Metode Audit Dalam Informasi Teknologi

Metode Audit Dalam Informasi Teknologi

Metode Audit Dalam Informasi Teknologi

Metode Audit Dalam Informasi Teknologi

Ada beberapa teknik audit untuk melakukan audit pada Teknologi Informasi. Auditor dapat menggunakan tiga kategori berikut dalam menguji pengendalian biasa juga disebut sebagai teknik audit berbantuan computer (Computer Assisted Audit Techniques/CAAT) yang terdiri atas Auditing Around the Computer, dimana dengan teknik ini auditor menguji reliability dari computer generated information dengan terlebih dahulu menghitung hasil yang diinginkan dari transaksi yang dimasukkan dalam system, dan kemudian membandingkan hasil perhitungan dengan hasil proses atau output. Jika terbukti akurat dan valid, maka diasumsikan bahwa system pengendalian berfungsi seperti yang seharusnya. Kondisi ini cocok jika system aplikasi otomasi sederhana dan ringkas. Pendekatan ini masih relevan dipakai di perusahaan yang menggunakan software akuntansi yang bervariasi dan melakukan proses secara periodic. Berikutnya ialah Auditing With the Computer adalah auditing dengan pendekatan computer, menggunakan teknik yang bervariasi yang biasa juga disebut Computer Assisted Audit Technique (CAAT). Penggunaan CAAT telah meningkatkan secara dramatis kapabilitas dan efektifitas auditor, dalam melakukan susbstantif test. Salah satu CAAT yang lazim dipakai adalah general audit software (GAS). GAS sering dipakai untuk melakukan substantive test dan digunakan test of control yang terbatas. Sebagai contoh GAS sering dipakai untuk mengetes fungsi algoritma yang komplek dalam program computer. Tetapi ini memerlukan pengalaman yang luas dalam penggunaan software ini. Dan yang ketiga adalah Audit Through the Computer yang merupakan teknik focus pada testing tahapan pemrosesan computerised, logic program, edit routines dan program controls. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa jika program pemrosesan dikembangkan dengan baik, dan memenuhi edit routines dan programme check yang memadai, maka error dan kecurangan tidak akan mudah terjadi tanpa terdeteksi.

Standar yang digunakan dalam mengaudit teknologi informasi adalah standar yang diterbitkan oleh ISACA yaitu ISACA IS Auditing Standard. Selain itu ISACA juga menerbitkan IS Auditing Guidance dan IS Auditing Procedure. Sekarang keahlian dalam mengaudit IT juga memerlukan sertifikasi sendiri, yaitu CISA (Certified Information System Audit). Standar adalah sesuatu yang harus dipenuhi oleh IS Auditor. Guidelines memberikan penjelasan bagaimana auditor dapat memenuhi standar dalam berbagai penugasan audit, dan prosedur memberikan contoh langkah-langkah yang perlu dilalui auditor dalam penugasan audit tertentu sehingga sesuai dengan standar. Bagaimanapun IS auditor harus bisa menggunakan judgement profesional ketika menggunakan guidance dan procedure. Standar yang aplicable untuk audit IT adalah terdiri dari 11 standar yaitu,  Audit charter, Audit Independent, Profesional Ethic and standard, S4.Profesional competence, Planning, Performance of Audit Work, Reporting, Follow-Up Activity, Irregularities and Irregular Act, IT Governance dan Use of Risk Assestment in Audit Planning.

IS Auditing Guideline terdiri dari 32 guidance dalam mengaudit TI yang mengcover petunjuk mengaudit area-area penting. IS Audit Procedure terdiri dari 9 prosedur yang menunjukan langkah-langkah yang dilakukan auditor dalam penugasan audit yang spesifik seperti prosedur melakukan bagaimana melakukan risk assestment, mengetes intruction detection system, menganalisis firewall dan sebagainya. Jika dibandingkan dengan audit keuangan, maka standar dari ISACA ini adalah setara dengan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) yaitu menyangkut tata cara bagaimana audit dilakukan. Sedangkan bagaimana kondisi apa yang diaudit diberikan penilaian berdasarkan standar tersendiri yaitu COBIT.

