalam kondisi yang sangat padat sambil menunggu pembeli. Selama musim nener pedagang nener mengumpulkan hasil penangkapan setiap hari, kemudian di tampung dan di kumpulkan sampai cukup banyak jumlah untuk memenuhi pesanan dari pembeli yang pertama datang. sering juga terjadi bahwa nener tidak di beri makan untuk beberapa hari, Yang mengakibatkan lapar dan lemah menyebabkan kondisi nener menjadi lamban geraknya dan mudah mendapat tekanan (Stress) waktu dalam penghitungan, Apabila diangkut dalam kondisi yang berjejal dalam kantong plastik, Suhu tinggi, Terjadi pertukaran Zat-zat dalam tubuhnya, eksresi, tekanan oksigen dan jalanan yang kasar dapat menambah kelelahan nener tersebut. Banyak perlakuan di tambak dapat menambah makin lelah dan memberatkan situsi dan tidak tahan terhadap kondisi dalam petakan yang sedikit kurang baik.

2. Aklimatisasi Yang Kurang Cukup : Dalam melepaskan nener ke petak peneneran di perlukan waktu yang cukup untuk aklimatisasi, Sehingga nener dapat menyesuaikan diri terhadap keadaan atau kondisi lingkungan. Penggantian air secara mendadak dengan perbedaan kadar garam atau suhu yang besar dapat mengakibatkan yang kurang baik. Nener tidak cukup waktu untuk menyeduaikan diri atau beradaptasi terhadap kondisi lingkungan dan akhirnya menjadi lemah, Bahkan dapat menyebabkan Kematian.

3. Bocoran-bocoran : Sifat naluri yang senang menentang arus air menyebabkan nener mudah lolos melalui bocoran yang ada di pematang. Dan Pintu Saringan Dan Papan-papan penutup pintu yang tidak benar pemasanganya memungkinkan nener dan gelondongan kecil dapat lolos keluar, Hal tersebut memungkinkan pula masuknya Ikan-ikan yang buas yang masih kecil yang akhirny dapat memangsa nener dalam petakan tersebut.

4. Terjerat : Alga benang, Klekap yang lebar-lebar dan lepa dari dasar tambak, Kantong-kantong telur dari Cacing-cacing Polychaeta merupakan benda-benda yang dapat menyebabkan nener di tambak terjerat. Nener terjerat atau terbelit oleh alga benang atau terjebak dalam gelembung Telur-telur Polychaeta. Pada petakan yang dangkal, Selapis klekap yang lebar Tiba-tiba mengambang kepermukaan akibat terkumpulnya gelembung-gelembung oksigen dari hasil asimilasi komponen Tumbuh-tumbuhan dapat menyebabkan nener yang sedang makan atau yang berenang di atasnya ikut terangkat ke permukaan dan akhirnya akan mati karena terdampar dan tidak dapat kembali ke Air.

5. Keracunan : Oleh karena petakan untuk nener pada umumnya berukuran kecil, maka mudah mengalami kontaminasi Unsur-unsur yang beracun yang bersama air atau dari sumber yang lain. Kematian secara Besar-besaran Terkadang terjadi tambak yang mengalami air dari sungai yang mengalirkan Sisa-sisa dari pabrik atau sampah industri yang di buang. Hal tersebut jugasering terjadi pada daerah yang dekat dengan daerah pertanian. Terutama daerahsawah yang sering memberi pestisida untuk pemberantasan hama. Kadang-kadang pematang tambak sendiri dapat menjadi sumber material yang mempunyai daya racun yang tinggi. Telah banyak contoh kematian total yang terjadi pada peneneran setelah selesai hujan pertama yang sangat lebat setelah musim kemarau yang panjang.

Kasus demikian juga sering terjadi pada Tambak-tambak yang baru dibangun dari daerah Rawa-rawa yang banyak pohon bakaunya (mangrove). Pematang di buat dari Tanah-tanah yang terdiri dari banyak akar-akaran yang membusuk dan terkumpul bahan organik yang mengandung Unsur-unsur racun asam humus dan asam Sulfida (H2S) Di lereng diatas pematang tersebut di gambarkan sebagai hasil penguapan dari pematang yang banyak mengandung air atau kadar air yang tinggi. Senyawaan belerang dapat pula terbentuk dari pembusukkan akar yang tampak di pematang. Tetesan air hujan mencucinya dan membawanya masuk ke tambak karena terbatasnya areal di peneneran, Unsur yang di kehendaki tersebut segera menyebar sehingga menyebabkan nener maupun gelondongan banyak yang mati karena Keracunan.

