ILMU SOSIAL DASAR

ILMU SOSIAL DASAR

ILMU SOSIAL DASAR

Hakikat Ilmu Sosial Dasar
Ilmu Sosial Dasar (ISD) membicarakan hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya. Hubungan ini dapat diwujudkan kenyataan sosial, kenyataan sosial inilah yang menjadi titik perhatiannya. Ilmu Sosial Dasar memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk melengkapi gejala-gejala sosial agar daya tanggap, persepsi, dan penalaran kita dalam menghadapi lingkungan sosial. Ilmu sosial bukanlah suatu bidang keahlian ilmu-ilmu sosial tertentu, seperti politik, antropologi dan sebagainya, tetapi menggunakan pengertian-pengertian berasal dari berbagai bidang ilmu sosial seperti ilmu politik, sosiologi, sejarah dan sebagainya.

Tujuan Ilmu Sosial Dasar
Ilmu Sosial Dasar Bertujuan membantu perkembangan kepribadian serta perluasan wawasan perhatian, pengetahuan dan pemikiran mengenai berbagai gejala yang ada dan timbul dalam lingkungannya, khususnya gejala yang berkenaan dengan masyarakat sehingga daya tanggap, persepsi dan penalaran berkenaan dengan lingkungan sosial dapat dipertajam.

Ruang Lingkup Ilmu Sosial Dasar
Adapun ruang lingkup pada Ilmu Sosial dasar adalah sebagai berikut:

1. Kenyataan-kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah sosial tertentu.

2. Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial.

Sebagai contoh dari konsep dasar semacam ini misalnya konsep keanekaragaman, dan konsep kesatuan sosial.

3. Masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan sosial yang antara satu dengan yang lainnya saling berkaitan.

Kajian-kajian pada Ilmu Sosial Dasar
Yang menjadi kajian pada ilmu sosial dasar yaitu:

1. Antropologi

suatu ilmu dari totalitas eksistensi manusia. Transaksi disiplin dengan integrasi berbagai aspek Ilmu Sosial, Humaniora, dan Biologi Manusia. Ilmu-ilmusosial umumnya berusaha untuk mengembangkan metode ilmiah untuk memahami fenomena sosial dengan cara digeneralisasikan, meskipun biasanya dengan metode yang berbeda dari orang-orang dari ilmu-ilmu alam. Ilmu-ilmu sosial antropologis sering mengembangkan deskripsi bernuansa dari pada hukum umum diturunkan dalam fisika atau kimia, atau mereka dapat menjelaskan kasus-kasus individu melalui prinsip-prinsip yang lebih umum, seperti dalam banyak bidang psikologi.

2. Komunikasi Studi
Komunikasi Studi mengintegrasikan aspek-aspek ilmu sosial dan humaniora. Sebagai ilmu sosial, disiplin sering tumpang tindih dengan sosiologi, psikologi, antropologi, biologi, ilmu politik, ekonomi, dan kebijakan publik.
3. Ekonomi
Ekonomi adalah ilmu sosial yang bertujuan untuk menganalisis dan menggambarkan produksi, distribusi, dan konsumsi kekayaan. Ekonomi memiliki dua cabang yang luas contohnya ekonomi mikro di mana unit analisis adalah agen individu, seperti rumah tangga atau perusahaan, dan makro ekonomi di mana unit analisis adalah ekonomi secara keseluruhan.
4. Pendidikan
Pendidikan meliputi mengajar dan belajar spesifik keterampilan, dan juga sesuatu yang kurang nyata tetapi lebih mendalam yaitu menanamkan pengetahuan, positif penghakiman dan berkembang dengan baik kebijaksanaan pendidikan manusia individu dimulai saat lahir dan berlanjut sepanjang hidup.
5. Geografi
Sebagai disiplin ilmu dapat dibagi secara luas menjadi dua sub bidang utama yaitu geografi manusia dan geografi fisik. Geografi fisik mengkaji fenomena yang berkaitan dengan iklim, lautan, tanah, dan pengukuran bumi. Geografi manusia berfokus pada bidang yang beragam seperti geografi Budaya, transportasi, kesehatan, militer operasi, dan kota-kota.
6. Sejarah
Sejarah adalah narasi, sistematis dan terus menerus penelitian peristiwa manusia masa lalu sebagaimana ditafsirkan melalui paradigma historiografi atau teori, seperti TesisTurner tentang perbatasan Amerika. Sejarah memiliki basis di kedua ilmu-ilmu sosial dan humaniora.
7. Hukum
Hukum dalam bahasa umum, berarti aturan yang (tidak seperti aturan etika ) mampu melalui lembaga-lembaga penegakan hukum. Namun, banyak hukum yang didasarkan pada norma-norma diterima oleh masyarakat dan dengan demikian memiliki landasan etika.
8. Linguistik
Linguistik menyelidiki aspek kognitif dan sosial dari bahasa manusia. Mayoritas dari penelitian modern dalam linguistik mengambil didominasi sinkronis perspektif (berfokus pada bahasa pada titik tertentu dalam waktu), dan banyak dari itu sebagian karena pengaruh Noam Chomsky bertujuan merumuskan teori pengolahan kognitif bahasa.

9. Ilmu politik
Ilmu politik adalah akademik dan penelitian disiplin yang berhubungan dengan teori, praktek politik, deskripsi dan analisis sistem politik serta perilaku politik. Bidang dan sub bidang ilmu politik termasuk ekonomi politik, teori politik dan filsafat, kewarganegaraan dan politik komparatif, teori demokrasi langsung, pemerintahan apolitis, demokrasi langsung partisipatif, sistem nasional, lintas nasional analisis politik, pembangunan politik, hubungan internasional, kebijakan luar negeri, hukum internasional, politik, administrasi publik, perilaku administrasi, hukum publik, perilaku hukum, dan kebijakan publik. Ilmu politik secara metodologis beragam, meskipun beberapa tahun terakhir telah menyaksikan kebangkitan dalam penggunaan metode ilmiah.

Baca Juga :

Tipe-tipe Keluarga

Tipe-tipe Keluarga

Tipe-tipe Keluarga

Keluarga Dalam Masyarakat Praliterasi

Terdapat 2 faktor penting yang berbeda dalam penentuan pola organisasi keluarga praliterasi. Pertama adalah cara menentukan garis keturunan, apakah berdasarkan garis keturunan dari laki-laki (pratrilineal) atau wanita (matrilineal). Kedua adalah menurut tempat tinggal pasangan setelah menikah.

– Keluarga Maternal

Dalam beberapa masyarakat praliterasi ini disusun dari ibu, anak laki-lakinya, anak perempuannya, dan anak-anak dari anak perempuannya. Setelah menikah anak laki-lakinya terus tinggal dengan ibu mereka dan hanya merupakan tamu dari keluarga istri mereka, yang juga bertempat tinggal dengan ibu perempuan sendiri.

– Keluarga Paternal

Atas kondisi tertentu keluarga pada masa praliterasi diatur sesuai dengan keturunana paternal,di mana wanita yang menikah akan tinggal bersama suaminya di rumah ibu-bapaknya, serta saudara laki-lakinya yang telah menikah beserta dengan istri-istri dan anak-anak mereka. Kehidupan anak, seperti pada keluarga maternal, banyak diurus atas pengaruh kaum keluarga.

– Keluarga Historis

Keluarga Patriarkat Luas (Extended Patriarchal Family)

Pada masyarakat kuno, keluarga patriarkal luas adalah ciri-ciri dari bentuk kekeluargaan. Hal ini biasa ditemui di China, India, dan jepang. Pada saat sekarang ini mungkin mayoritas dari ras manusia yang hidup pada negara-negara yang masih memperhatikan tipe organisasi keluarga yang seperti ini, sedikit banyak akan menggunakan kontrol yang absolut atas istri-istrinya, anak-anak perempuannya yang belum menikah, anak laki-lakinya.

– Keluarga Demokratis Modern

Revolusi industri telah menyebabkan hancurnya keluarga patriarkal kecil dan timbulnya keluarga demokratis. Pada saat pemuda-pemuda desa dapat memperoleh kebebasan tanah atau seorang pemuda di kota dapat memperoleh suatu pekerjaan di pabrik, kekuasaan orang tua telah banyak mengalami kelemahan. Orang-orang muda telah mengatur perkawinan mereka sendiri dan membentuk rumah tangga sendiri.

  • Pengertian Masyarakat

Masyarakat merupakan salah satu satuan sosial sistem sosial, atau kesatuan hidup manusia. Istilah inggrisnya adalah society, sedangkan masyarakat itu sendiri berasal dari bahasa Arab Syakara yang berarti ikut serta atau partisipasi, kata Arab masyarakat berarti saling bergaul yang istilah ilmiahnya berinteraksi.

Sumber : https://freemattandgrace.com/

Pokok Masalah Tentang Individu, Keluarga dan Masyarakat

Pokok Masalah Tentang Individu, Keluarga dan Masyarakat

Pokok Masalah Tentang Individu, Keluarga dan Masyarakat
  • Pengertian Individu

Individu berasal dari kata individum (Latin), Yaitu satuan kecil yang tidak dapat dibagi lagi. Individu menurut konsep Sosiologis berarti manusia yang hidup berdiri sendiri. Individu sebagai mahkluk ciptaan Tuhan di dalam dirinya selalu dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi raga, rasa, rasio, dan rukun.

  1. Raga, merupakan bentuk jasad manusia yang khas yang dapat membedakan antara individu yang satu dengan yang lain, sekalipun dengan hakikat yang sama
  2. Rasa, merupakan perasaan manusia yang dapat menangkap objek gerakan dari benda-benda isi alam semesta atau perasaan yang menyangkut dengan keindahan
  3. Rasio atau akal pikiran, merupakan kelengkapan manusia untuk mengembangkan diri, mengatasi segala sesuatu yang diperlukan dalam diri tiap manusia dan merupakan alat untuk mencerna apa yang diterima oleh panca indera.
  4. Rukun atau pergaulan hidup, merupakan bentuk sosialisasi dengan manusia dan hidup berdampingan satu sama lain secara harmonis, damai dan saling melengkapi. Rukun inilah yang dapat membantu manusia untuk membentuk suatu kelompok sosial yang sering disebut masyarakat

Dalam ilmu sosial individu merupakan bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil.

  • Pengertian Keluarga dan Fungsi Keluarga

Keluarga (bahasa Sanskerta: “kulawarga”; “ras” dan “warga” yang berarti “anggota”) adalah lingkungan yang terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah.

Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu, memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab di antara individu tersebut.

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.

Menurut Salvicion dan Celis (1998) di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.

– Fungsi Keluarga

Fungsi keluarga menurut Friedman 1998 (dalam Setiawati & Santun, 2008) adalah :
a)    Fungsi Afektif
Fungsi afektif adalah fungsi internal  keluarga sebagai dasar kekuatan keluarga. Didalamnya terkait dengan saling mengasihi, saling mendukung dan saling menghargai antar anggota kelurga.
b)    Fungsi Sosialisasi
Fungsi sosialisasi adalah fungsi yang mengembangkan proses interaksi dalam keluarga. Sosialisasi dimulai sejak lahir dan keluarga merupakan tempat individu untuk belajar bersosialisasi
c)    Fungsi Reproduksi
Fungsi reproduksi adalah fungsi keluarga untuk meneruskan kelangsungan keturunan dan menambah sumber daya manusia.
d)    Fungsi Ekonomi
Fungsi ekonomi adalah fungsi keluarga untuk memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarganya yaitu : sandang, pangan dan papan.
e)    Fungsi Perawatan Kesehatan
Fungsi perawatan kesehatan adalah fungsi keluarga untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan dan merawat anggota keluarga yang mengalami masalah kesehatan.

Sumber : https://merpati.co.id/

ITS Siapkan 13 Bus Mudik Bersama Gratis untuk Lebaran 2019

ITS Siapkan 13 Bus Mudik Bersama Gratis untuk Lebaran 2019

ITS Siapkan 13 Bus Mudik Bersama Gratis untuk Lebaran 2019

Pulang kampung atau mudik saat lebaran sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia dari tahun ke tahun. Untuk membantu masyarakat sekitar agar bisa mudik dengan nyaman saat Lebaran tahun ini, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menggelar kegiatan Mudik Bersama (Muber) secara gratis yang akan diberangkatkan serentak pada 2 Juni 2019 mendatang.

Kegiatan Muber ini merupakan agenda rutin ITS tiap lebaran yang juga bagian

dari program Ramadan di Kampus (RDK) yang tahun ini memasuki ke-40 dengan menggandeng Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur. Peserta Muber gratis ini tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa ITS. “Muber gratis ini juga terbuka bagi masyarakat umum dan mahasiswa perguruan tinggi lain lainnya di Surabaya,” tutur Muhammad Saad Salahudin, koordinator Muber 2019 ini.

BACA JUGA – Perluas Mitra, ITS Jalin Kerjasama dengan Universitas Taiwan

Terdapat delapan rute perjalanan yang akan dilalui 13 bus yang disediakan. Yakni rute Kertosono-Trenggalek, Situbondo-Banyuwangi Utara, Karangjati-Ngawi, Malang-Blitar, Jember-Banyuwangi Selatan, Madiun-Ponorogo, Madiun-Magetan, dan Bojonegoro. “Satu bus akan melalui satu rute, kecuali rute Kertosono-Trenggalek dilalui dua bus dan Jember-Banyuwangi Selatan serta Madiun-Ponorogo dilalui tiga bus,” jelas mahasiswa yang akrab disapa Saad ini.

Dikatakan Saad, pendaftaran Muber ini dibuka mulai tanggal 6-24 Mei 2019

dengan proses pendaftaran yang bisa dibilang cukup mudah. “Pendaftar hanya membawa fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK), bisa sendiri atau diwakilkan”, imbuh mahasiswa tahun kedua itu. Stan pendaftaran juga dibuka setiap hari dari pukul 09.00 hingga pukul 17.00 di area Serambi Selatan Masjid Manarul Ilmi ITS.

Berbeda dari tahun lalu, pendaftar Muber tahun ini bisa memilih nomor tempat duduk ketika proses pendaftaran. “Jadi, siapa yang lebih dulu mendaftar, bisa bebas memilih tempat duduk yang dianggapnya nyaman,” ujarnya. Namun, pendaftar yang usianya masih di bawah lima tahun tidak bisa mendapatkan tempat duduk, jadi harus digendong atau dipangku oleh orang tuanya sendiri.

Saat ditanyai terkait kuota pendaftar, Saad menjelaskan untuk Muber ini bisa

menampung 559 pendaftar, dengan tiap bus berisi 43 tempat duduk. “Hingga hari ini (21/5), pendaftar sudah cukup banyak, sudah mencapai lebih dari tiga ratusan orang,” klaim mahasiswa Departemen Teknik Industri itu. Ia optimistis jumlah tersebut akan terus meningkat dan bisa memenuhi kuota yang ada pada hari terakhir pendaftaran.

 

Baca Juga :

ISICO 2019 Bahas Peran Sistem Informasi di Era 4.0

ISICO 2019 Bahas Peran Sistem Informasi di Era 4.0

ISICO 2019 Bahas Peran Sistem Informasi di Era 4.0

Era revolusi industri 4.0 saat ini tidak bisa terlepaskan dengan teknologi

informasi yang terus berkembang pesat. Hal ini menjadi dasar Departemen Sistem Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dalam mengadakan Information System International Conference (ISICO) 2019 untuk membahas isu tersebut selama tiga hari, sejak Selasa (23/7).

Berlangsung di Hotel Bumi Surabaya, konferensi ini mendatangkan empat pembicara utama yaitu Prof Hyerim Bae PhD dari Pusan National University (PNU) Korea, Prof Robert M Davison dari City University of Hongkong, Prof Rosemann dari Queensland University of Technology (QUT) Australia, dan Prof Torsten Reiners dari Curtin University Malaysia.

Wakil Rektor I ITS Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof Dr Ir Adi

Soeprijanto MT merasa konferensi ini sangat perlu dilakukan seiring dengan perkembangan teknologi yang begitu besar. Para ahli dari luar negeri tersebut akan membagikan bagaimana sebenarnya kondisi perkembangan teknologi yang sudah terjadi di luar Indonesia saat ini yang mungkin masih belum diketahui banyak orang.

Adi juga mengharapkan dari konferensi ini, para peserta yang merupakan

mahasiswa magister atau doktoral bisa memperbesar riset mereka. “Sehingga akan banyak terkumpul berbagai ide terbaru pada masa kini untuk perkembangan di masa depan,” ungkap guru besar Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Elektro ITS tersebut.

 

Sumber :

https://my.bankstreet.edu/ICS/Campus_Life/Campus_Groups/Learning_Through_Collaboration/Student_Papers_and_Projects.jnz?portlet=Student_Discussion&screen=PostView&screenType=change&id=8762e50d-62bf-4c2b-98e4-02bfe7848e1e

ITS Dukung Kurangi Penggunaan Plastik di Lingkungan Kampus

ITS Dukung Kurangi Penggunaan Plastik di Lingkungan Kampus

ITS Dukung Kurangi Penggunaan Plastik di Lingkungan Kampus

Sudah menjadi rahasia umum bahwa salah satu ancaman terbesar bagi

kelestarian lingkungan ialah sampah plastik. Menyadari hal tersebut, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pun kini telah memulai langkah baru untuk mengurangi penggunaan plastik di lingkungan kampus guna membantu mengurangi tingginya sampah plastik.

Langkah tersebut juga sesuai dengan program Kementerian Lingkungan

Hidup dan Kehutanan (LHK), serta ditunjang adanya Instruksi Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) yang dikeluarkan 25 Juni 2019 lalu mengenai Larangan Penggunaan Kemasan Air Minum Berbahan Plastik dan/atau kantong Plastik di Lingkungan Kemenristekdikti.

Sekretaris Institut ITS Dr Dra Agnes Tuti Rumiati MSc mengatakan, pasca diterimanya instruksi Menristekdikti tersebut, ITS pun makin gencar mengimbau seluruh sivitas akademika ITS untuk mengurangi konsumsi air minum dalam kemasan plastik sekali pakai dan kantong plastik di lingkungan kampus.

“Kami sudah mensosialisasikan kepada para dekan, kepala departemen dan

pimpinan-pimpinan unit yang ada di ITS, dan saat ini juga sedang disiapkan surat yang akan diedarkan untuk setiap unit yang ada di ITS,” beber perempuan yang akrab disapa Tuti ini.

 

Sumber :

https://mybelmont.belmontcollege.edu/ICS/Academics/ADN/ADN__2140C/2018_SG-ADN__2140C-02A/Blog_4.jnz?portlet=Blog_4&screen=View+Post&screenType=next&Id=eeb2f7bb-92d1-4ecb-840f-b9301671d4f7

Elastisitas Permintaan dan Penawaran

Elastisitas Permintaan dan Penawaran

Elastisitas Permintaan dan Penawaran

 

Elastisitas Permintaan dan Penawaran

Pengertian Elastisitas

Elastisitas adalah rasio kenaikan persentase perubahan dari satu variabel dengan kenaikan persentase
perubahan variabel lainnya.

1. Elastisitas Permintaan

Elastisitas permintaan menghitung  perubahan relatif dalam jumlah unit barang yang dibeli sebagai akibat perubahan salah satu faktor yang memengaruhinya.
Elastisitas permintaan yang dikaitkan dengan harga barang itu sendiri disebut elastisitas harga permintaan (price elasticity of demand). Rantai Makanan Adapun elastisitas permintaan yang dikaitkan dengan harga barang lain disebut elastisitas silang (cross elasticity) dan jika dikaitkan dengan pendapatan disebut elastisitas pendapatan (income elasticity).

a. Elastisitas Harga Permintaan (Price Elasticity of Demand)

Elastisitas harga permintaan (Ep) mengukur berapa persen permintaan terhadap suatu barang berubah jika harganya berubah sebesar satu persen. Angka elastisitas harga permintaan bernilai negatif, Ep = –2 memiliki arti, jika harga barang naik 1%, permintaan terhadap barang tersebut turun 2%. Begitu juga sebaliknya. Semakin besar nilai negatifnya, semakin elastik permintaannya, sebab perubahan permintaan jauh lebih besar dibanding perubahan harga. Angka Ep dapat disebut dalam nilai absolut. Ep = 2, artinya sama dengan Ep = –2.
Koefisien Elastisitas Harga Permintaan (Ep)
  1. Inelastik (Ep < 1) : Perubahan permintaan lebih kecil daripada perubahan harga. Jika harga naik 10%, menyebabkan per mintaan barang turun sebesar 6%. Permintaan barang kebutuhan pokok umumnya inelastik, misalnya perubahan harga beras di Indonesia.
  2. Elastik (Ep > 1) : Permintaan terhadap suatu barang dikatakan elastik jika per ubahan harga suatu barang menyebabkan perubahan permin taan yang besar. Misalnya, jika harga turun 10%, menyebabkan permintaan barang naik 20%. Oleh karena itu, nilai Ep lebih besar daripada satu.
  3. Elastik Uniter (Ep = 1) : Jika harga naik 10%, permintaan barang turun 10%.
  4. Inelastik Sempurna (Ep = 0) : Berapa pun harga suatu barang, orang akan tetap membeli jumlah yang dibutuhkan. Contohnya permintaan garam.
  5. Elastik Sempurna (Ep = ) : Perubahan harga sedikit saja menyebabkan perubahan permintaan tak terbilang besarnya.
Elastisitas Titik dan Elastisitas Busur
Elastisitas titik (point elasticity) mengukur tingkat elastisitas pada titik tertentu. Konsep elastisitas titik digunakan jika peruhahan harga yang terjadi sedemikian kecilnya sehingga mendekati 0, tetapi konsep ini kurang akurat jika perubahan harga yang terjadi relatif besar. Dalam kasus tersebut, lebih tepat jika diukur dengan elastisitas busur (arch elasticity), yang mengukur elastisitas permintaan antara dua titik.
Dengan demikian, dalam suatu kurva permintaan yang berbentuk garis lurus, koefisien elastisitasnya berbeda-beda pada berbagai tingkat harga.

b. Elastisitas Silang (Cross Elasticity)

Elastisitas silang (Ec) mengukur persentase perubahan permintaan suatu barang sebagai akibat perubahan harga barang lain sebesar satu persen. Nilai Ec mencerminkan hubungan antara barang X dan barang Y. Jika nilai Ec > 0, barang X merupakan substitusi barang Y. Kenaikan harga barang Y menyebabkan harga barang X relatif lebih murah, sehingga permintaan terhadap barang X meningkat (substitusi). Misalnya, harga bensin jenis premium mengalami kenaikan, maka permintaan terhadap bensin jenis pertamax mengalami peningkatan. Hal ini dikarenakan harga premium
dirasakan relatif lebih mahal.

Nilai Ec < 0 menunjukkan hubungan barang X dan barang Y adalah komplementer. Barang X hanya bisa digunakan bersama-sama barang Y. Penambahan atau pengurangan terhadap X, menyebabkan penambahan atau pengurangan terhadap Y. Kenaikan harga Y menyebabkan permintaan terhadap Y menurun, yang menyebabkan permintaan terhadap X ikut menurun. Misalkan, jika harga BBM naik, dapat diprediksi permintaan terhadap mobil akan berkurang.

c. Elastisitas Pendapatan (Income Elasticity)

Elastisitas pendapatan (Ei) mengukur berapa persen perubahan permintaan terhadap suatu barang (ωQ) jika pendapatan berubah (ΔI) sebesar satu persen. Umumnya nilai Ei positif, karena kenaikan pendapatan (nyata) akan meningkatkan permintaan. Semakin besar nilai Ei, elastisitas pendapatan nya semakin besar. Barang dengan Ei > 0 merupakan barang normal (normal goods). Barang dengan nilai 0 < Ei < 1, barang tersebut merupa kan kebutuhan pokok (essential goods). Barang dengan nilai Ei > 1 merupakan barang mewah (luxurius goods). Adapun barang dengan nilai Ei < 0 merupakan barang inferior (inferior goods). Permintaan terhadap barang tersebut akan menurun pada saat pendapatan nyata meningkat.

2. Elastisitas Penawaran

Elastisitas penawaran adalah angka yang menunjukkan berapa persen jumlah barang yang ditawarkan berubah, jika harga barang berubah satu persen. Elastisitas penawaran juga dapat dihubungkan dengan faktorfaktor atau variabel lain yang dianggap memengaruhinya, seperti tingkat bunga, tingkat upah, harga bahan baku, dan harga bahan antara.

Prinsip Eko-efisiensi

Prinsip Eko-efisiensi

Prinsip Eko-efisiensi

Prinsip Eko-efisiensi

Pengertian Eko Efisiensi

Prinsip eko-efisiensi adalah bahwa bahan dan energi yang tidak termanfaatkan dalam suatu sistem proses produksi akan terbuang menjadi limbah (padat,cair, dan gas) dan menyebabkan meningkatkannya social cost
untuk proses lanjutannya, dengan meningkatkan efisiensi semakin banyak bahan dan energi yang termanfaatkan dalam proses produksi sehingga semakin sedikit yang terbuang.
Ditinjau dari aspek ekonomi, peningkatan efisiensi akan mengurangi bahan baku sebagai faktor produksi dan energi yang dibutuhkan, sehingga biaya produksi turun dan berpotensi untuk meningkatkan profit. Sedangkan dari aspek lingkungan hidup berarti makin sedikit bahan baku dan energi yang terbuang percuma, sehingga semakin sedikit limbah yang dihasilkan maka dampak terhadap lingkungan hidup dapat ditekan.
Langkah-langkah yang dapat diambil dalam proses produksi suatu industri dalam menerapkan prinsip eko-efisiensi adalah sebagai berikut.
  • Meminimalkan penggunaan bahan baku dan energi.
  • Meminimalkan pelepasan limbah beracun ke lingkungan.
  • Menghasilkan produk yang dapat didaur ulang.
  • Pemanfaatan sumber daya alam yang dapat diperbarui.
  • Mampu menghasilkan produk yang tahan lama.

Prinsip Eko-efisiensi dalam Memenuhi Kebutuhan Sumber Energi

Permasalahan global yang dirasakan saat ini adalah semakin berkurangnya cadangan minyak bumi dunia. Dampak yang sangat dirasakan oleh masyarakat adalah semakin meningkatkan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) sementara kebutuhan akan bahan bakar adalah mutlak bagi masyarakat. Penerapan prinsip eko-efisiensi dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar di antaranya ialah dengan menggunakan sumber energi alternatif yang dapat diperbaharui. Di Indonesia sumber energi yang dapat diperbaharui ini sebenarnya relatif lebih banyak, di antaranya adalah sebagai berikut.

a. Tenaga Angin

Tenaga angin di Indonesia telah dimanfaatkan di NTT dimana wilayah NTT merupakan wilayah kering yang ketersediaan airnya terbatas. Tenaga angin dihasilkan oleh kincir angin untuk memompa air dengan debit 5 l/dt yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan pertanian. Dalam prinsip ekoefisiensi, tenaga angin bermanfaat untuk mengganti energi BBM memompa kincir angin.

b. Energi Matahari

Indonesia sebenarnya negara yang sangat kaya akan energi matahari karena posisi Indonesia yang berada di jalur katulistiwa. Energi matahari merupakan energi alternatif yang sangat potensial. Energi ini dapat digunakan untuk pembangkit tenaga mengganti energi air untuk membangkitkan tenaga listrik dalam level megawatt karena panas matahari ini mampu memasok lebih dari 219.000 ribu milyar kWh energi setiap tahun. Selain dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik, energi matahari juga dapat digunakan untuk memanaskan green house dan energi pengering produkproduk pertanian.

 

c. Air

Pemanfaatkan air sebagai sumber pembangkit tenaga listrik telah diterapkan pemerintah Indonesia dalam skala besar. Namun sebenarnya pemanfaatkan air sebagai pembangkit tenaga listrik ini dapat pula dilakukan sendiri oleh masyarakat terpencil di mana terdapat sumber-sumber air dalam skala kecil, sehingga ketergantungan masyarakat terhadap pasokan listrik dari PLN dapat dikurangi dengan memanfaatkan sumber daya alam di sekitarnya sendiri.

d. Biomassa dan Bahan-Bahan Limbah Organik

Biomassa hasil pertanian, khususnya limbah agroindustri merupakan sumber energi alternatif, sebagai pengganti bahan bakar minyak dan gas. Dengan demikian pemanfaatannya akan berdampak positif, baik bagi bisnis maupun bagi kesejahteraan lingkungan secara keseluruhan. Teks Eksposisi Di Indonesia limbah agroindustri yang dapat dijadikan sumber energi alternatif di antaranya briket arang, biogas, biodiesel dan aseton, butanol, serta etanol.

Contoh Pemanfaatan Energi Alternatif
a. Briket Arang
Tempurung kelapa sawit dapat menghasilkan sekitar 33% arang biogas setelah dicampur dengan tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Sedangkan serat daging buah (prikarp) dan lumpur limah kelapa sawit sebagai substrat dan bahan inokulum dari campuran kotoran sapi serta eceng gondok. Keuntungan dari biogas, antara lain sebagai berikut.

  • Biogas termasuk gas yang mudah terbakar dan bersifat hampir sama seperti gas alam.
  • Biogas termasuk produksi gas yang tidak berbahaya, sehingga menguntungkan bagi teknologi lingkungan dalam hal penanganan limbah organik.
b. Minyak Goreng Bekas
Minyak goreng bekas dicampur dengan metanol dapat menghasilkan sumber energi baru berbetuk biodiesel. Biodiesel ini mempunyai kelebihan-kelebihan:
  • memiliki titik nyala yang tinggi dan tidak menghasilkan senyawa menguap yang dapat meledak,
  • mudah didegradasi oleh mikroorganisme perombak,
  • daya racun emisi biodiesel bersifat lemah, dan
  • bersifat aman bagi lingkungan.
c. Sekam Padi
Sekam padi pada saat mulai dikembangkan untuk bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) mempunyai kapasitas 1 x 100 kW. Di Indonesia ketersediaan sekam padi sangat melimpah dan saat ini limbah organik tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal.

Macam – macam Bentuk Negara

Macam - macam Bentuk Negara

Macam – macam Bentuk Negara

 

Macam - macam Bentuk Negara
Bermacam-macam istilah yang dipakai oleh para ahli tentang bentuk negara namun secara umum bentuk-bentuk negara diklasifikasikan dalam dua bentuk pokok, kesatuan dan serikat.

Negara kesatuan

Negara yang merdeka serta berdaulat di mana di seluruh wilayah negara yang berkuasa hanyalah satu
pemerintah pusat yang mengatur seluruh daerah disebut dengan negara kesatuan. Oleh karena itu, negara ini disebut bersusunan tunggal. Negara kesatuan dapat mengambil bentukbentuk berikut.
  1. Di mana kepada daerah diberikan kesempatan untuk mengatur serta mengurus rumah tangganya sendiri disebut negara kesatuan dengan sistem desentralisasi.
  2. Di mana segala sesuatu dalam negara langsung diatur serta diurus oleh pemerintah pusat, daerah tinggal melaksanakan, disebut negara kesatuan dengan sistem sentralisasi.

 

Negara serikat/federasi

Negara serikat ialah negara yang susunan negaranya jamak, terdiri dari negara-negara bagian. Urusan negara dibagi menjadi dua, yaitu yang secara terperinci (limitatif) diberikan kepada pemerintah federal (delegated powers) serta sisanya menjadi urusan negara bagian.
Contoh negara dengan bentuk serikat atau disebut juga negara federasi adalah Amerika Serikat. Pemerintah pusat di Amerika Serikat hanya mengatur masalah-masalah yang berkaitan dengan militer dan urusan-urusan yang berkaitan dengan hubungan luar negeri. Adapun kekuasaan sisanya diberikan kepada tiap-tiap negara bagian.

Perbandingan antara negara kesatuan dengan negara serikat/federasi sebagai berikut.

a. Dalam negara kesatuan, wewenang pembentuk undang-undang pusat ditetapkan dalam rumusan umum dan wewenang pembentuk undang-undang yang lebih rendah (lokal) tergantung pada badan pembentuk undang-undang pusat itu.
Sementara dalam negara serikat/federasi, wewenang membentuk undang-undang pusat untuk mengatur hal-hal tertentu telah terperinci satu persatu dalam konstitusi federal.
b. Dalam negara kesatuan, organisasi bagian-bagian negara secara garis besarnya telah ditetapkan oleh pembentuk undang-undang pusat.
Sementara negara bagian suatu federasi memiliki powers constitutive, yakni wewenang membentuk undang-undang dasar sendiri serta wewenang mengatur bentuk organisasi sendiri dalam kerangka dan batas-batas konstitusi federasi.

Selain bentuk-bentuk negara di atas, bentuk-bentuk kenegaraan lainnya sebagai berikut.

a. Negara dominion
Negara-negara yang awalnya bekas jajahan Inggris, kemudian setelah merdeka dan berdaulat tetap mengakui raja/ratu Inggris sebagai pemimpin negara dan lambang persatuan mereka, membentuk semacam organisasi yang dinamakan British Commonwealth of Nations.Mereka bebas keluar dari ikatan bersama itu serta berhak mengurus politik dalam dan luar negerinya sendiri. Termasuk dalam kelompok negara ini adalah Kanada, Australia, Selandia Baru, Afrika Selatan, India, Kepulauan Polynesia, dan Malaysia.b. Negara protektoral
Suatu negara yang berada di bawah perlindungan negara lain disebut negara protektoral. Lazimnya perlindungan tersebut berkaitan dengan soalsoal hubungan luar negara. Akan tetapi, ada juga negara protektoral yang sebagian besar urusan dalam negerinya yang penting diserahkan kepada negara pelindung. Negara protektoral semacam ini disebut protektoral kolonial. Misalnya, Monaco pernah menjadi protektoral Prancis.

c. Uni
Disebut uni apabila dua negara atau lebih yang masing-masing merdeka dan berdaulat hanya mempunyai satu kepala negara yang sama.

Uni dibedakan menjadi dua kategori, yaitu (1) uni riel, yaitu jika negara-negara tersebut mempunyai alat untuk mengurus kepentingan bersama, seperti Uni Austria- Hongaria tahun 1857–1918 dan Uni Swedia-Norwegia tahun 1815–1905; (2) uni personal, yaitu jika mempunyai kepala negara yang sama seperti Uni Belanda-Luxemburg tahun 1839–1890 dan Uni Inggris-Skotlandia tahun 1603–1707.

Keterbatasan UU No.36 tentang Telekomunikasi

Keterbatasan UU No.36 tentang Telekomunikasi

Keterbatasan UU No.36 tentang Telekomunikasi

Keterbatasan UU No.36 tentang Telekomunikasi
Keterbatasan UU No.36 tentang Telekomunikasi

Menurut UU No.36 tentang Telekomunikasi Pasal 1 ayat (1) – ayat (7), Internet merupakan Alat Telekomunikasi karena mampu mengirimkan & menerima data berupa tulisan, gambar, suara dan bunyi.

Dan menurut UU no.36 tentang Telekomunikasi pasal 1 ayat (9) – ayat (11), kita merupakan merupakan Pelanggan, Pengguna dan pemakai karena kita menggunakan Jaringan Telekomunikasi berdasarkan atau tidak berdasarkan kontrak.

Menurut saya UU No.36 tentang Telekomunikasi tidak memberikan keterbatasan, karena UU ini hanya mengatur penyelenggaran penggunaan Telekomunikasi bedasarkan asas manfaat, adil dan merata, kepastian hukum, keamanan, kemitraan, etika, dan kepercayaan.
Juga melindungi Informasi dari penyalahgunaan dalam penggunaan Teknologi Informasi.

Baca Juga :