COBIT (Control Objective for Information Related Tecnology) adalah kerangka tata kelola IT (IT Governance) yang ditujukan kepada manajemen, staf pelayanan IT, control departemen, fungsi audit dan lebih penting lagi bagi pemilik proses bisnis (business process owner’s), untuk memasITan confidenciality, integrity and availability data serta informasi sensitif dan kritikal. COBIT didesign terdiri dari 34 high level control objectives yang menggambarkan proses TI yang terdiri dari 4 domain yaitu Plan and Organise, Acquire and Implement, Deliver and Support dan Monitor and Evaluate.

The COBIT Framework juga memasukkan hal-hal sebagai berikut, Maturity Models – Untuk memetakan status maturity proses-proses IT (dalam skala 0 – 5) dibandingkan dengan “the best in the class in the Industry” dan juga International best practices.  Critical Success Factors (CSFs) – Arahan implementasi bagi manajemen agar dapat melakukan kontrol atas proses IT.  Key Goal Indicators (KGIs) – Kinerja proses-proses IT sehubungan dengan kebutuhan bisnis dan Key Performance Indicators (KPIs) – Kinerja proses-proses IT sehubungan dengan process goals

COBIT dikembangkan sebagai suatu generally applicable and accepted standard for good Information Technology (IT) security and control practices . Istilah ” generally applicable and accepted ” digunakan secara eksplisit dalam pengertian yang sama seperti Generally Accepted Accounting Principles (GAAP). Suatu perencanaan audit IT dapat dimulai dengan menentukan area-area yang relevan dan berisiko paling tinggi, melalui analisa atas ke-34 proses tersebut. Sementara untuk kebutuhan penugasan tertentu, misalnya audit atas proyek IT, dapat dimulai dengan memilih proses yang relevan dari proses-proses tersebut

Sumber : https://anchorstates.net/

Jenis-jenis Profesi di bidang IT

Jenis-jenis Profesi di bidang IT

Jenis-jenis Profesi di bidang IT

Jenis-jenis Profesi di bidang IT
Jenis-jenis Profesi di bidang IT

IT Support Officer memiliki kualifikasi diantaranya ialah D3 / S1 bidang Ilmu Komputer, Mahir Windows System, Linux System, Networking, Troubleshooting, mampu bekerja dalam individu / tim, memiliki motivasi kerja yang tinggi, energik, dan kreatif, ulet dan pekerja keras,  Bertanggung jawab terhadap pekerjaan, Menguasai bahasa pemrograman AS/400 atau IT product development dan networking komunikasi data atau metodologi pengembangan aplikasi (SDLC, waterfall) dan project management. Sedangkan tanggung jawabnya ialah menerima, memprioritaskan dan menyelesaikan permintaan bantuan IT. Membeli hardware IT, software dan hal-hal lain yang berhubungan dengan hal tersebut. Instalasi, perawatan dan penyediaan dukungan harian baik untuk hardware & software Windows & Macintosh, peralatan termasuk printer, scanner, hard-drives external, dll. Korespondensi dengan penyedia jasa eksternal termasuk Internet Service Provider, penyedia jasa Email, hardware, dan software supplier, dll. Mengatur penawaran harga barang dan tanda terima dengan supplier untuk kebutuhan yang berhubungan dengan IT. Menyediakan data / informasi yang dibutuhkan untuk pembuatan laporan department regular

Network Administrator,  kualifikasinya ialah D3 / S1 bidang Ilmu Komputer.  Usia 25-30 tahun. Pengalaman di bidang IT Network / Network Administrator 2-3 tahun.  Memahami LAN, WAN, Mailserver, PDC/BDC, Linux / Free BSD. Menguasai Linux Redora Server. Menguasai secara mendalam win2000 administration tool. Mengikuti perkembangan TI terkini. Memiliki motivasi kerja yang tinggi, energik, dan kreatif.  Mampu berbahasa inggris aktif, lisan maupun tulisan. Tugas dan tanggung jawab antara lain maintain dan perawatan jaringan LAN. Archive data. Maintain dan perawatan computer

Delphi Programmer, kualifikasi untuk profesi ini adalah S1 Teknologi Informasi. Usia 22-26 tahun. Mampu berbahasa inggris aktif, lisan maupun tulisan. Mengerti dan memahami SQL Command, Oracle database, MySQL dan MSSQL Server. Mempunyai karakter dan attitude yang baik. Mampu bekerja dengan supervisi yang minim. Mampu bekerja dalam Tim. GPA min. 2,75. Pengalaman 0-2 tahun. Tanggun jawab dari pekerjaan ini yaitu menguasai bahasa pemrograman Borland Delphi. Berpengalaman dalam database programming. Mengerti multi tier programming dan object oriented programming

Network Engineer, kualifikasinya ialah S1 bidang Informatika. Pengalaman kerja sebagai Network Engineer. Memiliki sertifikasi setara Network Engineer (CCNA). Menguasai dan wajib berpengalaman minimal 1 tahun mengelola LAN. Mengerti hardware (PC, Printer, Hub, dll).  Menguasai MS Windows, Linux dan Office. Menguasai PC Remote misal PC Anywhere atau lainnya. Menguasai database (SQL Server) merupakan nilai tambah, sedangkan untuk tugas dan tanggung jawab adalah Maintenance LAN dan Koneksi Internet. Maintenance hardware. Maintenance database dan file. Help Desk. Inventory.

IT Programmer memiliki kualifikasi, Lulusan S1 Teknologi Informasi. Menguasai PHP, Java, OOP, MySQL, VB. NET/C#, C++.  Pengalaman min 2 tahun.  Mampu berbahasa inggris aktif, lisan maupun tulisan. Usia 20-30 tahun. Mampu melakukan Presentasi. Dapat bekerja dalam Tim. Tanggung jawab pada profesi ini adalah ambil bagian dalam pengembangan dan integrasi perangkat lunak. Mengembangkan secara aktif kemampuan dalam pengembangan perangkat lunak. Menerima permintaan user untuk masalah-masalah yang harus diselesaikan. Menyediakan dukungan dan penyelesaian masalah konsumen baik untuk konsumen internal maupun eksternal. Bertanggung jawab atas kepuasan terkini pelanggan. Melakukan tugas-tugas yang berkaitan dan tanggung jawab yang diminta, seperti dalam sertifikat dan menuruti rencana dasar perusahaan untuk membangun kecakapan dalam portfolio pruduk IBM.  Mengerjakan macam-macam tugas terkait seperti yang diberikan  Membentuk kekompakan maksimum dalam perusahaan bersama dengan rekan-rekan dalam perusahaan

System Analyst memiliki kualifikasi, Pendidikan min S1. Pengalaman di bidangnya min 3 tahun. Usia maksimal 40 tahun. Mahir membuat software database windows / web sesuai kebutuhan perusahaan, pengolahan, dan maintenance database. Pengalaman mendevelop Business Intelligence/Datawarehouse/OLAP adalah sustu nilai tambah. Jujur, bertanggung jawab, cepat belajar hal-hal baru, ramah, berorientasi customer service, mampu bekerja mandiri dengan minimal supervisi maupun sebagai tim. Menguasai pemrograman visual windows dan web, programming (NET, VB, Delphi, PowerBuilder, Clarion, dll) dan konsep RDBMS (SQL Server/Oracle/MySQL/ASA, dll)

Sumber : https://abovethefraymag.com/

Kemahalan, Petisi ini Tuntut Turunkan Harga Redmi K20

Kemahalan, Petisi ini Tuntut Turunkan Harga Redmi K20

Kemahalan, Petisi ini Tuntut Turunkan Harga Redmi K20

Sangat mengejutkan, Redmi akhirnya memboyong K20 dan K20 Pro keluar Cina. Lagi dan lagi, India jadi negara yang berkesempatan untuk memasarkan dua smartphone tersebut. Tak kalah mengejutkan, beberapa penggemar smartphone Android di India tidak tertarik dengan harga yang ditawarkan.

Sekadar informasi untuk kalian, Redmi menjual Redmi K20 di India dengan

harga INR 22.000 atau sekitar Rp4,4 juta jika dikonversi dengan nilai mata uang saat ini. Nah! Tak sedikit konsumen yang menuntut agar Redmi mau menurunkan harga smartphone tersebut.

Mereka menuntut potongan harga yang mencapai INR 2.000 atau sekitar Rp400 ribuan. Ya! Bukan tanpa alasan mereka menuntut potongan harga. Pasalnya, Redmi K20 tidak memiliki cukup memori, baik terlait dengan RAM yang disematkan dan juga penyimpanan internalnya.

Satu hal yang cukup menarik, tuntutan ini mereka tuangkan lewat petisi di

Change.org. Selain itu, petisi ini juga menjabarkan mengenai smartphone yang dijual dengan harga yang sama seperti yang ditawarkan oleh Redmi, tetapi punya RAM dan internal storage yang lebih besar.

Ya! Mereka membandingkan bahwa ada salah satu merek smartphone yang

memiliki RAM 8 GB serta internal storage 128 GB, tetapi dijual dengan harga INR 20.000 atau sekitar Rp4 juta. Sementara, Redmi K20 yang ditawarkan di India memiliki RAM 6 GB dan internal storage hanya 64 GB.

 

Baca Juga :

Chipset Gaming Helio G90 akan Diumumkan 30 Juli

Chipset Gaming Helio G90 akan Diumumkan 30 Juli

Chipset Gaming Helio G90 akan Diumumkan 30 Juli

Qualcomm belum lama ini telah memperkenalkan chipset unggulan

terbarunya, Snapdragon 855 Plus. Ya! Sejak chipset ini diperkenalkan, tidak sedikit pabrikan smartphone yang kepincut untuk segera menggunakannya. Sebut saja, ASUS sudah tertarik untuk membenamkannya ke dalam ASUS ROG Phone 2.

Bahkan, baru-baru ini Black Shark lewat video teasernya telah

memperlihatkan rencananya untuk menggulirkan Black Shark 2 Pro. Ya! Smartphone gaming yang bakal meluncur pada akhir Juli 2019 ini akan diotaki Snapdragon 855 Plus. Tentu saja, ini persaingan yang menarik antara ASUS dengan Black Shark.

Namun, bagaimana jika ada pabrikan smartphone yang tertarik untuk membuat perangkat gaming dengan harga terjangkau alias budget gaming smartphone. Kini mereka tak perlu risau, pasalnya akan ada solusi menarik yang ditawarkan oleh MediaTek. Ya! Pabrikan chipset asal Cina ini akan memperkenalkan seri baru Helio G.

Diperkenalkan pada tanggal 30 Juli 2019, MediaTek akan memperkenalkan

SoC Helio G90 di Shanghai. Ya! Chipset ini digadang-gadang bakal dihadirkan sebagai jalan bagi MediaTek untuk berkompetisi di garis depan bagi pabrikan smartphone yang akan membuat handset gaming terjangkau.

Meskipun bocoran chipset ini belum diungkap lebih dalam, terutama mengenai spesifikasinya, spekulasi yang beredar bahwa Helio G90 mengarah sebagai Helio P90 yang dirombak. Seperti yang kita tahu, Helio P90 memiliki CPU delapan inti yang dibangun lewat fabrikasi 12 nanometer. Nah! Begitu juga dengan fabrikasi Helio G90.

Jadi, perbedaan utama antara Helio P90 dengan Helio G90 kemungkinan terletak pada sektor GPU, walaupun belum ada konfirmasi resmi yang diberikan oleh MediaTek. Ya! Biasanya MediaTek sangat getol menggunakan solusi dari PowerVR dan Mali untuk GPU-nya.

 

Sumber :

https://rhydianroberts.com/

CEO Huawei Kembali Kepergok Pakai Mate X

CEO Huawei Kembali Kepergok Pakai Mate X

CEO Huawei Kembali Kepergok Pakai Mate X

Seperti yang kita tahu bersama, Samsung punya Galaxy Fold, sedangkan Huawei punya Mate X. Ya! Keduanya adalah smartphone layar lipat yang sudah diperkenalkan secara resmi pada awal tahun ini. Namun hingga saat ini, kedua smartphone layar lipat tersebut belum juga dipasarkan oleh Samsung maupun Huawei.

Galaxy Fold sendiri ditunda penjualannya oleh Samsung karena perangkat

tersebut ditemukan banyak masalah. Tidak hanya bermasalah pada layarnya, teapi juga pada bagian engselnya. Samsung pun sudah membenahi perangkat tersebut dan mereka berjanji untuk “memperkenalkan ulang” pada bulan September nanti.

Sedangkan Huawei tidak memberikan alasan yang jelas, mengapa mereka hingga saat ini belum juga memasarkan Mate X. Padahal, tak sedikit media dan tech-reviewer yang memberikan nilai positif terhadap smartphone layar lipat tersebut. Di sisi lain, Mate X juga sudah menjadi “daily driver” bagi Richard Yu, CEO Huawei Consumer Business.

Hal ini terungkap saat Richard Yu diwawancarai oleh salah satu media di Cina.

Tampak jelas, orang nomor satu di Huawei ini sangat begitu fasih mengoperasikan Mate X. Ia pun juga menegaskan bahwa Mate X adalah perangkat utamanya dan mampu melayani dengan sempurna untuk skenario yang terkait dengan pekerjaannya, seperti membaca grafik atau menelusuri banyak berita di web.

Tidak hanya sekali, Richard Yu juga kembali tertangkap kamera saat berada di

Bandara Internasional Shenzhen dan ia pun nampak menggunakan perangkat smartphone layar lipat yang dibanggakan oleh Huawei itu. Namun, ketika disinggung kapan Mate X akan tersedia di pasaran, CEO itu menjawab bahwa “ditunggu saja”, tanpa mengungkap rincian lebih lanjut.

 

Sumber :

https://viewsflow.com/

Pemberian PR Tidak Boleh Dilarang

Pemberian PR Tidak Boleh Dilarang

Pemberian PR Tidak Boleh Dilarang

Wacana pelarangan guru memberikan Pekerjaan Rumah (PR) ditanggapi ketidaksetujuan para penyelenggara sekolah. Para guru yang dimintai tanggapan oleh Edupost.id terkait pelarangan ini menyatakan pemberian PR masih tetap layak dilakukan.

Waka Kurikulum SMP Muhammadiyah 3 Depok Sleman, Luky Kurniawan

mengatakan, tidak ada salahnya seorang guru memberikan PR kepada siswanya. Ini dapat digunakan untuk mengukur daya tangkap siswa terhadap materi yang diberikan. “Menurut saya sah – sah saja guru memberikan PR, siswa harus diingatkan untuk menguasai materi yang sudah diajarkan,” ungkap Luky kepada Edupost.id Jumat (14/10).

Luky juga menyanggah anggapan Mendikbud Muhadjir Effendy yang

mengatakan, pemberian PR akan membebani siswa di rumah. Menurut Luky, selama ini belum pernah terjadi keluhan dari siswanya karena PR yang diberikan guru, meski siswanya harus belajar di sekolah dari pagi sampai sore.

“Di sini sudah diterapkan full day, selama ini hanya ada satu atau dua anak yang mengeluh karena PR, sebagian besar tidak mengeluh,” imbuh guru Bimbingan Konseling itu.

Pendapat senada diungkapkan Sofiatun, kepala SDN Sayidan Yogyakarta. Menurutnya, PR tetap dibutuhkan sebagai bagian pembelajaran siswa. PR dapat berfungsi untuk meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi yang diajarkan di sekolah. Namun, guru juga perlu menyesuaikan dengan kemampuan siswanya ketika memberikan PR.

Ketua Dewan Pendidikan DIY, Prof. Wuryadi menilai, pemberian PR tetap

masih dapat dilakukan oleh guru. Hanya saja, PR yang diberikan tidak berlebihan, sehingga anak tetap masih memiliki waktu luang di rumah.

 

Baca Juga :

Tangkal Kriminalitas Siswa melalui Pengetatan Aturan

Tangkal Kriminalitas Siswa melalui Pengetatan Aturan

Tangkal Kriminalitas Siswa melalui Pengetatan Aturan

Beragam cara diupayakan pihak sekolah untuk menangkal kriminalitas yang dilakukan para pelajar. Pada umumnya, pihak sekolah mulai tegas dengan mengoptimalkan kegiatan sekolah, menertibkan siswa melalui peraturan ketat.

Waka Kurikulum SMAN 2 Yogyakarta, Jumadi menuturkan, untuk menangkal

kriminalitas yang dilakukan siswanya, pihak sekolah mengetatkan kegiatan di dalam sekolah. Kegiatan yang dimaksud dapat berupa kegiatan belajar di kelas maupun ekstrakulikuler.

“Salah satu yang dilakukan dengan mengoptimalkan pembelajaran, karena dengan tidak adanya jam kosong kemungkinan siswa keluyuran menjadi kecil,” ujar Jumadi.

Mata pelajaran keagamaan juga menjadi jalan ampuh untuk menanamkan

karakter positif kepada siswa. Dengan nilai – nilai keagamaan diharapkan siswa sadar untuk tidak melakukan tindakan negative seperti kriminalitas.

Sementara, MTsN Babadan Baru memilih menggunakan cara tegas menangkal kriminalitas siswanya. Pengetatan aturan dilakukan agar siswa memiliki disiplin tinggi. Sesuai aturan pemerintah, sekolah ini melarang siswa membawa sepeda motor maupun ponsel ke sekolah.

“Yang membawa motor langsung kami sita. Orang tua diminta ambil langsung

ke sekolah. Yang bawa HP juga kami sita, tapi tidak boleh diambil lagi sampai anak itu lulus dari sini,” ujar PLT Kepala MTsN Babadan Baru Sleman, Busyroni Majid.

Sementara ini, di sekolah ini kata Majid belum pernah ditemukan siswa yang melakukan tindakan kriminalitas. Namun, siswa yang membawa sepeda motor maupun ponsel memang sudah ada. Jika diprosentase, jumlah siswa yang melakukan pelanggaran itu sangat kecil, berada pada angka di bawah 5 persen.

 

Sumber :

https://memphisthemusical.com/

DIY Keberatan Jika Moratorium UN di 2017

DIY Keberatan Jika Moratorium UN di 2017

DIY Keberatan Jika Moratorium UN di 2017

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merasa keberatan jika

pemerintah pusat memutuskan moratorium pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tahun 2017. Hal ini dikarenakan sekolah di DIY mayoritas belum mempersiapkan syarat kelulusan maupun sebagai syarat untuk memasuki pendidikan jenjang selanjutnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Disdikpora) DIY Kadarmanta

Baskara Aji mengatakan, pelaksanaan moratorium UN di tahun 2016-2017 sangat terburu-buru. Pelaksanaan kebijakan baru seharusnya butuh persiapan yang matang dan tidak dalam waktu yang singkat. Setiap kebijakan baru idealnya perlu disosialisasikan secara matang.

“Belum siap. Karena ini mendadak sekali. Sementara persiapan dan anggaran belum ada,” tegasnya di Yogyakarta.

Anggaran diperlukan untuk menerapkan kebijakan baru ini. Salah satunya membuat standar pengganti UN. Sehingga menurut Aji, idealnya moratorium UN baru bisa diterapkan pada 2018.