6. Penanganan Yang Salah (Tidak Benar) : Pengeringan yang mendadak disebabkan penutupan pintu kurang sempurna adlah yang sering menyebabkan banyak nener dan gelondongan hilang atau mati, Saringan yang rusak yang robek atau kesalahan dalam pemasanganya adalah faktor penyebab hilangnya nener. Sifat masa bodoh tersebut (sifat masa bodoh penjaga) tidak dapat dianggap sepi begitu saja. Penjaga yang sangat letih (lelah) terkadang mudah sekali tertidur, Sedangkan periode pengeringan atau pengisian peneneran berlangsung pada malam hari di saat terjadinya surut rendah atau pasang yang tinggi, Karena tidur maka penjaga tidak mengontrol keadaan dengan teliti dan baik,Yang mengakibatkan lingkungan pematang terjadi kerusakan

7. Analisa Usaha Penggelondongan Bandeng : Dalam pemeliharaan nener bandeng untuk gelondongan di perlukan waktu pemeliharaan selama lebih 21 hari, Pada usia tersebut ukuran telah mencapai gelondongan yaitu panjang 2 – 3 cm dan berat Rata-rata 2 – 3 gram. Dengan kepadatan tebar 40 – 50 ekor/m 2 Rp. 50,-per ekor maka kelangsungan hidup nener untuk mencapai gelondongan adalah 75% – 90%. Harga jual per ekor untuk ukuran gelondongan tersebut adalah Rp. 100,- Usaha Penggelondongan tersebut dapat dilaksanakan di tambak luas 0,5 HA (4 Petakan). Dalam 1 tahun di perhitungkan dapat memelihara bandeng tersebut sebanyak 6 periode, Selanjutnya pada tebar 200.000 ekor dengan SR 80%. Hal inilah yang dapat memberikan harapan dikembang usahakan sebagai salah satu komoditas dalam agribisnis.

Sumber: https://www.semuaikan.com/

Sekda Iwa Lantik 39 Pejabat Fungsional Pemprov Jabar

Sekda Iwa Lantik 39 Pejabat Fungsional Pemprov Jabar

Sekda Iwa Lantik 39 Pejabat Fungsional Pemprov Jabar

 

Sekda Iwa Lantik 39 Pejabat Fungsional Pemprov Jabar

BANDUNG

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa melantik 39 orang pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Jum’at (23/11/2018). Pengangkatan pegawai fungsional ini berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 42/M Tahun 2018 Tentang Pengangkatan Dalam Jabatan Fungsional Ahli Utama, dan Keputusan Gubernur Jawa Barat Tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Fungsional di Lingkungan Pemerintah.

Dalam sambutannya

Sekda Iwa memaparkan bahwa dalam rangka menerapkan manajemen sumber daya Aparatur Sipil Negara (ASN) berbasis merit sistem, pemerintah daerah provinsi Jabar terus mengupayakan pendekatan pengelolaan SDM dengan berdasar kepada tiga pendekatan utama, yaitu kualifikasi, kompetensi dan kinerja. Merit sistem sendiri merupakan cerminan manajemen kepegawaian yang profesional yang terus kita upayakan bersama dalam pengembangan karir dan manajemen kepegawaian di provinsi Jabar.

“Dengan merit sistem, keterbukaan dalam objektivitas pengembangan karir pegawai, baik promosi maupun rotasi jabatan akan didasarkan pada data kualifikasi, kompetisi dan kinerja selama pegawai memangku jabatan,” kata Iwa.

Iwa berharap

pelaksanaan pelantikan pejabat fungsional ini dapat mendorong figur pegawai yang berkompeten dan memiliki kinerja yang baik, sehingga dapat mengakselerasi pembangunan mewujudkan “Jawa Barat Juara Lahir dan Batin dengan Inovasi dan Kolaborasi”. Untuk itu, Pemerintah Provinsi dan seluruh Kabupaten/Kota se-Jabar akan digiring ke era birokrasi dinamis, dimana birokrasi ini akan melibatkan seluruh elemen untuk berperan aktif dalam pembangunan, mulai dari akademisi, swasta dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), masyarakat, pelaku usaha, hingga media.

