127 Pelajar Bogor Belajar Jadi Jurnalis

127 Pelajar Bogor Belajar Jadi Jurnalis

127 Pelajar Bogor Belajar Jadi Jurnalis

Sebanyak 127 pelajar tingkat SMA sederajat Kota dan Kabupaten Bogor mengikuti diklat jurnalistik yang diselenggarakan gabungan jurnalis MAN 1 Kota Bogor. Kegiatan yang mengusung tema ‘Interpretasi Era Melenial Terkait Harmonisasi dan Alam’ berlangsung di Kampus UIKA Bogor pada Sabtu (19/10).

Dalam kegiatan ini, penyelenggara menampilkan materi-materi tentang

keredaksian. Termasuk, memberikan materi tentang teknik-teknik pengambilan gambar atau fotografi. “Geliat perkembangan Pers bagi pelajar belakangan ini perlu disikapi dengan baik dan perlu dikembangkan. Tujuannya, agar membuka cakrawala berpikir para generasi milenial,” kata ketua panitia pelaksana, Satria Sesar Pratama.

“Untuk itu, gabungan Jurnalis MAN 1 Kota Bogor perlu menyelenggarakan Pekan Jurnalistik ini, agar mereka tidak ketinggalan informasi dan perkembangan Jurnalistik,” sambung dia.

Sementara itu, dihadapan para pelajar Wartawan TV ONE yang hadir sebagai

narasumber mewakili Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor, Eko Hadi Lesmono, menjelaskan mengenai teknik-teknik penulisan pemberitaan, peliputan, editing serta penyajian keredaksian, terutama penulisan keredaksian pada Majalah Dinding (Mading) di sekolah.

“Mading itu proses pembuatannya mudah, tetapi keberadaannya kurang diminati, karena penyajiannya tidak menarik. Padahal Mading memiliki manfaat yang sangat luas, bagi para pelajar, terutama dalam menyajikan informasi, baik secara internal maupun eksternal. Untuk itu, teknik penyajian majalah dinding itu perlu di inovasi lebih lengkap lagi, agar lebih menarik dan diminati para pelajar,” katanya.

Pada kesempatan ini, Eko juga mensosialisasikan mengenai Kode Etik

Jurnalistik, yang merupakan pijakan bagi seorang Jurnalis, dalam menjalankan tugas liputannya, agar tidak keluar dari etika seorang jurnalis.

“Tulisan seorang wartawan tanpa fakta dan data, adalah melanggar Kode Etik Jurnalistik dan tulisannya bisa dikatagorikan sebagai hoks atau berita palsu dan hal-hal seperti itu yang harus dihindari,” pesannya

 

Baca Juga :