Ditambahkan, saat ini pihaknya dan sekolah-sekolah di DIY sedang

mempersiapkan diri melaksanakan UN 2017. Meski tidak menjadi penentu kelulusan, UN di daerah masih menjadi syarat utama seleksi masuk ke jenjang pendidikan berikutnya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Efendi menargetkan akan menerapkan moratorium UN pada 2017 sesuai keputusan Mahkamah Agung 2009 lalu. Penentu kelulusan akan diganti dengan beberapa standar nasional yang harus dipatuhi oleh masing-masing penyelenggara dan akan diawasi oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

 

Sumber :

https://appliedanimalbehaviour.com/

SMAN 7 Serpong Utara Siapkan Diri Menjadi Sekolah Zonasi

SMAN 7 Serpong Utara Siapkan Diri Menjadi Sekolah Zonasi

SMAN 7 Serpong Utara Siapkan Diri Menjadi Sekolah Zonasi

Pada tahun ini Direktorat SMA Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia telah menunjuk  650 sekolah negeri/ swasta se lndonesia untuk melaksanakan program dan sosialisasi tentang Sekolah Zonasi.

Salah satu yang ditunjuk adalah SMAN 7 yang terletak di komplek perumahan elit Villa Melati Mas, Kelurahan Pondok Jagung Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan. Sekolah ini ditunjuk menjadi salah satu Sekolah Zonasi untuk segera melaksanakan  pilot project Direktorat SMA.

“Rencana program telah disusun secara cermat dan rinci (matang) sehingga menghasilkan In House Training (IHT) kepada semua sekolah menengah atas di Tangsel,” ungkap H.Hamdari, Kepala SMAN 7, kepada Reaksi di kantornya, Senin (16/9/2019).

“Kami sangat mendukung program Sekolah Zonasi, amanah yang diberikan melalui uji  kompetensi antar sekolah SLA dan  SMAN 7 terpilih menjadi Sekolah Zonasi untuk tahun ini. Tugas dan tanggung jawab kami untuk melaksanakan program dengan berusaha lebih keras  dan giat, masuk tahapan In House Training Sekolah Zonasi,” ucapnya.

Hamdari menambahkan, sebagai penanggung jawab program Sekolah Zonasi SMAN 7, dia akan melibatkan semua sumber daya yang ada di sekolah itu. Dengan program zonasi, sekolah anak yang rumahnya berhadap-hadapan dengan sekolah favorit, hanya bisa melihat lalu lalang anak-anak dari daerah lain belajar di sekolah tersebut.

Atau bagi yang terbatas kemampuan akademisnya, ditambah dari keluarga

tidak mampu , hanya bisa mengenyam bangku sekolah di pinggir kota yang sangat jauh tempat tinggalnya. “Dengan program zonasi sekolah  bentuk pemerataan dan keadilan akan akses pendidikan yang ingin di wujudkan oleh kami sebagai kepanjangan tangan pemerintah,” ungkapnya

Tokoh masyarakat  Kecamatan Serpong Utara yang biasa disapa bung Toni mengatakan, Zonasi Sekolah adalah untuk pemerataan pendidikan dan peningkatan mutu pendidikan yang berkualitas.

Selayaknya diikuti dengan pembenahan/penataan dari hulu ke hilir  dan

perhatian kepada insan pendidiknya. Karena geografis Kota Tangerang Selatan sebagai kota penyangga ibu kota DKI Jakarta yang kompleks.

Menurutnya, pengalokasikan untuk program Sekolah Zonasi  sebaiknya kembali dikaji ulang pemerintah pusat/ saerah. Seiring laju perkembangan  zaman dan kemajuan sarana teknologi, pendidikan membutuhkan biaya untuk dapat mengimbanginya.

“Contoh, di ruang kelas terdapat 35 siswa, maka seorang guru  harus siap

dengan 35 model belajar, 35 metode belajar, dan 35 media pembelajaran. Selanjutnya tugas guru adalah memfasilitasi mereka untuk belajar secara optimal sesuai potensi individualnya. Kalau semua sudah direalisasikan pemerintah. potret hitam dunia pendidikan seharusnya tidak terjadi lagi dan ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” ungkapnya. (R2)

 

Baca Juga :