“Saya harapkan pejabat fungsional bisa berperan aktif dalam memberikan gagasan yang visioner dalam mewujudkan hal ini. Jalankan amanah sesuai dengan tugasnya masing-masing, optimalkan seluruh kemampuan dan potensi saudara dalam melaksanakan tugas sebagai pejabat fungsional di instansinya masing-masing,” pesan Iwa.

Ke-39 pejabat fungsional yang dilantik antara lain

1. Udjwalaprana Sigit, sebagai Widyaiswara Utama di BPSDM
2. Mulyana, sebagai SPM Muda di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
3. Lilik Wardiana, sebagai Pengawas Ketenagakerjaan Muda di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
4. Bambang Eko Prajoko, sebagai Pengawas Ketenagakerjaan Muda di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
5. Siska Yuliska, sebagai Pengawas Ketenagakerjaan Muda di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
6. Asep Munadi Iskandar, sebagai Perawat Pertama di Dinas Kesehatan
7. R. Mersa Nurain Kausar, sebagai Apoteker Muda di Dinas Kesehatan
8. Yunia Ruslan Nur, sebagai Dokter Pertama di Dinas Kesehatan
9. Chaerunisa Suknawati, sebagai Dokter Pertama di Dinas Kesehatan
10. Saadah Fitriany, sebagai Wydiaiswara Pertama di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
11. Mully Yanuar, sebagai Pamong Budaya Pelaksana Lanjutan di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
12. Ganjar Harta Negara, sebagai Pamong Budaya Pertama Bidang Permuseuman di Dinas pariwisata dan Kebudayaan
13. Zahrotul Mahmudah, sebagai Pamong Budaya Pertama Bidang Nilai Budaya di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
14. Nonon Ratnariris, sebagai Pamong Budaya Muda Bidang Nilai Budaya di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
15. Dini Juwitasari, sebagai Pamong Budaya Muda Bidang Kepurbakalaan di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
16. Dede Heryadi, sebagai Penyuluh Kehutanan Pertama di Dinas kehutanan
17. Gigih Kudiyanto, sebagai Penyuluh Kehutanan Pertama di Dinas Kehutanan
18. Sukenda, sebagai Penyuluh Kehutanan Muda di Dinas Kehutanan
19. Deni Husaen, sebagai Penyuluh Kehutanan Muda di Dinas Kehutanan
20. Dasep Iyep Kurniawan, sebagai Penyuluh Kehutanan Pertama di Dinas Kehutanan
21. Rahmat Mulyadi, sebagai Penyuluh Kehutanan Muda di Dinas Kehutanan
22. Asep Suganda, sebagai Penyuluh Kehutanan Muda di Dinas Kehutanan
23. Enco Karso, sebagai Penyuluh Kehutanan Muda di Dinas Kehutanan
24. Lilis Rahmayati, sebagai Penyuluh Kehutanan Muda di Dinas Kehutanan
25. Sukma Hikayat, sebagai Penyuluh Kehutanan Muda di Dinas Kehutanan
26. Endin Mulyana, sebagai Penyuluh Kehutanan Muda di Dinas Kehutanan
27. Sonson Garnida, sebagai Penyuluh Kehutanan Muda di Dinas Kehutanan
28. Aceng Solihin, sebagai Penyuluh Kehutanan Muda di Dinas Kehutanan
29. Wawan Gunawan, sebagai Penyuluh Kehutanan Muda di Dinas Kehutanan
30. Aef Saefudin, sebagai Penyuluh Kehutanan Muda di Dinas Kehutanan
31. Ahmad Sapari, sebagai Penyuluh Kehutanan Muda di Dinas Kehutanan
32. Ramli Supriatna, sebagai Penyuluh Kehutanan Muda di Dinas Kehutanan
33. Nurhayati, sebagai Penyuluh Kehutanan Muda di Dinas Kehutanan
34. Zesty Virgiandita, sebagai Dokter Pertama di Dinas Kesehatan
35. Mia Risma Yosmiawati, sebagai Dokter Pertama di Dinas Kesehatan
36. Rismayadiani, sebagai Dokter Muda di Dinas Kesehatan
37. Raharti Aditiasini J, sebagai Dokter Pertama di Dinas Kesehatan
38. Ade Kurnia, sebagai Dokter Pertama di Dinas Kesehatan
39. Helmi Hasbulloh, sebagai Sanitarian Pelaksana di Dinas Kesehatan ( Humas dan Protokol Setda Jabar )

 

Artikel terkait: